Produk
Phone Number Verification
Phone Number Verification
Verifikasi nomor telepon pengguna secara real-time.
Phone Number Verification
Phone Number Verification
Identity Verification
Identity Verification
Verifikasi Identitas Pengguna dengan sumber data yang terpercaya.
Identity Verification
Identity Verification
Biometric Verification
Biometric Verification
Kenali identitas wajah pengguna dengan teknologi Artificial Intelligence.
Biometric Verification
Biometric Verification
Business Verification
Business Verification
Hindari risiko bisnis dengan mengenali rekan bisnis anda.
Business Verification
Business Verification
Employee Verification
Employee Verification
Verifikasi identitas lengkap untuk calon karyawan.

Verifikasi Data adalah Hal Krusial dalam Pengamanan Akses di Era Kekinian, Ini Ulasannya

verifikasi data adalah

Dalam berbagai aplikasi dan layanan yang disediakan sekarang ini, verifikasi data adalah hal yang penting dan tidak boleh dilewatkan. Pada dasarnya, verifikasi ditujukan untuk memastikan kebenaran data yang dimasukkan, sehingga proses bisa dilanjutkan dengan acuan data yang valid.

Dalam konteks aplikasi keuangan sendiri, hampir seluruh penyedia layanan jenis ini sudah memasukkan proses verifikasi ke dalam sistemnya. Jelas, konsep know your customer menjadi penting agar transaksi yang dilakukan dalam layanan yang tersedia bisa terjamin dan terlacak pada sistem.

Untuk memahami lebih jauh terkait apa itu verifikasi data, tujuan dilakukannya hal ini, dan contohnya pada konteks aplikasi keuangan, Anda bisa simak di bawah ini.

Memahami Definisi Verifikasi Data

verifikasi data adalah
Sumber : freepik.com

Verifikasi data dalam konsep penelitian dipahami sebagai proses untuk memastikan data yang dimasukkan sama dengan data dari sumber asli. Artinya, ketika dilakukan input data, sudah terdapat data sebelumnya yang digunakan sebagai acuan pada data yang baru dimasukkan ini.

Dalam konteks bisnis dan aplikasi keuangan, verifikasi data biasanya dikaitkan dengan proses pencocokan antara data yang dimasukkan oleh user dengan data yang sudah dimiliki perusahaan di database. Pencocokan ini digunakan untuk memastikan bahwa user yang mengajukan akses benar-benar user pemilik akun aplikasi keuangan, dan bukan dari pihak lain yang tidak bertanggungjawab.

Proses ini sendiri awam digunakan pada aplikasi atau layanan keuangan, sebab layanan seperti ini jelas memiliki data sensitif terkait pemilik akunnya. Hal serupa juga terjadi di layanan kependudukan dan perpajakan, serta berbagai proses administrasi lain .

Secara mendasar tujuannya adalah memastikan bahwa pihak yang mengajukan akses atau permintaan transaksi merupakan pihak yang secara sah memiliki akun yang bersangkutan.

Tujuan Melakukan Verifikasi Data adalah 

verifikasi data adalah
Sumber : freepik.com

1. Peningkatan Perlindungan pada Identitas User

Proses verifikasi, yang idealnya menggunakan wajah atau KTP sebagai data acuannya, memungkinkan perlindungan identitas user dan akun yang dimilikinya semakin baik. Hal ini karena pencocokan data dilakukan dengan basis data milik dinas pemerintahan, sehingga validitasnya bisa lebih terjamin.

Akses pada data milik pemerintah, dalam hal ini Ditjen Dukcapil, tentu sangat ketat regulasinya. Namun ketika sudah didapatkan bisa menjadi satu acuan data yang benar-benar solid, sehingga verifikasi menggunakan wajah dan KTP benar-benar berjalan sesuai prosedur.

2. Melakukan Pencocokan pada Data yang Dimasukkan

Sebenarnya poin ini menjadi tujuan dasar dari semua proses verifikasi yang dilakukan, yakni mencocokan data yang diinput oleh user dengan data yang sudah ada di database. Proses pencocokan ini, dengan bantuan sistem yang tepat, bisa berlangsung cepat dan akurat.

