4 Penggunaan AI in Fintech dan Use Case-nya

ai in fintech

Industri financial technology menjadi salah satu industri yang perkembangannya begitu pesat dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan. Hal ini semakin cepat, ketika kehadiran AI mulai diadaptasi pada berbagai sistemnya. AI in fintech, wajib disadari signifikansinya, dan dioptimalkan hingga titik maksimal untuk keuntungan bisnis dan user secara umum.

Dalam riset yang dilakukan oleh McKinsey, yang dimuat dalam binariks.com, menyatakan bahwa teknologi AI membantu fintech untuk tetap dapat terhubung dengan pelanggan dan penggunanya, otomasi customer support, meningkatkan fraud  detection, dan memudahkan proses pengambilan keputusan dengan data yang tersedia.

Untuk dapat melihat gambaran penggunaan AI dalam fintech, Anda dapat cermati beberapa poin di bawah ini. Sebagai tambahan, Anda juga akan dapat melihat use case penggunaan AI in fintech di bagian berikutnya.

Baca Juga: Perkembangan Teknologi & Use Case OCR pada Konteks Kekinian

Penggunaan AI in Fintech di Industri Kekinian

ai in fintech
Sumber: freepik.com

Penggunaan AI dalam industri ini sendiri membawa banyak dampak, pada sedikitnya empat poin besar berikut ini.

1. Peningkatan Proteksi dengan Autentifikasi

Penggunaan AI dalam meningkatkan proteksi finansial terjadi melalui berbagai metode autentifikasi. Mulai dari kata-kata, wajah, atau bahkan sidik jari. Jika dibandingkan dengan penggunaan password sederhana, maka perlindungan yang diberikan jauh lebih besar.

Seiring dengan perkembangan penggunaan teknologi dunia yang semakin banyak mengacu pada dunia online dan menjadi lebih umum, maka keamanan siber harus diperlakukan dengan benar-benar serius.

Terlebih pada sektor fintech, dimana banyak sekali data berharga dan sensitif terkait dengan user yang dimiliki. Maka perlindungan yang ketat dengan AI ini menjadi syarat mutlak agar sistem yang diselenggarakan memiliki keamanan data yang terjamin.

2. Pengenalan Pola Data

Kecerdasan buatan digunakan dalam industri ini untuk dapat mengenali pola data secara otomatis. Pola data ini kemudian dianalisis, dan dimodifikasi untuk berbagai kebutuhan bisnis, tentu saja tanpa merugikan user dan juga tanpa melanggar hukum.

Dengan mengenali pola data ini, bisnis fintech dapat memiliki forecasting yang kaya akan nilai, baik dalam bentuk perkembangan bisnis, perkembangan pasar, investasi jangka pendek dan jangka panjang, dan berbagai hal strategis lainnya.

Ruang lingkup dari AI kemudian ada pada proses evaluasi data yang tidak teratur, yang merupakan faktor penting pada layanan finansial. Di kemudian hari, sistem kecerdasan buatan ini diharapkan juga dapat memberikan prediksi pada inovasi produk fintech yang dimiliki.

3. Proses Data yang Terotomasi

Pemrosesan data bukan hal yang mudah untuk dilakukan, dan membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit. Kehadiran AI dalam industri fintech kemudian mengambil peran dalam urusan ini, dengan proses otomasi proses data yang digunakan.

Otomasi yang dilakukan juga dapat diterapkan di berbagai sektor. Mulai dari pengumpulan dan kategorisasi data pelanggan, proses invoice dan urusan administrasi lain, dan sebagainya. Hal ini berlaku secara internal dan eksternal, dan meningkatkan efisiensi kerja dari sebuah bisnis keuangan.

Otomasi data terjadi tetap dengan landasan keamanan yang jelas, sehingga data-data yang diolah bersifat terbatas dan hanya dapat diakses oleh orang-orang yang telah diberikan kewenangan.

