Biometrik Inklusif: Memperkuat Keamanan Industri Keuangan

biometrik inklusif

Istilah biometrik inklusif masih cukup awam di tengah masyarakat. Padahal, semestinya di tengah kemajuan teknologi yang pesat saat ini, masyarakat seharusnya memahami dan berpartisipasi aktif di dalamnya. Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan biometric inklusif ini? Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Keuangan Inklusif?

Sebelum membahas tentang biometrik, penting bagi Anda untuk memahami terlebih dahulu akar kehadirannya, yaitu keuangan inklusif alias inklusi keuangan. Secara sederhana, keuangan inklusif adalah serangkaian hak masyarakat mendapatkan dan menikmati berbagai layanan keuangan. Baik tabungan, investasi, asuransi, kredit, dan lainnya.

Tujuan dari keuangan inklusif adalah untuk menjamin kesejahteraan setiap warga negara. Oleh sebab itu, melalui inklusi ini, masyarakat dapat meningkatkan pengelolaan keuangan serta dipermudah mendapatkan akses modal. Secara otomatis, hal ini akan meningkatkan taraf hidup dari sektor perekonomian mereka.

Di dalam prakteknya, inklusi finansial ini semakin mudah melalui ketersediaan dukungan gawai canggih dan aneka platform digital. Jadi, bahkan penduduk di pelosok dapat menikmati layanan keuangan yang sama. Contoh utamanya melalui ketersediaan m-banking untuk nasabah instansi perbankan bertransaksi secara digital.

Apa Itu Biometrik Inklusif?

Setelah memahami tentang keuangan inklusif, berikutnya mengenal tentang inklusi biometrik atau umum dikenal dengan istilah otentikasi biometrik. Apa artinya? Proses identifikasi sekaligus verifikasi individu atau pribadi menggunakan karakteristik fisik atau perilaku unik dalam klaim akses digital.

Sebagaimana Anda ketahui, kemajuan teknologi digital begitu pesat. Nyaris tidak adanya dinding pembatas, menimbulkan berbagai tindak kejahatan siber seperti pemalsuan, pencurian, dan pembobolan identitas merajalela. Hingga dibuatlah proses verifikasi identitas digital yang kemudian dikenal sebagai inklusi biometrik ini.

Jadi, dalam proses tersebut, akan dilakukan perbandingan rekaman data pemilik saat pertama kali melakukan registrasi dengan ketika klaim akses ulang pada perangkat pintar, website, aplikasi, dan jaringan digital lainnya. Perbandingan didasarkan pada pengenalan karakteristik wajah, sidik jari, dan sejenisnya.

Baca Juga: Kenali Apa Itu Biometrik, Sejarah Singkat, hingga Manfaatnya

Hal Penting yang Harus Diperhatikan dalam Biometrik Inklusif

Melalui penerapan biometrik inklusif, akan sulit melakukan rekayasa identitas, sehingga klaim hanya dapat dilakukan oleh individu atau kelompok terkait yang telah terdaftar sebelumnya. Apakah metode tersebut dapat dipertanggungjawabkan? Jawabannya tentu, berkat hal-hal penting yang diterapkan berikut ini.

  1. Aksesibilitas: Bahwa setiap individu memiliki hak mendapatkan perlindungan dan klaim terhadap data pribadinya.
  2. Keamanan: Di mana inklusi biometrik menjamin keamanan tinggi terhadap perlindungan data pengguna.
  3. Kepercayaan: Pengguna harus memiliki kepercayaan terhadap pihak penyelenggara.
  4. Pilihan: Setiap individu memiliki hak untuk menggunakan inklusi biometrik atau tidak.
  5. Akuntabilitas: Di mana pihak penyedia layanan dan pengembang bertanggung jawab penuh atas data pengguna.

Ragam Inklusi Biometrik

Berikutnya, setelah memahami definisi inklusi biometrik, Anda perlu mengenali beragam jenisnya yang telah diklasifikasikan menjadi beberapa kategori berbeda. Apa saja?

1. Pemindaian Sidik Jari

Pertama, ada fingerprint alias pemindaian sidik jari yang paling umum digunakan. Metode ini terjamin, karena struktur sidik jari setiap orang berbeda, sehingga tidak mungkin terjadi penggandaan maupun pemalsuan. Bahkan, sidik jari seseorang sudah menjadi acuan verifikasi identitas zaman Mesir kuno.

2. Pengenalan Wajah

Face recognition alias pengenalan wajah menjadi ragam inklusi biometrik selanjutnya. Algoritma yang terpasang pada sistem akan menangkap bentuk wajah, kemudian melakukan proses analisa melalui pengukuran dan pemetaan karakteristik untuk memverifikasi identitas. Struktur wajah juga bukan sesuatu yang mudah ditiru.

3. Pemindaian Iris & Retina Mata

Berikutnya, ada jenis biometrik inklusif berupa pengenalan iris dan retina mata. Metode ini lebih kompleks dari pengenalan wajah dan memanfaatkan kamera sekaligus inframerah untuk mengenali strukturnya. Sistem akan menangkap pola iris dan retina, kemudian algoritma sistem akan mengidentifikasi keasliannya.

