4 Tahap Sistem Anti Fraud untuk Proteksi Bisnis Anda

sistem anti fraud

Mampu menjaga keamanan data yang dimiliki perusahaan dan data pelanggan, menjadi salah satu indikator sebuah perusahaan kredibel dan memiliki komitmen yang tinggi. Penerapan sistem anti fraud yang solid dapat membantu Anda mewujudkan hal ini, sehingga citra yang terbangun di masyarakat menjadi lebih baik.

Namun apa yang dimaksud dengan sistem anti fraud itu sendiri?

Pemahaman pada konsep dasarnya menjadi mutlak dimiliki oleh setiap pebisnis, sehingga aplikasinya dalam proses bisnis dapat benar-benar efektif dan efisien. Detail mengenai pengertian, tujuan, dan penerapannya di dalam bisnis dapat Anda simak di sini, sebagai informasi agar Anda paham lebih jauh tentang hal ini.

Baca Juga: Fraud adalah Tindakan Penipuan, Cegah dengan 3 Cara Ini!

Pertama, Mari Pahami Definisinya

sistem anti fraud

Sumber: freepik.com

Sistem anti fraud adalah sebuah sistem atau perangkat kerja yang dapat mencegah terjadinya fraud pada proses bisnis yang Anda miliki. Sistem seperti ini dapat menganalisis setiap transaksi yang terjadi di dalam bisnis, dan menandainya ketika dideteksi terdapat indikasi transaksi fraud.

Secara mendasar sistem seperti ini akan terdiri dari tiga bagian besar. Pertama tentang fraud detection, kemudian fraud prevention, fraud analysis, dan tindak lanjut. Keempatnya bekerja sebagai satu kesatuan yang dapat meningkatkan proteksi pada data dan bisnis yang Anda miliki.

Secara mendasar fungsi dari sistem ini adalah mendeteksi, mencegah, dan menganalisis hingga memperoleh output hasil analisis dan tindak lanjut apakah sebuah transaksi merupakan transaksi yang melanggar ketentuan atau tidak. Jadi sistem dan data yang Anda miliki akan lebih terlindung karena upaya kecurangan dapat dideteksi lebih dini, dicegah, dan bilamana terjadi, dapat diatasi dengan langkah strategis yang tepat.

Pahami Tujuan Penerapan Sistem Anti Fraud

sistem anti fraud

Sumber: freepik.com

Tujuan utama dari penerapan sistem ini adalah untuk mencegah terjadinya fraud di dalam sebuah sistem perusahaan, serta untuk memberikan sanksi tegas bilamana kejahatan ini terjadi. Hal ini termasuk dalam pencegahan perbuatan yang tergolong fraud itu sendiri, antara lain”

  • Kecurangan
  • Penipuan
  • Penggelapan aset
  • Pembocoran informasi atau data bersifat rahasia
  • Tindak pidana perbankan

Serta tindakan lain yang tergolong dalam kejahatan tersebut. Setiap poin di atas selalu menunjukkan indikasi yang jelas, sehingga dapat dianalisis dengan baik dan diberikan langkah tepat sebelum menimbulkan kerugian.

Tujuan lain dari penerapan sistem ini adalah untuk menghindari risiko kerugian, atau meminimalisir kerugian, ketika kejahatan ini terjadi. Dengan demikian sistem perusahaan memiliki proteksi yang baik pada risiko kecurangan atau kejahatan yang disebutkan di atas, dari sisi internal maupun eksternal perusahaan.

Penerapannya dalam Bisnis yang Anda Miliki

sistem anti fraud

Sumber: freepik.com

Dalam sebuah bisnis atau perusahaan, sistem anti fraud ini sendiri dapat diterapkan secara terstruktur dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Namun secara garis besar, penerapan empat langkah yang disebutkan di bagian awal tadi akan menjadi kuncinya.

1. Pencegahan

  • Pihak manajemen senantiasa membangun budaya pencegahan fraud pada setiap staf yang ada di dalam perusahaan, dengan contoh dan kesepakatan tertulis.
  • Karyawan wajib disiplin dan patuh atas kebijakan untuk mitigasi fraud sehingga hal ini bisa terus ditekan risikonya.
  • Memiliki database yang kuat pada setiap karyawan dan pelanggan yang berkaitan dengan bisnis, sehingga identitas setiap pihak dapat dipegang dan dilacak dengan cepat bilamana ada indikasi fraud.

2. Deteksi

  • Melakukan pemeriksaan berkala dan audit dadakan.
  • Mendorong budaya speak up saat mengetahui adanya indikasi fraud.
  • Memiliki standar sistem teknologi informasi yang mumpuni sehingga terdapat kriteria transaksi mencurigakan yang dapat dikenali dengan cepat oleh sistem.
  • Peringatan atas indikasi fraud yang terdeteksi masuk dalam sistem.

3. Analisis

  • Semua indikasi yang masuk kemudian dihindari dan dilakukan analisis mendalam untuk menemukan fakta sebenarnya.
  • Hasil analisis dapat berupa konfirmasi atas percobaan tindakan fraud, atas tindakan yang telah terjadi, dan jejak tindakan yang telah dilakukan.
  • Hasil analisis akan dilanjutkan ke tahap tindak lanjut untuk menyikapi situasi yang tengah dihadapi.

4. Tindak Lanjut

  • Berbekal hasil analisis dari staf dan sistem yang digunakan, Anda dapat menentukan langkah strategis penanganannya.
  • Tindak lanjut dilakukan dalam bentuk peringatan, sanksi, hingga pada pelaporan ke pihak yang berwajib sesuai dengan hukum yang berlaku.
  • Atas dampak yang muncul akibat upaya dan tindakan fraud, perusahaan wajib mengambil langkah strategis agar kerugian tidak menyebar dan membengkak.

Baca Juga: 2 Sistem Utama Fraud Management, Cermati dan Terapkan! 

Upaya penerapan sistem anti fraud dapat dilakukan sejak dini, dengan memiliki identitas yang jelas pada pelanggan dan karyawan yang ada di perusahaan. Untuk membantu hal ini, Anda dapat bekerja sama dengan Verihubs, guna memiliki database valid untuk setiap pihak, sehingga deteksi fraud sedini mungkin dapat dilakukan dengan cepat.

Verihubs menyediakan berbagai produk yang dapat digunakan untuk membantu pembuatan database pelanggan dan karyawan, sehingga sistem anti fraud yang akan Anda terapkan semakin optimal. Optimasi teknologi AI juga dimanfaatkan sehingga proses penyusunan database yang dilakukan benar-benar efisien. Fleksibel, solid, dan akurat, pengumpulan data dengan produk dari Verihubs dapat berjalan cepat sehingga tidak membuang banyak waktu. Segera hubungi layanan pelanggan kami sekarang, dan dapatkan informasi lengkap mengenai produk tersebut!

Artikel Terbaru Kami

biometrik inklusif

Biometrik Inklusif: Memperkuat Keamanan Industri Keuangan

Mengenal Apa Itu CFT dalam Melawan Pendanaan Terorisme

modus penipuan terbaru

Waspada! 5 Modus Penipuan Terbaru Salah Satunya dari WA!