4. Interaksi Organik dengan User

Keterlibatan AI juga terasa dalam sektor layanan pelanggan, seperti yang disinggung sebelumnya. Keberadaan AI dalam bentuk chatbot membantu bisnis dapat berinteraksi dengan user-nya, dengan cara yang terasa organik.

Meski memang faktanya belum didapatkan teknologi yang dapat benar-benar menirukan interaksi antara manusia dan manusia, namun setidaknya jawaban yang diberikan pada sistem layanan pelanggan ini sudah terasa lebih organik, alih-alih jawaban sistem yang kaku dan membosankan.

Identifikasi pada kata kunci yang dimasukkan oleh user dalam interaksinya dengan pelanggan dapat diatur sedemikian rupa, sehingga jawaban yang diberikan oleh chatbot dapat terasa senatural mungkin, seperti ketika user berbicara pada staf layanan pelanggan yang ideal.

Use Case yang Penggunaan AI pada Industri Fintech

ai in fintech
Sumber: freepik.com

Setelah melihat penerapannya dalam dunia fintech, maka selanjutnya berikut beberapa use case yang bisa disampaikan terkait dari kehadiran AI in fintech seperti yang dijelaskan di atas.

Secara singkat, berikut contohnya.

  • Laporan keuangan, otomasi pada pembuatan laporan keuangan sangat membantu aktivitas industri fintech. Justru, kemampuan otomasi ini sangat diperlukan secara luas oleh industri, karena AI dapat memproses data keuangan yang masuk, dan mengolahnya menjadi laporan sesuai dengan template yang telah ditentukan sebelumnya. Salah satu pelaku yang besar di sektor ini adalah Wealthfront.
  • Customer experience, use case selanjutnya bisa dilihat pada penggunaan chatbot dalam rangka meningkatkan pengalaman pelanggan yang lebih baik. Tidak hanya itu penggunaan AI juga dapat membantu dalam pengumpulan data, ketika user diminta berfoto bersama dengan kartu identitas yang dimilikinya. Ekstraksi data dari kartu identitas dapat dilakukan dengan cepat menggunakan teknologi OCR. Untuk bagian ini, Anda dapat menemukannya langsung di produk milik Verihubs.
  • Fraud detection, untuk contoh penerapannya dalam fraud detection sendiri dapat dengan mudah dilihat pada berbagai metode verifikasi dan autentifikasi pengguna saat melakukan pendaftaran atau permintaan akses. Sistem yang digunakan dapat menggunakan nomor telepon, verifikasi wajah, dan sebagainya. Anda juga dapat menemukan produk berbasis ini dari Verihubs.
  • Analisis data, di sektor analisis data sendiri peran AI akan besar pada input data, pengolahan, dan menghasilkan output berupa forecast, laporan pada performa terdahulu di berbagai sektor, dan lain sebagainya. Anda dapat menemukan produk dengan basis AI untuk pengolahan data dari Prefios, sebuah perusahaan besar yang fokus pada bidang tersebut.

Baca Juga: AI Face Recognition, Kini dan Nanti 

Pada konteks kehadiran AI in fintech sebenarnya akan memiliki spektrum bahasan yang sangat luas, mengingat banyak sekali teknologi yang dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Manfaat yang dibawanya juga akan sangat terasa ketika digunakan dengan baik, sesuai dengan konteks dan kebutuhan perusahaan. Seperti yang diungkapkan di atas, Anda dapat memperoleh beberapa produk berbasis AI untuk bisnis fintech yang Anda miliki dari Verihubs. Handal, solid, dan benar-benar fleksibel, Anda dapat memperoleh informasi dari produk terbaik kami langsung dengan menghubungi layanan pelanggan. Gunakan Verihubs sekarang, dan maksimalkan benefit AI dalam bisnis Anda!

Artikel Terbaru Kami

contoh ocr

Ini Dia Contoh OCR (Optical Character Recognition) & Cara Kerjanya!

bisnis yang menguntungkan

13 Rekomendasi Peluang Bisnis yang Menguntungkan Saat Ini

manfaat sertifikat elektronik

Manfaat Sertifikat Elektronik: Jenis & Contohnya!