Verihubs Logo
Home Blog Apa Itu Biometrik? Fungsi, Contoh, dan Cara Kerjanya
7 min read Published on September 30, 2022

Apa Itu Biometrik? Fungsi, Contoh, dan Cara Kerjanya

Apa Itu Biometrik? Fungsi, Contoh, dan Cara Kerjanya

Transformasi digital meningkatkan risiko keamanan bisnis. Laporan Verizon menunjukkan lebih dari 70 persen kebocoran data melibatkan faktor manusia dan pencurian kredensial, dengan sekitar 22 persen insiden dipicu langsung oleh penyalahgunaan kata sandi. Dampaknya adalah kerugian finansial dan gangguan operasional yang signifikan.

Kondisi ini menegaskan bahwa keamanan berbasis kata sandi tidak lagi cukup. Biometrik menjadi solusi strategis dengan mengaitkan identitas digital pada karakteristik unik manusia, sehingga membantu bisnis menekan risiko fraud dan menjaga kepercayaan digital.

Key Highlight Face Recognition

  1. Akurasi verifikasi tinggi untuk mendukung keputusan bisnis yang presisi
  2. Sertifikasi internasional yang memperkuat kepercayaan regulator dan mitra
  3. Perlindungan data berlapis dengan standar keamanan global
  4. Integrasi fleksibel ke dalam sistem digital perusahaan

Mengenal Apa Itu Biometrik?

Biometrik adalah teknologi yang menggunakan karakteristik biologis dan perilaku manusia untuk proses identifikasi dan verifikasi identitas. Karakteristik ini meliputi wajah, sidik jari, suara, iris mata, hingga pola perilaku seperti cara mengetik atau berbicara. 

Lantaran melekat secara alami pada individu, biometrik memberikan tingkat kepastian identitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan metode autentikasi konvensional.

Dalam konteks bisnis modern, biometrik berfungsi sebagai jembatan antara keamanan dan pengalaman pengguna. Sistem ini memungkinkan perusahaan memverifikasi identitas secara real time tanpa membebani pelanggan dengan proses manual yang panjang. 

Pendekatan ini membuat biometrik sangat relevan bagi industri yang menuntut akurasi tinggi, kepatuhan regulasi, serta efisiensi operasional secara bersamaan.

Bagaimana Cara Kerja Biometrik?

Setidaknya ada tiga cara utama bagaimana biometrik bekerja, yakni sebagai berikut.

1. Pengambilan Data Biometrik

Tahap awal dalam sistem biometrik adalah pengambilan data atau enrollment. Pada fase ini, sistem merekam karakteristik biometrik individu menggunakan perangkat sensor seperti kamera, pemindai sidik jari, atau mikrofon. Data mentah kemudian diproses menjadi template biometrik berbentuk representasi matematis, bukan gambar atau suara mentah.

Pendekatan ini penting dari sisi keamanan data. Template biometrik dirancang agar tidak dapat direkonstruksi kembali menjadi bentuk asli. Dengan demikian, meskipun terjadi kebocoran sistem, data biometrik tetap terlindungi dan tidak dapat disalahgunakan secara langsung.

2. Proses Pencocokan dan Verifikasi

Setelah template biometrik tersimpan, sistem akan melakukan proses pencocokan saat pengguna melakukan autentikasi. Data biometrik baru yang diambil akan dibandingkan dengan template yang tersimpan menggunakan algoritma pembelajaran mesin. Hasilnya berupa tingkat kecocokan dalam persentase tertentu.

Dalam praktik bisnis, terdapat dua skema utama. Pertama verifikasi satu banding satu untuk memastikan seseorang adalah pemilik identitas yang diklaim. Kedua identifikasi satu banding banyak untuk mencari kecocokan dalam basis data besar. Kedua skema ini digunakan sesuai kebutuhan operasional dan tingkat risiko yang dihadapi perusahaan.

3. Pengambilan Keputusan Berbasis Risiko

Tahap akhir adalah pengambilan keputusan. Sistem biometrik modern tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan kerangka manajemen risiko digital. Skor kecocokan biometrik dikombinasikan dengan sinyal lain seperti perangkat, lokasi, dan perilaku transaksi.

Pendekatan berbasis risiko ini memungkinkan perusahaan menerapkan kontrol adaptif. Transaksi berisiko rendah dapat diproses cepat, sementara aktivitas mencurigakan akan memicu verifikasi tambahan. Dengan cara ini, biometrik berkontribusi langsung pada pencegahan fraud tanpa mengorbankan kelancaran bisnis.

Contoh Penggunaan Biometrik pada Bisnis

Adapun contoh pengaplikasian biometrik pada beragam lini bisnis sebagai berikut.

1. Biometrik di Industri Perbankan

Perbankan digital mengandalkan biometrik untuk proses onboarding nasabah, autentikasi login, dan otorisasi transaksi bernilai besar. Face recognition dan voice recognition membantu memastikan bahwa hanya pemilik sah yang dapat mengakses rekening dan layanan finansial.

Menurut riset dari Juniper Research, penggunaan biometrik di sektor perbankan diproyeksikan mengurangi kerugian akibat fraud hingga miliaran dolar secara global. Bagi bank, biometrik bukan hanya alat keamanan, tetapi juga sarana membangun kepercayaan jangka panjang dengan nasabah.

