Hindari! Contoh Bisnis Pencucian Uang dengan Risiko Besar

January 20, 2024
Hindari! Contoh Bisnis Pencucian Uang dengan Risiko Besar

Pencucian uang atau money laundering adalah tindak pidana ilegal yang menghasilkan uang dalam jumlah besar dari kegiatan kriminal, seperti perdagangan narkoba, korupsi, hingga kegiatan teroris. Aksi money laundering ini cukup marak terjadi di Indonesia sampai saat ini. 

Ada banyak sekali contoh bisnis yang kerap dijadikan tempat money laundering, bahkan mungkin tidak pernah Anda sangka. Apa saja itu? Lalu, bagaimana cara kerjanya? Yuk, simak uraian lengkapnya di artikel ini!

9 Ciri Bisnis Pencucian Uang

Berikut ini beberapa ciri bisnis yang menjadi tempat money laundering.

1. Tiba-Tiba Bisnis Jadi Sangat Besar

Bisnis money laundering biasanya akan menjadi sangat besar dalam waktu yang singkat. Maka dari itulah, pemilik bisnis ini biasanya akan sangat terkenal dan menyedot banyak perhatian. Nah, Anda perlu berhati-hati untuk berinvestasi pada bisnis seperti ini ya. 

2. Penggunaan Transaksi Finansial yang Rumit

Ciri bisnis pencucian uang selanjutnya yaitu biasanya menggunakan transaksi finansial yang rumit. Transaksi tersebut bisa berupa transfer uang, investasi, hingga pembelian aset berharga. Ini mereka lakukan untuk membuat jejak uang ilegal sulit dilacak.

3. Easy Money dan Penggunaan Aset yang Tidak Biasa

Pelaku money laundering akan terlihat sangat mudah mendapatkan uang dan sering menggunakan aset yang tidak biasa. Ini karena mereka cenderung akan sering membeli barang-barang mewah sebagai cara untuk menyembunyikan uang ilegal tersebut. 

4. Selalu Punya Alibi

Bisnis ini biasanya akan selalu memiliki banyak alasan untuk meyakinkan orang lain, terutama mengenai harta mereka. Padahal, jika dihitung, keuntungan bisnis yang dijalankan tidak akan masuk akal dengan aset yang berhasil dibeli. 

5. Keterlibatan Lembaga Keuangan Offshore

Bisnis pencucian uang sering sekali melibatkan lembaga keuangan dari luar negeri. Ini mereka lakukan sebagai langkah untuk menyembunyikan aset dan transaksi yang mencurigakan. 

6. Tidak Memiliki Keahlian Bisnis

Pelaku money laundering biasanya memiliki bisnis yang tumbuh besar, tetapi mereka terlihat tidak memiliki keahlian bisnis. Jika Anda menemukan bisnis yang mencurigakan seperti ini, sebaiknya Anda menghindarinya.

7. Tiba-Tiba Bermasalah

Ciri bisnis pencucian uang selanjutnya yaitu tiba-tiba mengalami masalah. Masalahnya cukup beragam, mulai dari narkoba, seksual harassment, hingga tindakan kriminal lainnya.

8. Membangun New Empire

Bisnis money laundering akan cenderung membuat kerajaan baru. Maksudnya, akan ada pola di mana orang akan cenderung banyak yang berinvestasi di sana dan meninggalkan bisnis konvensional mereka.

9. Mengaku Modalnya dari Warisan

Pelaku bisnis ini cenderung akan mengaku mendapatkan modal dari warisan. Selain itu, mereka juga sering mengaku mendapatkan modal dari keahlian mereka dalam berbisnis yang sulit dipahami oleh orang lain, seperti trading kripto. Ini mereka lakukan hanya untuk menarik perhatian orang saja, padahal tidak benar.

Contoh Bisnis Pencucian Uang Terbesar di Indonesia

Ada cukup banyak kasus pencucian uang di Indonesia, namun ada 3 contoh bisnis terbesar yang paling terkenal dan telah merugikan negara cukup besar, yaitu

1. Kasus Penyerobotan Lahan Kelapa Sawit

Kasus ini berupa penyerobotan lahan negara untuk perkebunan kelapa sawit di Riau seluas 37.095 hektare oleh Grup Duta Palma sepanjang 2003-2022. Surya Darmadi merupakan pemilik PT Duta Palma yang menjadi tersangka utama atas tindak pidana korupsi dan pencucian uang.

Akibat dari kasus ini, negara mengalami kerugian sebesar Rp104.100.000.000.000,00. Tidak hanya Surya yang terlibat, tetapi ada Raja Thamsir Rachman yang merupakan mantan Bupati Indragiri Hulu dan yang turut membantu Surya Darmadi. 

