Verihubs Logo
Home Blog Verifikasi Data Adalah: Proses, Metode & Sumber Acuan
7 min read KYC Published on August 8, 2022

Verifikasi Data Adalah: Proses, Metode & Sumber Acuan

Verifikasi Data Adalah: Proses, Metode & Sumber Acuan

Verifikasi data adalah proses mencocokkan nilai data yang dimasukkan pengguna dengan catatan pada sumber acuan resmi, misalnya NIK yang diketik dibandingkan dengan basis data Dukcapil. Berbeda dengan verifikasi identitas yang membuktikan siapa orangnya, verifikasi data menilai apakah nilainya cocok. Artikel ini membahas metode pencocokan, sumber acuan di Indonesia, dan cara menangani ketidakcocokan.

Verifikasi data merupakan salah satu lapisan di dalam kerangka verifikasi secara umum. Halaman ini fokus pada sisi teknis pencocokan nilai data, bukan pada pembuktian identitas seseorang.

Apa Itu Verifikasi Data dan Bedanya dari Verifikasi Identitas

Verifikasi data bekerja pada tingkat nilai, bukan tingkat orang. Sistem membandingkan satu per satu field yang dimasukkan pengguna dengan record pada sumber acuan, lalu memutuskan apakah nilainya cocok, cocok sebagian, atau tidak cocok. Pembedaan ini penting karena kedua proses menjawab pertanyaan yang berbeda.

AspekVerifikasi DataVerifikasi Identitas
Pertanyaan yang dijawabApakah nilai ini cocok dengan catatan acuan?Apakah orang ini benar pemilik identitas tersebut?
Objek yang dinilaiField data seperti NIK, nama, tanggal lahir, NPWPOrang beserta dokumen dan wajahnya
Metode utamaPencocokan terhadap basis data acuanOCR dokumen, face matching, liveness detection
KeluaranCocok, cocok sebagian, atau tidak cocokTerverifikasi atau ditolak
Kelemahan bila berdiri sendiriData curian tetap lolos karena nilainya memang benarMembutuhkan data acuan yang bersih agar akurat

Baris terakhir tabel menjelaskan mengapa keduanya harus berjalan bersama. Data hasil pencurian akan lolos verifikasi data karena nilainya memang terdaftar. Yang menahannya adalah verifikasi identitas, karena pelaku tidak memiliki wajah yang cocok dengan dokumen tersebut.

verifikasi data adalah
Sumber : freepik.com

Empat Sumber Acuan Verifikasi Data di Indonesia

Kualitas verifikasi data sepenuhnya bergantung pada kualitas sumber acuannya. Mencocokkan data dengan sumber yang tidak otoritatif hanya menghasilkan rasa aman yang keliru.

verifikasi data adalah
Sumber : freepik.com
Sumber AcuanData yang Dapat DicocokkanOtoritas
DukcapilNIK, nama, tanggal lahir, alamat, data kartu keluargaDirektorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil
DJPNPWP dan kesesuaian nama wajib pajakDirektorat Jenderal Pajak
PerbankanNomor rekening dan nama pemilik rekeningBank penerbit
Basis data internalRiwayat pengguna, data pendaftaran sebelumnyaPerusahaan itu sendiri

Metode Pencocokan Data: Exact Match, Fuzzy Match, dan Toleransi

Tidak semua ketidakcocokan berarti penipuan. Nama yang ditulis berbeda atau alamat yang berubah adalah hal wajar. Karena itu sistem verifikasi data memakai beberapa metode pencocokan dengan tingkat ketegasan berbeda.

Exact Match untuk Field Berstruktur Tetap

Exact match menuntut kesamaan karakter demi karakter. Metode ini dipakai untuk field yang formatnya baku dan tidak boleh meleset, seperti NIK enam belas digit, NPWP, dan nomor rekening. Satu digit berbeda berarti tidak cocok.

Fuzzy Match untuk Nama dan Alamat

Fuzzy match menghitung tingkat kemiripan antara dua teks, sehingga toleran terhadap perbedaan penulisan. Metode ini penting untuk nama Indonesia yang kerap ditulis bervariasi, misalnya penggunaan gelar, singkatan, atau ejaan berbeda seperti “Muhammad” dan “Muhamad”. Sistem menetapkan ambang kemiripan, dan hasil di atas ambang dianggap cocok.

Toleransi dan Normalisasi Sebelum Pencocokan

Sebelum dibandingkan, data dinormalisasi terlebih dahulu: huruf disamakan besar kecilnya, spasi berlebih dihapus, tanda baca dibersihkan, dan format tanggal diseragamkan. Tanpa normalisasi, banyak data yang sebenarnya cocok akan ditolak hanya karena perbedaan format.

Menangani Ketidakcocokan Data Tanpa Menghukum Pengguna Sah

Ketidakcocokan punya beberapa sebab, dan masing-masing menuntut penanganan berbeda. Menolak semuanya secara otomatis akan membuang banyak pengguna yang sebenarnya sah.

