Produk
Phone Number Verification
Phone Number Verification
Verifikasi nomor telepon pengguna secara real-time.
Phone Number Verification
Phone Number Verification
Identity Verification
Identity Verification
Verifikasi Identitas Pengguna dengan sumber data yang terpercaya.
Identity Verification
Identity Verification
Biometric Verification
Biometric Verification
Kenali identitas wajah pengguna dengan teknologi Artificial Intelligence.
Biometric Verification
Biometric Verification
Business Verification
Business Verification
Hindari risiko bisnis dengan mengenali rekan bisnis anda.
Business Verification
Business Verification
Employee Verification
Employee Verification
Verifikasi identitas lengkap untuk calon karyawan.

Penting! Pahami 7 Cara Melaporkan Penipuan Online Berikut Ini

cara melaporkan penipuan online

Salah satu serangan cyber crime yang menghantui masyarakat di era digital ini adalah penipuan online. Penipuan online adalah salah satu bentuk kejahatan penggunaan layanan internet atau software dengan akses internet untuk menipu atau mengambil keuntungan dari korban. Misalnya mencuri informasi personal yang bisa memicu pencurian identitas. Layanan internet memang bisa digunakan untuk memperdayai korban atau melakukan transaksi penipuan. Penipuan online ini bisa terjadi di ruang chat, media sosial, email, hingga website. Seperti yang telah diketahui bahwa layanan internet dan website membawa kemudahan di segala aspek. Mulai dari membayar tagihan, berbelanja, melakukan reservasi online, hingga melakukan pekerjaan, dan lain sebagainya. Lantas, bagaimana cara melaporkan penipuan online jika Anda tengah mengalaminya? 

Sebelum mengetahui cara melaporkan penipuan online, alangkah lebih baik jika Anda mengetahui jenis-jenis penipuan online terlebih dahulu. 

Mengenal Jenis-Jenis Penipuan Online

cara melaporkan penipuan online

Ada beberapa aktivitas yang sangat rentan berisiko serangan kejahatan online, yairu ketika berbelanja online, memeriksa email, hingga mengakses media sosial. Maka itu, Anda perlu tahu apa saja jenis penipuan online yang paling populer dan teknik yang digunakan penjahat siber untuk mendapatkan informasi pribadi dan data finansial Anda. Berikut ini jenis-jenis penipuan online yang sering terjadi:

1. Email phishing

Penipuan online jenis phishing ini didasarkan pada komunikasi yang dibuat melalui email atau jaringan media sosial. Penipu akan mengirimkan sebuah pesan dan mencoba memperdaya korban supaya memberikan akses login dari akun bank, media sosial, akun kerja, atau data personal lain yang berharga bagi mereka. Untuk menjalankan aksi ini, email phishing dibuat seperti berasal dari sumber resmi, bisa dari bank, lembaga keuangan lain, perwakilan perusahaan, ataupun jejaring sosial. Dengan begitu, penipu akan membujuk korbannya untuk klik tautan dan mengakses website yang terlihat resmi, padahal sebenarnya palsu dan dikontrol oleh mereka. Kemudian, korban akan digiring ke akses login palsu yang mirip dengan website asli. Jika tidak cermat, maka korban bisa memberikan akses login dan informasi personal lainnya. 

Agar modus penipuan ini berhasil, biasanya penipu akan menciptakan rasa ketergesaan. Mereka akan memberitahukan informasi palsu, misalnya akun bank Anda sedang berada di bawah ancaman dan Anda perlu segera mengakses sebuah halaman website di mana harus memasukkan data pribadi untuk mengkonfirmasi identitas atau akun. Link yang diberikan akan mengarahkan ke website palsu. Setelah mengisi data rahasia, maka penipu akan menggunakannya untuk menerobos akun bank asli atau menjualnya ke pihak ketiga.

2. Penipuan online pencucian uang

Penipuan pencucian uang ini sebenarnya merupakan skema kejahatan yang paling tua dan populer. Kebanyakan dari Anda mungkin telah menjumpainya di inbox email. Pasalnya, penipuan ini masuk kategori model lama, di mana ada banyak bentuk variasinya. Penipuan biasanya bermula dari pesan email dari anggota pemerintah resmi, wirausahawan, hingga anggota keluarga yang meminta korban memberi bantuan untuk mengambil sejumlah uang dari bank, dengan sebelumnya membayarkan biaya untuk pengurusan dokumen. Sebagai imbalan dari bantuan, penipu akan menjanjikan jumlah uang yang sangat besar.

Tentunya ini baru awalnya saja, sebab setelahnya, mereka akan meminta korban untuk membayar lebih untuk layanan tambahan, seperti biaya transfer. Korban bahkan akan menerima dokumen untuk membangun kepercayaan. Pada akhirnya, korban akan menderita kerugian tanpa mendapatkan uang yang dijanjikan. Bahkan ada juga kasus di mana tidak hanya uang yang hilang, tapi juga nyawa pun melayang. 

