4 Dampak Penggunaan AI Bank Fraud Detection pada Perbankan

ai bank fraud

Industri perbankan idealnya menjadi salah satu industri dengan tingkat keamanan digital dan keamanan fisik yang paling tinggi. Kini, industri tersebut tidak hanya menyimpan uang dari nasabahnya, namun juga data-data penting yang dimiliki nasabah. Penerapan metode pengamanan AI bank fraud menjadi umum, guna memberikan perlindungan terbaik yang bisa diselenggarakan.

Sebelum mengetahui bagaimana AI dapat membantu mendeteksi dan mencegah bank fraud, mari petakan dulu ancaman dan risiko fraud yang mungkin terjadi pada industri perbankan secara umum.

Baca Juga: Perbedaan Identity Authentication dan Identity Verification

Bank Fraud, Kasus yang Semakin Marak Terjadi

ai bank fraud
Sumber: freepik.com

Bank fraud sendiri mengacu pada kecurangan yang dilakukan secara sengaja oleh oknum luar ataupun dari dalam suatu bank, dengan tujuan mendapatkan keuntungan menggunakan cara-cara yang merugikan pihak lain.

Jelas, secara hukum bank fraud adalah bentuk pelanggaran yang tidak jarang bersifat berat, karena berkaitan dengan perlindungan data pribadi milik nasabah, atau data milik perusahaan. Efek buruk akan diterima oleh bank yang  bersangkutan ketika hal ini terjadi, dan menimbulkan efek yang merugikan berbagai pihak.

Pencegahan secara umum sendiri sebenarnya sudah diterapkan oleh Bank Indonesia, selaku bank sentral di negeri ini. Pencegahan ini dilakukan dengan pelaksanaan good corporate governance atau GCG yang diatur dalam peraturan Bank Indonesia Nomor 8/4/PBI/2006, dan disempurnakan dengan Peraturan Bank indonesia Nomor 8/14/PBI/2006.

GCG ditentukan sebagai acuan dalam kebijakan Bank Indonesia, seperti diwajibkannya transparansi informasi suku bunga dasar kredit, pembatasan kepemilikan saham pengendali, dan lain sebagainya.

Jenis-Jenis Fraud yang Mungkin Terjadi di Industri Perbankan

ai bank fraud
Sumber: freepik.com

Ada tiga bagian yang menjadi kategori utama terjadinya fraud di industri perbankan. Pertama adalah bidang operasional, kemudian bidang kredit, dan ketiga bidang teknologi dan informasi. Penjelasannya adalah sebagai berikut.

1. Bidang Operasional

Kasus kecurangan atau fraud di bidang operasional perbankan banyak terjadi di sektor ini. Contoh nyatanya adalah pencairan deposito yang tidak dapat dilakukan nasabah, pembekuan rekening tanpa pemberitahuan, hingga hilangnya sejumlah uang milik nasabah yang disimpan.

Tentu saja hal ini banyak dilakukan oleh pihak internal perbankan terkait, atau justru dilakukan oknum luar yang berhasil membajak sistem bank dan menimbulkan kerugian pada pihak lain.

2. Bidang Kredit

Fraud lain bisa terjadi pada bidang kredit perbankan. Kecurangan ini dapat dilihat pada kasus kredit fiktif, agunan fiktif oleh nasabah, penilaian jaminan yang terlalu tinggi, hingga perubahan bunga yang mendadak tanpa sepengetahuan dari nasabah.

Tentu hal ini akan memberikan kerugian bagi satu dan lain pihak, karena muncul biaya atau pengeluaran yang tidak diketahui dan disepakati sebelumnya.

3. Bidang Teknologi dan Informasi

Kasus pencurian data atau pembajakan akun bisa saja terjadi jika sistem pengamanan yang dimiliki perbankan tidak benar-benar solid. Kebocoran informasi akibat kelalaian pengguna menjadi salah satu kasus yang paling sering muncul dan menimbulkan kerugian yang jumlahnya tidak sedikit.

