AI pada Sistem Liveness Detection untuk Keamanan Digital

liveness

Di era digital seperti sekarang ini, semakin banyak industri yang memanfaatkan teknologi secara masif untuk mengubah sistem layanannya. Sistem layanan diubah agar menjadi lebih mudah dijangkau, cepat, dan nyaman bagi pelanggan. Tentunya, hal ini sejalan dengan gaya hidup masyarakat yang berkembang semakin modern dan praktis karena adanya digitalisasi. Ada berbagai perangkat dan sistem canggih yang diciptakan untuk mempermudah aktivitas manusia sehari-hari, seperti teknologi liveness detection.

Pernahkah Anda mendengar istilah liveness detection sebelumnya?

Liveness detection dalam biometrik adalah kemampuan sistem untuk mendeteksi apakah sidik jari, wajah, atau biometrik lainnya adalah nyata (berasal dari orang hidup) atau palsu (berasal dari artefak palsu atau bagian tubuh yang tidak bernyawa), pada saat berada di titik penangkapan melalui kamera.

Sistem ini terdiri dari rangkaian fitur-fitur teknis untuk melawan serangan spoofing biometrik, di mana replika yang meniru biometrik unik seseorang seperti cetakan sidik jari, topeng 3D atau deepfake, disajikan ke pemindai biometrik untuk menipu. Ataupun untuk melewati langkah-langkah identifikasi dan otentikasi yang diberikan oleh sistem.

Saat ini, teknologi liveness memang sudah banyak diterapkan, salah satunya adalah face liveness detection yang merupakan sistem teknologi biometrik untuk mendeteksi keaslian wajah dari seseorang. Secara sederhana, face liveness detection adalah sebuah proses verifikasi keaslian wajah. Sudah ada banyak aplikasi yang menggunakan face liveness detection sebagai sistem keamanannya. Bisnis atau perusahaan Anda pun mungkin saat ini tengah membutuhkannya?

Tren Industri Teknologi Saat Ini

liveness
Sumber: Freepik

Ada banyak aplikasi fintech yang menggunakan keamanan hanya dengan menggunakan PIN, passcode atau password saja. Sementara penggunaan PIN, passcode atau password terbukti rapuh dari segi keamanan. Jadi, solusi untuk meningkatkan keamanan penggunaan aplikasi fintech adalah dengan menggunakan sistem liveness detection untuk keamanan.

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, liveness detection menggunakan data biometrik face recognition untuk verifikasi dan otentikasi user. Data biometrik wajah yang digunakan berasal dari masing-masing user, di mana dengan keunikan data  tersebut, akan semakin memperkecil kemungkinan peretasan. Ditambah lagi dengan penggunaan algoritma machine learning yang mampu mendeteksi pengenalan wajah secara akurat sampai dengan 99.8%, tentunya hal ini akan semakin meningkatkan kualitas keamanan penggunaan fintech di smartphone.

Di Indonesia, sistem ini juga sudah banyak digunakan, mulai dari setiap perangkat smartphone baru yang menyediakan fitur liveness detection seperti face recognition. Bahkan liveness detection saat ini juga telah digunakan oleh Pihak Kepolisian untuk lebih meningkatkan keamanan digital.

Karena sistem liveness detection terbukti lebih aman dengan data face recognition yang unik, maka hal itu menyebabkan peretasan sulit dilakukan. Inti dari sistem keamanan liveness detection adalah terletak pada face recognition. 

Mengingat setiap orang memiliki wajah yang unik, hal ini berdampak pada tingkat kerumitan untuk diretas. Dengan adanya sistem liveness detection, maka akan berdampak baik dengan berkurangnya kejahatan siber yang terjadi, serta turut memberikan sumbangsih untuk meningkatkan keamanan dalam setiap transaksi digital.