3. Penipuan pinjaman online dari bank

Masa-masa sulit akan membuat orang tergiur oleh tawaran berupa pinjaman uang. Ingat, tetaplah menggunakan akal sehat untuk menilai apakah ini benar atau penipuan. Pikirkan kembali, bagaimana mungkin sebuah bank menawarkan uang pinjaman dalam jumlah yang banyak tanpa mengetahui kondisi keuangan masing-masing orang. Meskipun sepertinya tidak mungkin ada orang yang akan tertipu dengan cara ini, namun pada kenyataannya masih banyak orang yang kehilangan uang untuk membayar biaya dengan metode pinjaman online.

4. Penipuan memenangkan hadiah atau undian

Satu lagi bentuk penipuan klasik yang tidak pernah hilang, yaitu penipuan undian yang dikirim melalui pesan email, chat, sosial media, dan lain sebagainya.  Korban akan diberikan informasi bahwa telah memenangkan uang dalam jumlah banyak, dan hanya perlu membayar biaya yang sedikit jumlahnya. Korban mungkin akan merasa sangat beruntung, meskipun sebelumnya tidak ingat kalau pernah mengikuti undian. Kemudian dengan mudahnya korban akan tergiur untuk melakukan apa saja yang diminta oleh pelaku, demi mendapatkan hadiah undian palsu yang dijanjikan.

5. Software antivirus palsu

Anda pasti pernah setidaknya sekali melihat pesan ini pada layar komputer “Komputer Anda terinfeksi. Silakan unduh antivirus X sekarang untuk melindunginya!”. Pop-up semacam ini dengan sangat baik dibuat mirip dengan pesan sebenarnya yang akan Anda dapat dari Window atau produk keamanan normal. Jika Anda beruntung, maka tidak akan terjadi apa-apa selain hoax yang mengganggu dengan menampilkan pop-up pada layar ketika  melakukan browsing. Untuk menyingkirkan pop-up menyebalkan ini, Anda bisa scan sistem menggunakan produk antivirus yang baik. Namun sayangnya, penipuan software antivirus palsu ini juga sering menyisipi malware untuk masuk ke sistem, seperti Trojan ataupun sejenisnya. Pesan semacam ini bisa memblokir sistem operasi dan kemudian pelaku akan meminta sejumlah uang sebagai ganti untuk membukanya kembali.

Selain kelima jenis penipuan online yang telah disebutkan di atas, sebenarnya masih ada jenis lainnya. Termasuk penipuan travel agent, profil Facebook, kencan online, dan masih banyak lagi lainnya. Anda harus selalu waspada terhadap segala macam penipuan online. Tapi, bagaimana jika ternyata Anda mengalaminya? Jangan ragu untuk segera melapor! 

Cara Melaporkan Penipuan Online

cara melaporkan penipuan online

Belakangan ini, modus penipuan online semakin berkembang menggunakan sarana yang semakin canggih. Lantas, bagaimana cara melaporkan penipuan online? Harus dipahami, bahwa cyber crime atau penipuan online sudah termasuk tindak kriminal yang dapat dihukum berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Setiap negara sudah membuat dasar hukum dan cara melaporkan penipuan online untuk melindungi seluruh masyarakat.

Bagi korban penipuan online, silakan simak cara-cara ini untuk Anda dapat melaporkan kasus yang sudah terjadi. 

1. Laporkan pihak berwenang

Salah satu cara melaporkan penipuan online terbaik yaitu melapor kepada pihak yang berwenang. Anda bisa menghampiri kantor polisi terdekat dari tempat tinggal, kemudian masuk ke bagian SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu), lalu membuat surat laporan. Perlu diperhatikan bahwa Anda harus menyiapkan beberapa berkas, seperti bukti percakapan dan transaksi dengan pelaku, hingga bukti transaksi finansial.

2. Membuat laporan di Lapor.go.id

Lapor adalah situs resmi yang dikembangkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai sarana bagi masyarakat untuk melakukan aduan dan menyampaikan aspirasinya. Dengan prosedur yang tidak begitu rumit, Anda bisa melaporkan kasus yang tengah Anda alami. Biasanya, membutuhkan waktu selama 3-5 hari untuk situs Lapor memproses aduan.

3. Lapor di Laporku.com

Selain melalui Lapor.go.id, Anda juga bisa melaporkan penipuan online di laman Laporku.com. LaporKu merupakan wadah bagi para pengguna yang hendak melakukan pengecekan, baik itu nomor rekening atau nomor telepon sebelum melakukan transaksi. Pengecekan memang diperlukan untuk meminimalisir tindak penipuan. Selain itu, pengguna juga dapat melakukan pelaporan hal yang dialaminya seperti Telepon Penipuan, SMS penipuan atau spam, dan nomor rekening dari penipu. Silakan laporkan nomor rekening, telepon penipuan, dan SMS penipuan atau spam dengan cara chat WhatsApp di nomor 081999550090.

