Big Data: Definisi, Fungsi dan Contoh Penerapannya

big data

Big data adalah salah satu istilah yang banyak digunakan di era digital saat ini, khususnya berkaitan dengan pengembangan bisnis. Namun, meskipun istilah ini cukup banyak digunakan, tidak banyak yang mengetahui makna sebenarnya dari istilah ini.

Untuk Anda yang termasuk belum familiar dengan apa itu big data. Pada ulasan kali ini, kami telah menyiapkan ulasan singkat yang dapat menjelaskan istilah ini dengan lebih terperinci. Langsung saja, simak rangkumannya yang telah kami siapkan di bawah ini!

Apa Itu Data?

Secara umum, data adalah kumpulan informasi yang terdiri dari sejumlah fakta yang dapat berupa angka, kata-kata, maupun simbol tertentu. Data sendiri dikumpulkan melalui proses pencarian dan juga pengamatan menggunakan metode pendekatan tertentu. 

Dalam dunia teknologi dan bisnis, big data juga dikenal dengan istilah “data skala besar” atau data besar.

Apa Itu Big Data?

Sedangkan, data skala besar merupakan kumpulan data terstruktur, semi-terstruktur, dan tidak terstruktur dengan volume dan ukuran besar, serta dapat berkembang seiring berjalannya waktu. 

Karakteristik Wajib Big Data

Kumpulan data bervolume sangat besar ini sendiri memiliki 3 karakteristik wajib, yang menjadi ciri utamanya, yakni:

1. Volume

Salah satu karakteristik dari apa yang dimaksud dengan big data, yakni volume. Karakteristik ini merujuk pada ukuran atau jumlah data yang besar. Sementara sebuah data dapat termasuk dalam kategori data skala besar bergantung pada seberapa besar volume data. 

Hal tersebut yang juga menjadi alasan mengapa volume menjadi aspek yang wajib Anda pertimbangkan dalam penanganan data yang besar.

2. Velocity

Velocity mengacu pada kecepatan data dapat diproduksi, diproses, dan dianalisis untuk pemenuhan suatu kebutuhan. Dalam data besar, proses pengumpulan dan transfer data harus dilakukan secara cepat. Dengan kecepatan data yang tinggi, maka data dapat diterima dan digunakan secara real time.

3. Variety

Karakteristik data skala besar yang lainnya adalah variety. Seperti namanya, karakteristik ini merujuk pada keragaman jenis data yang menjadi berskala besar. 

Umumnya, tipe data tradisional memiliki bentuk atau format yang lebih terstruktur. Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi, big data juga memiliki data yang tidak terstruktur (unstructured) dan semi terstruktur (semi structured).

Karakteristik Tambahan Big Data

Ketiga karakteristik yang kami jelaskan di atas pada dasarnya adalah karakteristik wajib yang harus dimiliki oleh big data. Tanpa ketiga karakteristik di atas, kumpulan data tidak dapat Anda kategorikan ke dalam kategori data skala besar. Namun, selain karakteristik di atas, data skala besar juga umumnya juga memiliki 2 karakteristik tambahan, yaitu:

1. Value

Value memiliki arti nilai. Jadi, sebuah data dapat termasuk memiliki value, jika proses dan pengambilan keputusannya baik. Karakteristik value ini sangat diperlukan, khususnya dalam pengelolaan data skala besar bidang bisnis.

2. Veracity

Veracity adalah istilah untuk karakteristik yang mengacu pada tingkat akurasi dalam pengumpulan data. Dengan data yang memiliki akurasi tinggi, maka hal tersebut akan mempermudah pengambilan keputusan. 

Sama halnya dengan karakteristik value sebelumnya, veracity juga adalah karakteristik penting dalam pengelolaan data, khususnya yang berhubungan dengan bidang bisnis.

Fungsi

Hingga hari ini, masih banyak orang awam yang belum mengetahui apa tujuan dari big data. Dalam pengembangan bisnis dan teknologi, kehadiran data skala besar adalah hal yang sangat crucial. Pasalnya, data skala besar memiliki beberapa fungsi yang amat penting, yang meliputi:

1. Analisa Penyebab Masalah

Data skala besar dapat Anda gunakan untuk memperkirakan dan menganalisis penyebab suatu masalah yang terjadi pada suatu sistem. Pemanfaatan data skala besar yang benar akan dapat meminimalisir terjadinya kegagalan dalam sistem. Yang lebih penting, hasil analisa dari data skala besar bersifat real time.