Jenis KetidakcocokanContohPenanganan yang Tepat
Kesalahan pengetikanSatu digit NIK tertukarBeri kesempatan koreksi, jangan langsung tolak
Perubahan data resmiPindah alamat atau ganti nama setelah menikahMinta dokumen pendukung terbaru
Variasi penulisan namaPerbedaan gelar atau ejaanFuzzy match dengan ambang yang wajar
Data acuan belum diperbaruiPerubahan belum tercatat di sumberVerifikasi manual dengan dokumen fisik
Indikasi pemalsuanBeberapa field tidak cocok sekaligusTolak dan tandai untuk peninjauan fraud

Aturan praktisnya sederhana: satu field tidak cocok umumnya adalah persoalan kualitas data, sedangkan beberapa field tidak cocok sekaligus adalah sinyal risiko yang perlu ditinjau.

Posisi Verifikasi Data dalam Alur Onboarding Digital

verifikasi data adalah
Sumber : blog.verihubs.com

Dalam alur onboarding, verifikasi data berada di antara pembacaan dokumen dan pencocokan wajah. Urutannya menentukan efisiensi biaya, karena pemeriksaan yang murah sebaiknya dijalankan lebih dulu.

Pertama, OCR KTP membaca dan mengekstrak nilai dari dokumen. Kedua, verifikasi data mencocokkan nilai hasil ekstraksi dengan sumber acuan seperti Dukcapil. Ketiga, liveness detection dan face matching memastikan orang yang mendaftar benar pemilik identitas tersebut. Penjelasan menyeluruh mengenai keseluruhan lapisan ini tersedia di panduan verifikasi.

Verifikasi Data dengan Verihubs

Verihubs menyediakan pencocokan data langsung ke sumber acuan resmi. ID Verification memeriksa kesesuaian NIK, nama, dan tanggal lahir terhadap data Dukcapil. Pemeriksaan NPWP dilakukan terhadap data Direktorat Jenderal Pajak, sementara Bank Account Verification memastikan kesesuaian nomor rekening dengan nama pemiliknya.

Lapisan pencocokan data ini bekerja berdampingan dengan verifikasi identitas berbasis biometrik. Face Recognition Verihubs tercatat berakurasi 99,9 persen dan diakui NIST sebagai peringkat pertama di Indonesia, dilengkapi Deepfake Detection dengan tingkat keberhasilan 95 persen sebagai satu-satunya penyedia lokal di Indonesia. Platform ini melayani lebih dari 400 klien dengan rata-rata 500.000 verifikasi per hari dan direkomendasikan OJK sebagai Inovasi Teknologi Sektor Keuangan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Verifikasi Data

Apa itu verifikasi data?

Verifikasi data adalah proses mencocokkan nilai data yang dimasukkan pengguna dengan catatan pada sumber acuan resmi, misalnya membandingkan NIK yang diketik dengan basis data Dukcapil, untuk memastikan nilainya benar dan terdaftar.

Apa arti verifikasi data dalam proses onboarding?

Dalam onboarding digital, verifikasi data berarti tahap pencocokan nilai hasil pembacaan dokumen dengan sumber acuan resmi. Tahap ini berlangsung setelah OCR membaca dokumen dan sebelum pencocokan wajah dilakukan.

Apa bedanya verifikasi data dan validasi data?

Validasi data memeriksa apakah format dan nilainya masuk akal, misalnya NIK harus enam belas digit angka. Verifikasi data melangkah lebih jauh dengan membandingkan nilai tersebut ke sumber acuan eksternal untuk memastikan datanya benar-benar terdaftar.

Apa artinya data sudah diverifikasi?

Artinya nilai data yang diserahkan telah dicocokkan dengan sumber acuan dan dinyatakan sesuai. Perlu dicatat bahwa status ini menyatakan datanya cocok, bukan bahwa orang yang menyerahkannya sudah terbukti sebagai pemilik sah.

Bagaimana cara verifikasi data ke Dukcapil?

Perusahaan yang membutuhkan pencocokan ke data kependudukan mengaksesnya melalui penyedia yang memiliki hak akses resmi. Sistem mengirimkan NIK beserta data pendukung, lalu menerima hasil kesesuaian tanpa menyalin keseluruhan data kependudukan.

Apa yang harus dilakukan jika data tidak cocok saat verifikasi?

Bergantung pada penyebabnya. Kesalahan pengetikan cukup diberi kesempatan koreksi, perubahan data resmi memerlukan dokumen pendukung terbaru, sedangkan ketidakcocokan pada beberapa field sekaligus sebaiknya ditandai untuk peninjauan risiko.

Verifikasi Data Menentukan Kualitas Sinyal Verifikasi Identitas

Verifikasi data kerap diperlakukan sebagai pemeriksaan administratif yang berdiri sendiri, padahal perannya lebih menentukan dari itu. Ketika pencocokan nilai dilakukan terhadap sumber acuan yang otoritatif, seluruh lapisan verifikasi di atasnya bekerja dengan data yang lebih bersih, sehingga keputusan biometrik menjadi lebih dapat dipercaya. Sebaliknya, sumber acuan yang lemah membuat sistem canggih sekalipun mengambil keputusan berdasarkan fondasi yang rapuh. Bagi penyelenggara layanan digital di Indonesia, memilih sumber acuan yang tepat adalah keputusan arsitektur, bukan sekadar detail teknis.

Ingin mencocokkan data pengguna langsung ke sumber acuan resmi seperti Dukcapil dan DJP? Diskusikan kebutuhan verifikasi data bisnis Anda dengan tim Verihubs.

Lihat Blog