Produk
Phone Number Verification
Phone Number Verification
Verifikasi nomor telepon pengguna secara real-time.
Phone Number Verification
Phone Number Verification
Identity Verification
Identity Verification
Verifikasi Identitas Pengguna dengan sumber data yang terpercaya.
Identity Verification
Identity Verification
Biometric Verification
Biometric Verification
Kenali identitas wajah pengguna dengan teknologi Artificial Intelligence.
Biometric Verification
Biometric Verification
Business Verification
Business Verification
Hindari risiko bisnis dengan mengenali rekan bisnis anda.
Business Verification
Business Verification
Employee Verification
Employee Verification
Verifikasi identitas lengkap untuk calon karyawan.

Sudahkah Anda Paham Apa Itu BI Checking? Simak Penjelasannya di Sini!

bi-checking

Di era modern seperti sekarang ini, tidak sedikit pihak yang ingin mengajukan kredit kepada lembaga keuangan untuk memenuhi berbagai keperluannya. Dalam proses pengajuan kredit atau utang ini, akan dilakukan proses yang disebut BI Checking sebagai salah satu prosedur wajib.

Tapi apa sebenarnya BI Checking ini? Apa fungsinya sehingga harus dilakukan dalam proses pengajuan kredit? Setelah itu, bagaimana cara mengakses BI Checking untuk mengetahui riwayat atau nilai yang dimiliki seseorang yang mengajukan kredit?

Secara lebih jelas, satu per satu pertanyaan tersebut akan dibahas dalam ulasan singkat di setiap poin berikut ini.

Mengenal Apa Itu BI Checking

bi checking
Sumber : freepik.com

BI Checking merupakan Informasi Debitur Individual (IDI) Historis yang mencatat lancar atau tidaknya pembayaran kredit. Awalnya hal ini adalah sebuah layanan informasi riwayat kredit yang disebut dengan Sistem Informasi Debitur (SID). Di dalam sistem informasi ini terpapar jelas informasi kredit nasabah yang bisa diakses oleh berbagai bank dan lembaga keuangan.

Informasi yang kemudian dapat diakses antara lain adalah identitas dari debitur, pemilik dan pengurus  badan usaha yang menjadi debitur, jumlah pembiayaan yang diterima, serta riwayat pembayaran cicilan kredit baik lancar atau macet.

Setiap bank dan lembaga keuangan akan terdaftar pada Biro Informasi Kredit, dan bisa mengakses seluruh informasi yang ada pada SID. Secara berkala, Bank Indonesia mengintegrasikan dan mengumpulkan data ini untuk masuk ke dalam SID tersebut.

Sebagai catatan, SID kini sudah berganti nama menjadi Sistem Layanan informasi Keuangan atau SLIK. Hal ini karena fungsi pengawasan perbankan kini dijalankan oleh OJK.

Jadi pada intinya, BI Checking adalah sebuah sistem informasi terpadu yang memuat data identitas debitur yang pernah mengajukan pinjaman ke bank atau lembaga keuangan, dan catatan riwayat angsuran yang dibayarkan.

Fungsi Keberadaan BI Checking di Dunia Perbankan Indonesia

bi checking
Sumber : freepik.com

Secara mendasar, ada beberapa fungsi yang dijalankan BI Checking pada dunia perbankan Indonesia.

  • Pertama jelas, fungsi dari sistem informasi terpadu ini adalah untuk mengumpulkan semua data debitur yang pernah mengajukan kredit ke bank atau lembaga keuangan. Sebagai database yang dikelola langsung oleh lembaga keuangan resmi negara, kerahasiaan informasinya terjamin dan akses terhadap informasi ini memiliki regulasi yang ketat.
  • Kedua, acuan penilaian bank dan lembaga keuangan ketika menyikapi pengajuan kredit. Karena riwayat debitur bisa dilihat dengan jelas, maka lembaga keuangan bisa melakukan penilaian apakah calon debitur yang ada di hadapannya ini memiliki kredibilitas yang diperlukan untuk mendapatkan pinjaman.
  • Ketiga, sebagai dasar analisa pengajuan kredit yang diajukan, dan analisa kemampuan debitur dalam mengembalikan utang yang dimilikinya. Mulai dari kedisiplinan, jumlah yang dipinjam, kemampuan membayar, dan lain sebagainya.