2. Pengolahan Kondensat Ilegal 

Kasus kedua ini terjadi di kilang minyak di Tuban, Jawa Timur. Adapun Kerugian negara akibat dari kasus ini yaitu mencapai US$ 2.700.000.000,00 atau setara Rp35.000.000.000.000,00. 

Ada cukup banyak orang yang terlibat di kasus money laundring ini, antara lain Mantan ketua BP Migas, mantan Direktur Utama PT Trans Pacific Petrochemical Indonesia (TPPI), dan mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas. Berturut-turut atas nama Raden Priyono, Honggo Wendratno, dan Djoko Harsono. 

3. Korupsi Asabri

Contoh bisnis pencucian uang terbesar di Indonesia selanjutnya yaitu kasus korupsi Asabri yang merugikan negara hingga Rp22.780.000.000.000,00. Adapun orang-orang yang terjerat kasus ini, antara lain Komisaris PT Hanson International Tbk dan pemilik PT Hokindo Mediatama.

Cara Kerja Bisnis Pencucian Uang

Secara umum, ada tiga tahapan cara kerja bisnis ini di Indonesia, antara lain

1. Penempatan

Cara kerja pencucian uang di Indonesia pertama adalah dengan penempatan secara diam-diam uang ilegal ke dalam sistem keuangan yang legal. Mekanismenya biasanya dengan melibatkan pengubahan mata uang menjadi bentuk lain. 

2. Pelapisan

Pada tahap ini, pelaku akan menyembunyikan sumber uang melalui serangkaian transaksi. Mereka akan memindahkan uang dari satu bank ke bank lainnya dan dari satu negara ke negara lainnya, hingga benar-benar tidak bisa dilacak oleh para penegak hukum.

3. Integrasi

Cara kerja bisnis pencucian uang yang terakhir adalah dengan integrasi. Pada tahapan ini, uang yang dicuci akan ditarik dari rekening yang legal. Kemudian, penjahat akan menggabungkan uang tersebut dengan dana yang berasal dari sumber yang sah, sehingga orang akan kesulitan dalam memisahkannya. 

Barulah, setelah mencapai tahapan ini, pelaku bisa menggunakan dana tersebut secara bebas, tanpa ada yang tahu. Biasanya cara ini akan dilakukan untuk kegiatan-kegiatan kriminal, seperti yang paling umum untuk terorisme. 

Baca Juga: Cegah Foto KTP Asli Disalahgunakan Pinjaman Online! Ini Caranya

Cara Mencegah Bisnis Pencucian Uang

Sebagai upaya tindakan pencegahan bisnis pencucian uang, bisa terapkan cara-cara sebagai berikut. 

  1. Memberikan identitas dan informasi Anda secara tepat dan benar ke lembaga jasa keuangan.
  2. Hindari membeli harta tanpa mengetahui asal-usulnya terlebih dahulu.
  3. Hindari menerima dana yang tidak diketahui darimana asal-usulnya.
  4. Menggunakan aplikasi watchlist screening untuk mengidentifikasi user yang mencurigakan.
  5. Tidak menyimpan dana orang lain pada rekening pribadi, terutama yang Anda sendiri tidak terlalu dekat
  6. Hindari terlibat dalam pendanaan yang berkaitan dengan kriminalitas, seperti kejahatan atau terorisme.
  7. Berdiskusi dengan Aahli terkait cara money laundering dan cara pencegahannya.

Sudah Lebih Mengenal Bisnis Pencucian Uang?

Bisnis money laundering sangat merugikan, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain dan negara, jadi sebaiknya Anda hindari. Anda bisa menggunakan cara mencegah pencucian uang seperti ulasan di atas. Namun, karena kecanggihan teknologi seperti saat ini, sebaiknya Anda tidak menskip aplikasi watchlist

Ini karena aplikasi watchlist screening akan sangat membantu untuk mengidentifikasi user atau pelanggan yang terindikasi melakukan pencucian uang. Verihubs merupakan salah satu penyedia watchlist screening terbaik yang bisa mengcover user skala lokal bahkan internasional. 

Data yang ditampilkan Verihubs pun sangat lengkap, mulai dari tanggal lahir, jabatan, alamat, hingga bahkan ada informasi riwayat kriminalitas pengguna. Data yang disajikan Verihubs pun kami jamin up-to-date, komprehensif, serta Anda hanya cukup bayar 1 kali untuk pemakaian aplikasi selama 1 tahun.

Ini pastinya sangat membantu Anda dalam mencegah bahaya money laundering yang sedang marak saat ini. Pasalnya, aplikasi watchlist screening mampu mengidentifikasi pelaku hingga orang terdekat pelaku yang berpotensi terlibat.