4. Lapor melalui call center Bank

Setiap penipuan online akan berujung pada data finansial. Maka dari itu, segera amankan akun rekening dengan cara melapor pada call center bank.

5. Lapor ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga bisa menjadi salah satu tempat Anda untuk menyampaikan atau melaporkan pengaduan terkait penipuan secara online. Untuk mengajukan laporan ke OJK, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, seperti mengajukan surat tertulis yang ditujukan pada Anggota Dewan Komisioner OJK di bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen. Bisa juga melakukan pelaporan melalui telepon dengan menghubungi nomor 157 dihari kerja di jam 08.00-17.00 WIB. Selain itu, pengaduan juga bisa dilakukan dengan cara menggunakan form pengaduan online,  atau melalui email konsumen@ojk.go.id.

6. Lapor melalui cekrekening.id

Anda pun dapat melaporkan rekening penipu di situs Cek Rekening agar masyarakat tidak menjadi korban berikutnya. Penggunaan situs yang satu ini juga cukup mudah. Anda hanya perlu membuka situs https://cekrekening.id/ menggunakan smartphone atau laptop. Kemudian masukkan nomor dan nama pemilik rekening, serta nama bank yang digunakan. Dilanjutkan dengan mengisi form yang muncul sampai tuntas. Selain dapat digunakan untuk melaporkan rekening penipu, situs ini juga dapat digunakan untuk mengecek rekening penipu online apakah rekening yang digunakan tersebut merupakan rekening palsu atau tidak.

7. Lapor melalui BRTI

Anda melaporkan penipuan yang terjadi, khususnya yang menggunakan nomor telepon menggunakan BRTI atau Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia. Tujuannya adalah agar nomor tersebut bisa diblokir sehingga tidak ada korban lagi. Cara ini dilakukan untuk memblokir nomor yang digunakan untuk menelepon ataupun mengirimkan pesan penipuan. Cara yang selanjutnya adalah dengan melampirkan semua bukti pendukung bahwa telah terjadi penipuan, mulai dari capture isi pesan, hasil rekaman percakapan, hingga nomor telepon penipu yang digunakan.

Anda bisa masuk pada laman pengaduan layanan.kominfo.go.id, lalu pilih bagian aduan BRTI. Isi beberapa data yang dibutuhkan seperti identitas pelapor, lalu pilih pada kolom pengaduan dan tuliskan isi aduannya. Setelah itu pilih tombol mulai chat, dan nantinya akan ada petugas helpdesk yang meminta Anda untuk melampirkan beberapa bukti. Nantinya petugas akan membuat tiket laporan dan meminta penyelenggara jasa telekomunikasi untuk melakukan pemblokiran nomor tersebut, dan biasanya proses pemblokiran akan dilakukan dalam jangka waktu 1 x 24 jam.

Itulah beberapa cara melaporkan penipuan online yang bisa dilakukan. Memang cukup banyak kasus mengenai penipuan online yang mana banyak korban dirugikan dalam bentuk transfer sejumlah uang, mulai dari jumlah yang kecil hingga jumlah besar. Banyak juga masyarakat yang berharap supaya uang tersebut bisa kembali. Namun sayangnya, sangat kecil kemungkinannya untuk mengembalikan uang tersebut. Bahkan ketika Anda sudah melaporkannya ke kepolisian atau mendatangi bank, penipu biasanya akan secara langsung memindahkan uang tersebut pada rekening lain yang tidak Anda ketahui. Meski begitu, jangan ragu untuk langsung melaporkan penipuan online jika sedang mengalaminya. 

Pentingnya Meningkatkan Cyber Security

Kasus penipuan online terjadi karena adanya celah atau potensi penipuan dalam suatu organisasi. Maka dari itu, sangat penting bagi perusahaan untuk menjalin kerja sama dengan auditor atau pihak eksternal untuk melakukan langkah preventif terhadap potensi penipuan online. Anda bisa mempercayakan masalah ini pada Verihubs. Verihubs ini hadir menawarkan program khusus yang akan membantu Anda menghindari penipuan dengan memeriksa jejak kriminal user secara akurat.

Mari, tingkatkan sistem deteksi dan pencegahan penipuan pada sistem perusahaan Anda, dengan mengandalkan Identity Verification dari Verihubs. Verihubs terintegrasi dengan database pemerintah Indonesia yang terpercaya, sehingga proses verifikasi user akan jauh lebih aman dan akurat. Penasaran, apa saja keunggulan dan bagaimana cara kerja Identity Verification Verihubs? Langsung saja jadwalkan Demo, sekarang dan dapatkan informasinya lengkap!