Untuk Bisa Mengakses BI Checking, Ini Cara yang Dapat Dilakukan

bi checking
Sumber : freepik.com

Untuk memeriksa informasi di BI Checking, sebenarnya bisa dilakukan oleh siapa saja. Akses ke informasi tersebut juga bisa diberikan OJK melalui sistem SLIK yang dikelolanya, secara langsung atau secara online.

Cara Melihat secara Langsung

  • Siapkan kartu identitas asli untuk debitur perorangan, atau fotokopi identitas badan usaha dan identitas pengurus dengan menunjukkan identitas asli badan usaha jika merupakan debitur badan usaha.
  • Datangi kantor OJK di Jakarta atau kantor perwakilan OJK lain di daerah.
  • Isi formulir permohonan SID atau SLIK yang ada di kantor OJK.
  • Jika dokumen dinilai lengkap, maka petugas OJK akan melakukan pencetakan hasil iDEB (informasi debitur).

Cara Melihat Informasi secara Online

  • Buka laman permohonan SLIK di https://konsumen.ojk.go.id/minisitedplk/registrasi.
  • Isi formulir dan nomor antrean.
  • Unggah foto hasil scan dokumen yang dibutuhkan (serupa dengan dokumen yang diperlukan dalam cara pertama tadi).
  • Jika seluruhnya sudah diselesaikan, klik tombol ‘Kirim’ setelah sebelumnya mengisi kolom captcha.
  • tunggu email konfirmasi dari OJK berisi bukti registrasi antrean SLIK online.
  • OJK akan memproses data yang masuk dan melakukan verifikasi. Pemohon akan menerima pemberitahuan dari OJK berupa hasil verifikasi antrean SLIK online paling lambat H-2 dari tanggal antrean.
  • Jika data yang disampaikan valid, maka pemohon bisa mencetak formulir pada email dan memberikan tanda tangan sebanyak 3 kali.
  • Foto dan san formulir yang sudah ditandatangani, lalu kirim ke nomor WhatsApp yang tertera pada email beserta swafoto dengan menunjukkan KTP yang jelas.
  • OJK akan melakukan verifikasi lanjutan via WhatsApp dan melakukan video call apabila diperlukan.
  • Jika memenuhi syarat, OJK akan mengirimkan hasil iDEB SLIK melalui email.

Tambahan, Skor Kredit yang Ada pada BI Checking

bi checking
Sumber : freepik.com

Pada BI Checking, terdapat lima kelompok skor kredit yang bisa diberikan pada masing-masing debitur. Semakin kecil skornya, maka semakin baik nilainya.

  • Kredit Lancar dengan Skor 1, debitur selalu memenuhi kewajiban untuk membayar cicilan setiap bulan lengkap beserta bunga hingga lunas tanpa tunggakan.
  • Kredit Dalam Pengawasan atau DPK dengan Skor 2, debitur tercatat menunggak cicilan kredit 1 hingga 90 hari.
  • Kredit Tidak Lancar dengan Skor 3, debitur tercatat menunggak cicilan kredit 91 sampai 120 hari.
  • Kredit DIragukan dengan Skor 4, debitur tercatat menunggak cicilan 121 sampai 180 hari.
  • Kredit Macet dengan Skor 5, debitur tercatat menunggak cicilan kredit lebih dari 180 hari.

Itu tadi sedikit informasi mengenai BI Checking yang wajib dipahami oleh pengusaha atau pribadi yang mungkin dalam waktu dekat akan mengajukan kredit ke lembaga keuangan. Semoga berguna, dan selamat melanjutkan aktivitas Anda! Ikuti artikel terbaru di laman blog Verihubs, dan dapatkan informasi menarik setiap saat!