Verihubs Logo
Home Blog Fraud Prevention Adalah: Cara Kerja dan Lapisannya
8 min read • Published on March 21, 2023

Fraud Prevention Adalah: Cara Kerja dan Lapisannya

Fraud Prevention Adalah: Cara Kerja dan Lapisannya

Fraud prevention adalah rangkaian kontrol untuk menghentikan penipuan sebelum kerugian terjadi. Kontrol ini berjalan di beberapa titik, mulai dari verifikasi identitas saat pendaftaran, pemeriksaan perangkat, hingga penilaian risiko setiap transaksi. Berbeda dengan fraud detection yang menemukan penipuan saat atau setelah terjadi, fraud prevention menutup pintunya lebih dulu.

Apa Itu Fraud Prevention?

Fraud prevention adalah upaya mencegah penipuan dengan menutup peluang pelaku sebelum ia berhasil. Penipuan yang dicegah bisa beragam, dari pemalsuan identitas hingga pengambilalihan akun, seperti kami jelaskan di artikel jenis fraud. Dalam bisnis digital, upaya ini biasanya berbentuk sistem: kumpulan aturan, model, dan pemeriksaan yang berjalan otomatis di setiap interaksi pengguna. Karena itu, istilah fraud prevention system sering muncul di dokumen vendor dan regulasi.

Fraud prevention bukan satu alat. Ia adalah pertahanan berlapis, karena pelaku selalu mencari celah yang paling murah. Bank yang hanya memeriksa transaksi, misalnya, tetap kebobolan oleh akun yang pelaku buka dengan identitas curian sejak awal.

Fraud Prevention vs Fraud Detection

Kedua istilah ini sering tertukar, padahal titik kerjanya berbeda. Fraud prevention bertindak sebelum kerugian terjadi, sedangkan fraud detection menemukan penipuan saat atau setelah transaksi berjalan.

AspekFraud PreventionFraud Detection
WaktuSebelum aksi pelaku berhasilSaat atau setelah transaksi
Contoh kontrolVerifikasi identitas, liveness, cek perangkatPemantauan transaksi, analisis pola, investigasi
HasilAkun atau transaksi berisiko tertolakKasus tertandai untuk tindak lanjut
Biaya kegagalanPengguna asli tertolakDana sudah keluar

Dalam praktik, keduanya saling mengisi. Data dari deteksi, misalnya pola akun yang terbukti curang, kembali menjadi aturan pencegahan. Cara kerja sistem deteksinya kami uraikan di artikel fraud detection system.

Lapisan Fraud Prevention di Sepanjang Siklus Nasabah

Penipuan bisa masuk di beberapa titik. Karena itu, fraud prevention yang efektif memasang kontrol di setiap tahap siklus nasabah, bukan hanya di satu tempat.

TahapRisiko UtamaKontrol Pencegahan
PendaftaranIdentitas curian, identitas sintetis, akun palsu massalVerifikasi NIK, pencocokan wajah, liveness, deteksi deepfake
PerangkatEmulator, ponsel root, aplikasi hasil modifikasiDevice intelligence sebelum aplikasi membuka kamera
LoginPengambilalihan akunAutentikasi wajah untuk perangkat baru atau lokasi tak biasa
TransaksiTransfer ke rekening penampung, pembayaran tak wajarAturan batas, skor risiko, verifikasi ulang untuk nilai besar
Pasca-kejadianPelaku kembali dengan identitas baruDaftar hitam internal, pencarian wajah 1:N

Lapisan pertama paling menentukan. Akun yang lolos pendaftaran dengan identitas palsu akan terlihat sah di semua tahap berikutnya, sehingga kontrol transaksi harus bekerja jauh lebih keras.

Cara Kerja Fraud Prevention Automation System

Fraud prevention automation system adalah sistem yang mengambil keputusan pencegahan secara otomatis, tanpa menunggu petugas. Alurnya umumnya terdiri dari empat langkah.

  1. Kumpulkan sinyal: sistem mengambil data identitas, hasil biometrik, informasi perangkat, lokasi, dan riwayat transaksi.
  2. Nilai risiko: aturan dan model menghitung skor risiko dari sinyal tersebut.
  3. Putuskan: skor rendah langsung lolos, skor menengah masuk tinjauan manual atau verifikasi tambahan, dan skor tinggi tertolak.
  4. Belajar ulang: hasil tinjauan dan kasus terbukti kembali ke sistem untuk memperbarui aturan dan model.

Langkah kedua adalah inti otomatisasinya. Aturan tetap berguna untuk pola yang jelas, misalnya batas nominal. Sementara itu, model menangkap kombinasi sinyal yang terlalu rumit untuk aturan manual. Penjelasan cara skor itu terbentuk ada di artikel fraud scoring.

Contoh Fraud Prevention di Berbagai Industri

Bentuk fraud prevention berbeda di setiap industri, karena modus penipuannya juga berbeda. Berikut empat skenario yang paling sering tim fraud di Indonesia hadapi.

  • Bank digital: pelaku membuka rekening dengan KTP curian untuk menampung dana hasil penipuan. Verifikasi NIK, pencocokan wajah, dan liveness menolak pendaftaran sebelum rekening aktif.
  • Pinjaman online: pelaku mengajukan pinjaman atas nama korban, lalu menghilang setelah dana cair. Selain verifikasi identitas, pemeriksaan perangkat menangkap banyak pengajuan dari satu ponsel.
  • E-commerce dan dompet digital: pelaku membuat ratusan akun untuk memborong promo. Di sini, deteksi emulator farm lebih efektif daripada verifikasi dokumen.
  • Asuransi: pelaku mengajukan klaim dengan identitas atau dokumen palsu. Verifikasi wajah saat klaim memastikan pengaju adalah pemegang polis.