2. Biometrik di Industri Asuransi

Dalam industri asuransi, biometrik berperan penting pada proses verifikasi pemegang polis dan klaim. Autentikasi berbasis wajah membantu mencegah klaim fiktif, identitas ganda, dan penyalahgunaan data pribadi.

Penerapan biometrik juga mempercepat proses klaim. Verifikasi identitas yang sebelumnya memakan waktu berhari hari kini dapat dilakukan dalam hitungan menit. Efisiensi ini berdampak langsung pada kepuasan nasabah dan pengendalian biaya operasional perusahaan asuransi.

3. Biometrik di Fintech dan Ekosistem Digital

Perusahaan fintech menghadapi tantangan fraud yang sangat dinamis. Biometrik digunakan untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi KYC sekaligus melindungi transaksi digital bernilai tinggi. Face recognition dan liveness detection menjadi standar baru dalam verifikasi identitas jarak jauh.

Laporan McKinsey menyebutkan bahwa perusahaan digital yang mengadopsi autentikasi biometrik cenderung memiliki tingkat fraud lebih rendah dibandingkan yang mengandalkan kata sandi saja. Hal ini menjadikan biometrik sebagai diferensiasi kompetitif di pasar fintech yang semakin padat.

Manfaat dan Fungsi Biometrik untuk Bisnis

Apa sajakah manfaat penggunaan keamanan biometrik untuk bisnis?

1. Meningkatkan Akurasi Identitas

Biometrik mengurangi ketergantungan pada data yang mudah dicuri atau dipalsukan. Karakteristik biologis bersifat unik dan konsisten, sehingga memberikan tingkat akurasi identitas yang lebih tinggi. Hal ini sangat penting bagi organisasi yang harus memastikan bahwa setiap keputusan bisnis didasarkan pada identitas yang valid.

Akurasi ini juga mendukung kepatuhan terhadap regulasi anti pencucian uang dan perlindungan konsumen. Dengan identitas yang terverifikasi secara kuat, risiko sanksi dan kerugian reputasi dapat ditekan.

2. Mengurangi Risiko Fraud Digital

Fraud modern memanfaatkan celah pada autentikasi berbasis kredensial. Biometrik menutup celah tersebut dengan mengikat identitas pada individu nyata. Studi dari Deloitte menunjukkan bahwa organisasi yang menerapkan autentikasi biometrik mengalami penurunan signifikan pada insiden pengambilalihan akun.

Pendekatan ini membantu tim pencegahan fraud beralih dari reaktif menjadi proaktif. Alih alih menangani kerugian, perusahaan dapat mencegah fraud sebelum terjadi.

3. Meningkatkan Efisiensi Operasional

Otomatisasi verifikasi identitas melalui biometrik mengurangi beban kerja manual. Proses yang sebelumnya membutuhkan banyak sumber daya kini dapat dijalankan secara digital dan terukur. Efisiensi ini berdampak langsung pada penghematan biaya dan percepatan time to market produk baru.

Bagi organisasi berskala besar, efisiensi ini berarti kemampuan menangani volume transaksi tinggi tanpa menambah kompleksitas operasional.

4. Meningkatkan Pengalaman Pengguna

Keamanan sering dianggap bertentangan dengan kenyamanan. Biometrik membalik paradigma tersebut. Autentikasi yang cepat dan intuitif meningkatkan pengalaman pengguna tanpa mengorbankan keamanan.

Pengalaman yang mulus ini berkontribusi pada loyalitas pelanggan. Dalam industri berbasis kepercayaan, pengalaman positif menjadi faktor penting dalam mempertahankan hubungan jangka panjang.

Face Recognition, Solusi Keamanan Biometrik dari Verihubs

Sebagai perusahaan penyedia solusi KYC dan verifikasi identitas digital, Verihubs menghadirkan teknologi Face Recognition yang dirancang untuk kebutuhan bisnis berisiko tinggi. Solusi ini telah bersertifikat NIST FRTE untuk skema satu banding satu dan satu banding banyak, menunjukkan kinerja yang diakui secara internasional.

Teknologi face recognition Verihubs mencatat tingkat akurasi verifikasi hingga 99.95 persen pada dataset LFW serta meraih peringkat teratas dari Indonesia dalam hal kecepatan dan ketepatan. 

Selain itu, Verihubs juga mengantongi sertifikasi ISO 27001 yang memastikan pengelolaan keamanan informasi sesuai standar global. Dengan kombinasi akurasi, kecepatan, dan kepatuhan, solusi ini membantu bisnis melindungi data sensitif sekaligus menjaga kelancaran operasional.

FAQ Seputar Biometrik

  • Apa itu biometrik dan mengapa penting bagi bisnis?

Biometrik adalah metode verifikasi identitas berbasis karakteristik unik manusia. Penting bagi bisnis karena memberikan tingkat keamanan dan akurasi lebih tinggi dibandingkan metode tradisional.

  • Apakah data biometrik aman digunakan?

Data biometrik modern disimpan dalam bentuk template terenkripsi. Dengan standar keamanan dan sertifikasi internasional, risiko penyalahgunaan dapat diminimalkan.

  • Apakah biometrik cocok untuk industri dengan regulasi ketat?

Biometrik justru sangat relevan untuk industri yang diatur ketat karena membantu memenuhi persyaratan kepatuhan sekaligus mengurangi risiko fraud.

  • Bagaimana biometrik membantu pencegahan fraud?

Dengan mengikat identitas pada individu nyata, biometrik mencegah penggunaan identitas palsu dan pengambilalihan akun secara efektif.

Lihat Blog