Nantinya, pemindaian akan dilakukan pada bentuk wajah user, dan foto yang ada di KTP user. Data ini kemudian dibandingkan dengan data yang sudah dimiliki, dan dilihat kecocokannya. Data lain, termasuk nama, NIK, dan sebagainya, juga akan menjalani proses serupa sebagai faktor dalam memastikan validitas user yang mengajukan akses.

3. Memastikan User yang Mengajukan Akses

Proses verifikasi data adalah proses yang berjalan secara cepat dan akurat dengan bantuan dari sistem teknologi dan informasi terintegrasi. Tujuan dari proses ini adalah memastikan user yang mengajukan akses, baik dalam hal login ke akun, transaksi, atau proses keuangan lain, benar-benar user yang berhak atas akun tersebut.

Ketika dideteksi ada ketidakcocokan yang masif, maka sistem dapat mengenalinya sebagai salah satu upaya fraud atau pembobolan akun yang dilakukan pihak tidak bertanggungjawab. Sistem tidak akan memberikan akses masuk, sehingga akun milik user tetap terjaga keamanannya.

Lalu Apa Contoh Nyata dalam Aplikasi Keuangan?

verifikasi data adalah
Sumber : verihubs.com

Pada konteks aplikasi keuangan, mungkin tak sedikit dari Anda yang juga pernah mengalaminya. Pada dasarnya, perusahaan yang menyediakan aplikasi keuangan memang wajib memahami benar contoh-contoh penggunaan verifikasi data yang digunakan dalam aplikasi tersebut.

Beberapa contoh verifikasi yang digunakan adalah sebagai berikut.

1. Phone Number Verification

Phone Number Verification secara umum digunakan untuk mengirimkan one time password ketika melakukan transaksi. Seperti yang mungkin Anda pahami, pendaftaran akun dalam aplikasi keuangan juga wajib mencantumkan nomor telepon, sebab kini nomor telepon di registrasi menggunakan data KTP.

Verifikasi ini bisa berjalan dengan dua cara, yakni SMS Global OTP menggunakan pesan singkat seluler, dan WhatsApp Global OTP yang menggunakan pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp.

2. Identity Verification

Verifikasi kedua yang sering digunakan adalah Identity Verification, yang cenderung menggunakan KTP sebagai input data yang diminta oleh sistem. Data yang diinput ini kemudian akan dibandingkan dengan data di database, sehingga didapatkan kecocokan yang valid.

Cara ini dilakukan dengan dua metode, yakni OCR for ID Card yang mampu membaca data teks dari KTP menggunakan teknologi AI, dan ID Check yang membandingkan data gambar KTP dengan data yang ada di dinas kependudukan.

3. Biometric Verification

Cara ketiga adalah verifikasi menggunakan data biometrik. Verifikasi ini mengandalkan teknologi AI dalam prosesnya untuk membandingkan data yang dimasukkan user dengan dokumen yang sudah dimiliki sebelumnya.

Biometric Verification dilakukan dengan dua metode, yakni Face Recognition untuk membandingkan foto user yang diminta dengan foto yang ada di database, serta dengan Liveness Detection untuk memastikan foto atau video yang dimasukkan sebagai data berasal dari wajah manusia asli dan bukan topeng atau replika.

Ketiga contoh verifikasi data di atas adalah cara paling sering digunakan karena dianggap sangat akurat dan handal. Jelas, ketika dipadukan dengan sistem teknologi informasi yang solid, proses verifikasi data akan semakin cepat dan akurat. Hal ini yang kemudian disediakan oleh Verihubs untuk seluruh calon kliennya.

Verihubs hadir dengan menawarkan metode verifikasi beragam yang bisa digunakan dalam berbagai konteks, termasuk dalam penggunaan aplikasi keuangan. Verihubs sadar bahwa verifikasi data adalah hal yang krusial di era kekinian, sebab akan menyangkut banyak data sensitif dari akun user perusahaan Anda. Semua cara yang dicantumkan di atas adalah fitur dari Verihubs yang bisa digunakan sesuai kebutuhan perusahaan Anda. Maka segera hubungan layanan pelanggan kami, dan gunakan produk Verihubs untuk perusahaan Anda!