Polanya sama di keempat industri. Kontrol pencegahan paling murah berjalan di titik pertama pelaku berinteraksi dengan sistem, sebelum ada dana yang keluar.

Strategi Anti Fraud Menurut POJK 12 Tahun 2024

Bagi lembaga jasa keuangan, fraud prevention juga kewajiban regulasi. OJK mengundangkan POJK Nomor 12 Tahun 2024 tentang Penerapan Strategi Anti Fraud bagi Lembaga Jasa Keuangan pada 31 Juli 2024, dan aturan itu berlaku sejak 31 Oktober 2024. Menurut halaman regulasi OJK, aturan ini berlaku untuk seluruh sektor yang OJK awasi.

Strategi anti fraud dalam POJK itu terdiri dari empat pilar:

  1. Pencegahan.
  2. Deteksi.
  3. Investigasi, pelaporan, dan sanksi.
  4. Pemantauan, evaluasi, dan tindak lanjut.

Pilar pertama adalah wilayah fraud prevention. Jadi, kontrol seperti verifikasi identitas dan pemeriksaan perangkat bukan hanya praktik baik, tetapi bagian dari strategi yang perlu LJK dokumentasikan. Contoh penerapan di bank kami bahas di artikel strategi anti fraud perbankan.

Metrik untuk Mengukur Fraud Prevention

Fraud prevention yang baik tidak hanya menekan penipuan. Ia juga menjaga pengguna asli tetap lolos. Karena itu, tim perlu memantau beberapa metrik sekaligus.

  • Kerugian fraud: nilai kerugian per periode, atau per jumlah transaksi.
  • False positive rate: porsi pengguna asli yang sistem tolak atau tahan.
  • Tingkat persetujuan: porsi pengajuan yang lolos otomatis.
  • Porsi tinjauan manual: beban kerja petugas dari kasus zona abu-abu.
  • Waktu keputusan: berapa lama pengguna menunggu hasil.

Metrik ini saling tarik-menarik. Aturan yang lebih ketat menurunkan kerugian, tetapi juga menaikkan false positive. Jadi, target yang realistis adalah keseimbangan yang sesuai dengan selera risiko bisnis.

Kesalahan Umum dalam Fraud Prevention

  • Bergantung pada satu lapisan: pelaku cukup mencari celah di lapisan yang tidak ada.
  • Aturan statis: pola fraud berubah setiap bulan, sementara tim tidak pernah memperbarui aturannya.
  • Mengabaikan perangkat: liveness bisa tertipu kalau gambar masuk lewat emulator atau kamera virtual.
  • Tanpa umpan balik: hasil investigasi tidak kembali ke sistem, sehingga kesalahan yang sama terus berulang.
  • Hanya mengukur kerugian: tim tidak sadar sistemnya menolak terlalu banyak pengguna asli.

Lapisan Fraud Prevention dari Verihubs

Verihubs menyediakan kontrol untuk dua lapisan yang paling awal. Pertama, verifikasi NIK menolak identitas fiktif sejak pendaftaran, karena data diri pemohon harus sesuai dengan catatan kependudukan. Face recognition, liveness detection, dan deteksi deepfake kemudian membuktikan bahwa pemilik identitas itu hadir langsung.

Kedua, device intelligence membaca sinyal dari ponsel pemohon: emulator, akses root, alat hooking, aplikasi kloning, koneksi VPN, berbagi layar, hingga satu ponsel yang melayani banyak akun. Sinyal ini membantu tim menolak akun palsu massal sebelum transaksi pertama terjadi.

Pertanyaan Umum tentang Fraud Prevention

Apa yang dimaksud fraud prevention?

Fraud prevention adalah rangkaian kontrol untuk menghentikan penipuan sebelum kerugian terjadi. Contohnya verifikasi identitas saat pendaftaran, pemeriksaan perangkat, autentikasi saat login, dan penilaian risiko transaksi.

Apa itu fraud prevention system?

Fraud prevention system adalah kumpulan aturan, model, dan pemeriksaan yang berjalan otomatis di setiap interaksi pengguna. Sistem ini mengumpulkan sinyal, menilai risiko, lalu memutuskan apakah aksi pengguna lolos, perlu tinjauan, atau tertolak.

Apa beda fraud prevention dan fraud detection?

Fraud prevention bertindak sebelum kerugian terjadi, misalnya menolak pendaftaran dengan identitas palsu. Fraud detection menemukan penipuan saat atau setelah transaksi, misalnya lewat pemantauan pola transaksi.

Apa contoh fraud prevention?

Contohnya verifikasi NIK dan wajah saat membuka rekening, liveness detection untuk menolak foto, deteksi emulator, verifikasi ulang untuk transfer bernilai besar, dan daftar hitam internal untuk pelaku yang pernah terbukti curang.

Apakah OJK mewajibkan strategi anti fraud?

Ya. POJK Nomor 12 Tahun 2024 mewajibkan lembaga jasa keuangan menerapkan strategi anti fraud dengan empat pilar: pencegahan; deteksi; investigasi, pelaporan, dan sanksi; serta pemantauan, evaluasi, dan tindak lanjut. Aturan ini berlaku sejak 31 Oktober 2024.

Fraud Prevention Paling Efektif di Lapisan Pertama

Setiap lapisan fraud prevention punya peran. Namun lapisan pendaftaran menentukan kualitas semua lapisan sesudahnya, karena akun yang lolos dengan identitas palsu akan terlihat sah di mana pun.

Mulailah dari pintu masuk. Petakan celah fraud prevention Anda bersama tim Verihubs dan temukan lapisan yang belum terpasang.

Lihat Blog