2. Pengembangan Produk

Data skala besar juga dapat menjadi referensi dalam pengembangan sebuah produk. Dalam hal ini, Anda dapat menyimpan informasi yang penting ke dalam data besar untuk nantinya dianalisis dan diolah. 

Hasil analisis ini nantinya akan dapat Anda gunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan dalam pengembangan produk bisnis.

3. Penghematan Waktu dan Biaya

Dengan menggunakan pendekatan data skala besar dalam menyimpan dan mengelola data, maka hal tersebut akan mengurangi biaya yang harus Anda keluarkan. Selain itu, proses pengiriman dan penerimaan data juga akan menjadi lebih cepat.

Baca Juga: Apa Itu Artificial Intelligence (AI) & Contohnya Pada Bisnis

Contoh Penerapan Big Data

Untuk lebih memahami mengenai apa itu big data, kami akan memberikan contoh penerapan data skala besar ini di bidang bisnis dan pendidikan, seperti berikut:

1. Di Bidang Bisnis

Seperti yang kami sebutkan sebelumnya, bahwa big data ini telah banyak pelaku bisnis aplikasikan dalam pengembangan bisnis mereka.

Salah satu contohnya adalah pengumpulan data atau informasi interaksi dengan audience atau pengguna media sosial, seperti komentar, like, dan share. Data interaksi di media sosial ini kerap kali menjadi data berharga yang pelaku bisnis gunakan dalam pengembangan atau menghadirkan produk atau inovasi.

Selain itu, data tersebut juga menjadi landasan dalam pembuatan kampanye atau iklan. Umumnya, metode pengumpulan data dari media sosial sendiri berbeda, tergantung dari pelaku bisnis.

Misalnya, terdapat pelaku bisnis yang mengumpulkan data interaksi media sosial bisnisnya melalui tool squarelovin dan crowdfire. Namun, Ada juga yang lebih menyukai pengumpulan data menggunakan buzzsumo.

2. Di Bidang Pendidikan

Selain di bidang bisnis, penerapan data skala besar juga dapat Anda lihat di bidang pendidikan. Salah satunya adalah seperti yang kami kutip dari infografik yang dirilis oleh Forbytes.

Big data memberikan peluang kepada institusi akademik untuk dapat mengintegrasikan platform maupun aplikasi penting yang mereka gunakan untuk pengelolaan data pekerjaan mereka. Hal tersebut memungkinkan para praktisi akademis untuk dapat mengefisienkan kinerja mereka dan sekaligus memangkas biaya.

Integrasi teknologi tersebut dapat membuat proses analisa informasi di berbagai bidang, termasuk di bidang akademik. Sehingga, cara menilai serta pemilihan metode belajar untuk peserta didik pun menjadi lebih akurat.

Baca Juga: Mengenal Absensi Online Dengan Teknologi Face Recognition

Telah Lebih Paham Mengenai Apa Itu Big Data?

Jadi, big data adalah istilah untuk kumpulan data terstruktur, tidak terstruktur, maupun semi terstruktur dengan volume besar serta dapat berkembangan seiring dengan berjalannya waktu. Dalam dunia bisnis sendiri, keberadaan data skala besar terbilang sangat penting. 

verifikasi identitas
Produk Verifikasi Identitas Verihubs

Jika Anda menjalankan bisnis dan membutuhkan bantuan untuk pengelolaan data besar bisnis Anda, terutama data pelanggan. Verihubs dapat menjadi solusi untuk Anda. Platform online yang tercatat OJK ini menyediakan teknologi verifikasi identitas yang dapat membantu pengelolaan data pelanggan Anda secara instant. 

Teknologi ini sendiri dikombinasikan OCR yang memberikan pengalaman lebih mudah kepada pelanggan dalam proses pendaftaran identitas. Karena Anda cukup scan KTP pelanggan, maka data pada KTP akan otomatis terinput pada sistem maupun form aplikasi perusahaan Anda yang tersedia dalam format SDK juga SPI. Menariknya lagi, produk Verihubs ini tersertifikasi NIST FRVT 1:1 & 1:N, sehingga mampu memverifikasi data pelanggan Anda secara cepat dan akurat. Sekian penjelasan kami mengenai apa itu big data dan contoh penerapannya. Semoga bermanfaat.

Artikel Terbaru Kami

ikd digital

Apa Itu IKD Digital? Verifikasi Identitas dengan Mudah!

pemasaran digital

Pemasaran Digital (Digital Marketing): Strategi dan Jenisnya

absensi digital sekolah

Studi Kasus: 4 Peranan Absensi Digital Sekolah dan Contohnya