Belum lagi terkait skimming, pembobolan kartu kredit, dan kejahatan lain yang melibatkan data pribadi pelanggan, semua risiko muncul di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Penerapan Metode AI Bank Fraud Detection untuk Perlindungan Optimal

ai bank fraud
Sumber: freepik.com

Penggunaan sistem pengamanan berbasis AI, atau AI bank Fraud Detection, dapat memberikan dampak signifikan pada industri yang sarat akan data sensitif dan bernilai tinggi ini. Beberapa dampak utama yang bisa diberikan adalah sebagai berikut.

1. Deteksi Real-Time

Sistem pengamanan berbasis AI dapat ‘mencerna’ jumlah data yang besar dengan kecepatan tinggi. Perbandingan data dengan dataset terkait aktivitas nasabah yang normalnya dilakukan juga mampu dieksekusi dengan cepat, sehingga ketika terjadi aktivitas mencurigakan dapat segera terdeteksi.

Deteksi ini meliputi penggunaan aplikasi perbankan yang tidak normal, pembayaran dalam jumlah besar, atau transaksi lain yang diluar kewajaran akun nasabah.

2. Akurasi yang Tinggi

Karena efisiensinya yang unggul dibandingkan dengan sistem pendeteksi fraud konvensional, sistem berbasis AI dapat memberikan akurasi yang lebih tinggi dan mengurangi risiko false-positive pada analisis data yang dilakukan.

Hal ini mampu meningkatkan kualitas deteksi fraud yang dilakukan, serta meningkatkan pengalaman nasabah yang dimiliki oleh industri perbankan ini.

3. Machine Learning

Kemampuan yang jelas tidak dimiliki sistem deteksi kecurangan konvensional adalah machine learning. AI tidak pernah berhenti ‘belajar’, pada pola data baru yang ada di hadapannya. Seiring berjalannya waktu, kemampuan sistem pengamanan berbasis AI akan semakin baik.

Sistem AI akan ‘belajar’ dari kesalahan yang pernah dibuatnya, dan tidak akan mengulangi terjadinya kesalahan serupa di masa yang akan datang.

4. Penyesuaian dengan Aturan Terbaru

Aturan perbankan dipastikan akan senantiasa berkembang seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi. Di masa depan yang tidak jauh dari sekarang, dapat dipastikan sistem pengamanan yang berbasis AI akan jadi salah satu syarat utama perbankan melaksanakan aktivitasnya.

Memang saat ini peraturan yang dibuat belum benar-benar menyertakan AI dalam kebutuhan sistem. Namun setidaknya dengan penggunaan sedini mungkin, sistem perbankan yang Anda miliki akan dapat beradaptasi dengan lebih cepat ketika aturan terbaru diberlakukan.

Baca Juga: Liveness Detection dalam Upaya Pencegahan Cyber Fraud 

Pada akhirnya, penggunaan sistem AI bank fraud detection akan memegang peranan penting dalam aktivitas perbankan di seluruh dunia. Ini mengapa penggunaan teknologi berbasis AI juga idealnya mulai diadaptasi secara luas. Penggunaan produk verifikasi berbasis AI dapat menjadi langkah awal yang Anda gunakan, seperti yang disediakan oleh Verihubs. Produk verifikasi yang ditawarkan memiliki sistem solid, dan fleksibel sehingga dapat memenuhi kebutuhan bisnis yang terus berkembang. Produk verifikasi dari Verihubs sendiri telah dipercaya oleh bank-bank besar yang ada di Indonesia, berkat produk Face Recognitionnya. Segera hubungi layanan pelanggan kami sekarang, dan maksimalkan setiap produk Verihubs untuk bisnis Anda!

Artikel Terbaru Kami

ikd digital

Apa Itu IKD Digital? Verifikasi Identitas dengan Mudah!

pemasaran digital

Pemasaran Digital (Digital Marketing): Strategi dan Jenisnya

absensi digital sekolah

Studi Kasus: 4 Peranan Absensi Digital Sekolah dan Contohnya