Baca juga: 2 Manfaat Utama 3D Facial Liveness Detection

Bagaimana Cara Kerja Liveness Detection?

liveness
Sumber: Freepik

Sesuai dengan namanya, liveness detection memungkinkan sistem untuk melakukan proses verifikasi, identifikasi, dan autentikasi (Know Your Customer) untuk memastikan identitas objek di depan kamera sama dengan identitas yang terdaftar di dalam sistem.

Teknologi ini pada dasarnya beroperasi di belakang layar, mendeteksi fitur serangan spoofing seperti deteksi tepi, kedalaman dan gerakan, hingga pengamatan pasif fitur seperti tekstur kulit. Menangkap beberapa bentuk wajah dalam satu bingkai memungkinkan keputusan dapat diambil secara cepat.

Sistem ini juga dapat digunakan untuk kebutuhan keamanan dan perlindungan hukum apabila terjadi pelanggaran akibat pemalsuan data. Berikut ini adalah dua kategori utama liveness detection:

  1. Aktif. Meminta user untuk melakukan tindakan yang tidak dapat dengan mudah diduplikasi dengan spoofing. Selain itu juga bisa menggabungkan beberapa modalitas, seperti analisis keystroke atau pengenalan pembicara yang dapat menganalisis gerakan mulut untuk menentukan keaktifan.
  2. Pasif. Menggunakan algoritma untuk mendeteksi indikator gambar tidak langsung tanpa interaksi user. Pengambilan data biometrik berkualitas tinggi selama pendaftaran meningkatkan kinerja algoritma pendeteksi kecocokan dan keaktifan.

Baca juga: Active and Passive Liveness Detection, Apa Beda Keduanya?

Tanpa liveness detection, penipu/penyerang bisa menggunakan foto, video, atau topeng seseorang untuk menipu sistem untuk mendapatkan akses tidak sah ke akun atau data mereka. Oleh karena itu, liveness detection menjadi elemen penting dari aplikasi yang aman.

Metode yang paling umum untuk mengatasi berbagai macam upaya penipuan adalah analisis gerakan dan tekstur serta kecerdasan buatan (AI), seperti yang ditawarkan oleh Verihubs. Jadi, kini saatnya berpartner dengan Verihubs!

Kenapa Harus Memilih Verihubs?

Anda perlu membangun ekosistem digital Anda bersama Verihubs, dan dapatkan berbagai kemudahan dalam sistem verifikasi dan autentikasi yang terintegrasi di sistem perusahaan Anda. Teknologi yang dikembangkan oleh Verihubs jelas akan membantu bisnis dan perusahaan Anda dapat terus berinovasi dan memenangkan persaingan. 

Seperti teknologi Biometric Verification Verihubs, yang memungkinkan Anda dapat mengenali identitas wajah user dengan teknologi AI. Ada dua fitur yang bisa Anda dapatkan saat menggunakan Biometric Verification Verihubs ini, di antaranya adalah:

  • Face Recognition, yang dapat diandalkan untuk membandingkan dan mengenali wajah user melalui AI dengan akurasi tinggi. Verifikasi kemiripan wajah user dapat diselesaikan dalam hitungan detik saja.
  • Liveness Detection, dapat diandalkan untuk menghindari upaya penipuan identitas dengan mendeteksi wajah pengguna secara langsung. Dengan fitur Liveness Detection ini, maka objek di depan kamera dapat dideteksi secara akurat dan memastikan objek tersebut merupakan identitas asli yang hidup, bukan representasi dari foto atau topeng.

Dapatkan informasi lebih lengkap mengenai layanan dari Verihubs, silakan langsung menghubungi kontak layanan kami di sini! Anda bisa menyesuaikan solusi terbaik dari Verihubs dengan kebutuhan bisnis dan perusahaan Anda.

Artikel Terbaru Kami

biometrik inklusif

Biometrik Inklusif: Memperkuat Keamanan Industri Keuangan

Mengenal Apa Itu CFT dalam Melawan Pendanaan Terorisme

modus penipuan terbaru

Waspada! 5 Modus Penipuan Terbaru Salah Satunya dari WA!