4. Pengenalan Langsung

Pengenalan langsung alias liveness detection merupakan upaya identifikasi dan verifikasi secara real-time oleh sistem. Maksudnya, pada upaya klaim masuk pada situs atau aplikasi yang tengah berjalan dan terhubung dengan jaringan internet. Prosesnya berlangsung lebih cepat dari jenis lainnya.

5. Pengenalan Suara

Terakhir, ada voice recognition atau pengenalan suara. Sebagai informasi, aksen, frekuensi, dan aliran suara masing-masing orang berbeda. Jadi, inklusi biometrik akan mengenali dan membedakan pemilik suara ketika melakukan klaim akses digital. Menakjubkan sekali bukan kecanggihan yang pengenalan biometrik tawarkan?

Bagaimana Inklusi Biometrik Bekerja?

Secara sederhana, Anda tentu sudah dapat menangkap bahwa beragam jenis verifikasi biometrik ini mengandalkan kecerdasan buatan sebagai pedoman utama. Namun, tentu tetap merasa penasaran bagaimana proses identifikasi tersebut bisa berlangsung, bukan? Berikut ulasannya!

  1. Perekaman informasi pengguna menjadi langkah awal, bisa dengan penyimpanan sidik jari, wajah, iris/retina, hingga suara. Sistem akan menyimpan data tersebut sebagai bahan pembanding saat pengajuan klaim.
  2. Pendeteksian identitas berlangsung ketika Anda mulai berusaha masuk ke akun, perangkat, dan lainnya yang berbasis digital dan telah terhubung dengan sistem keamanan biometrik.
  3. Proses analisis yang meliputi ekstraksi, pengukuran, dan pemetaan identitas pelaku klaim akan berlangsung. Algoritma akan berusaha menemukan karakter atau pola unik sebagai bahan pencocokan dengan data pribadi yang tersimpan.
  4. Pencocokan menjadi langkah terakhir. Jika algoritma menemukan kesesuaian antara pengguna yang melakukan klaim dengan data yang tersimpan sebelumnya, otomatis akses akan diberikan. Jika tidak, sistem akan mengunci dan mengenali sebagai upaya peretasan atau tindak kejahatan siber sejenisnya.

Baca Juga: Apa itu Anti Pencucian Uang (AML)? Bagaimana Kebijakannya

Implementasi Area Inklusif

Lantas, bagaimana dengan cakupan implementasi biometrik inklusif ini, khususnya dalam sektor keuangan? Proses identifikasi dan verifikasi digital ini dapat mendukung pemerataan akses keuangan di berbagai lapisan masyarakat di bawah ini.

  1. Area pedesaan, di mana infrastruktur sangat terbatas, khususnya untuk instansi keuangan. Inklusi biometrik memungkinkan nasabah bertransaksi di mana saja dan kapan saja tanpa perlu kehadiran fisik di kantor.
  2. Nasabah usia senja yang kesulitan beraktivitas maupun menggunakan fitur biometrik lainnya, dapat memilih pengenalan suara sebagai solusi terbaik.
  3. Migran dengan pemahaman bahasa asing yang minim, namun tetap dapat mengakses transaksi keuangan tanpa kendala. Bisa pekerja maupun pencari suaka.
  4. Pengidap disabilitas, khususnya kemampuan kognitif kurang, sehingga sulit memberikan informasi pribadi secara akurat.
  5. Pengungsi yang dalam kondisi terdesak tetap dapat melakukan transaksi keuangan secara digital.

Pentingnya Inklusi Biometrik dalam Keuangan

Melalui penjabaran biometrik inklusif di atas, jelas peranan pentingnya pada industri keuangan. Tidak hanya menjamin keamanan akses dan transaksi, namun juga memudahkan dan meratakan keuangan inklusif di masyarakat. Jadi, di mana dan kapan saja, pengguna leluasa dalam aktivitas finansialnya.

Tentu saja, Anda tidak bisa sembarangan mempercayakan layanan inklusi biometrik pada penyedia yang tidak kredibel. Pasalnya, data pribadi Anda yang rentan penyalahgunaan, akan tersimpan dalam database vendor sebagai bahan perbandingan. Soal kredibilitas, rekam jejak, dan pengalaman, tentu Verihubs paling andal.

Verifikasi Biometrik dari vendor satu ini mencakup: pengenalan wajah, pengenalan langsung, watchlist screening, pemeriksaan gaji, OCR for ID Card, serta SMS dan WhatsApp Global OTP. Anda dapat memilih salah satu atau keseluruhan layanan sesuai dengan kebutuhan. 

Mempercayakan kebutuhan otentikasi digital pada Verihubs akan memberikan rasa nyaman dan aman untuk setiap transaksi keuangan yang dilakukan secara digital. Baik untuk kebutuhan pribadi, komunitas, instansi, maupun perusahaan, keamanan biometrik dari Verihubs dapat memberikan layanan terlengkap dan terbaik. 

Artikel Terbaru Kami

biometrik inklusif

Biometrik Inklusif: Memperkuat Keamanan Industri Keuangan

Mengenal Apa Itu CFT dalam Melawan Pendanaan Terorisme

modus penipuan terbaru

Waspada! 5 Modus Penipuan Terbaru Salah Satunya dari WA!