Produk
Phone Number Verification
Phone Number Verification
Verifikasi nomor telepon pengguna secara real-time.
Phone Number Verification
Phone Number Verification
Identity Verification
Identity Verification
Verifikasi Identitas Pengguna dengan sumber data yang terpercaya.
Identity Verification
Identity Verification
Biometric Verification
Biometric Verification
Kenali identitas wajah pengguna dengan teknologi Artificial Intelligence.
Biometric Verification
Biometric Verification
Business Verification
Business Verification
Hindari risiko bisnis dengan mengenali rekan bisnis anda.
Business Verification
Business Verification
Employee Verification
Employee Verification
Verifikasi identitas lengkap untuk calon karyawan.

Apa itu Face Detection, Cara Kerja, hingga Keuntungannya

face detection

Sebagian orang mungkin merasa bingung dan sulit membedakan antara face detection dan face recognition, padahal keduanya memiliki konsep penerapan yang berbeda. Inti kerja face detection adalah mendeteksi wajah seseorang, atau objek yang ditangkap oleh kamera. Sedangkan inti kerja face recognition adalah mengenali wajah user atau objek yang ada di depan perangkat pemindai. 

Face detection memiliki tujuan utama untuk mendeteksi wajah pada suatu citra, sementara face recognition bertujuan untuk mengenali wajah dan melakukan verifikasi terkait data wajah yang masuk ke sistem. Penjelasan lebih detail mengenai face detection, langsung saja simak ulasan di bawah ini.

Apa Itu Face Detection?

Face detection alias deteksi wajah merupakan suatu teknologi komputer berbasis Artificial Intelligence (AI) yang digunakan untuk mengekstraksi dan mengidentifikasi wajah seseorang dari gambar digital. Ketika terintegrasi dengan sistem keamanan biometrik (khususnya, pengenalan wajah), maka teknologi semacam inilah yang memungkinkan untuk memantau dan melacak orang secara real-time.

Face detection merupakan langkah awal dalam analisis wajah, pelacakan wajah, dan yang terpenting, pengenalan wajah. Teknologi ini diterapkan pada pembukaan kunci perangkat, perbankan, perhotelan, penegakan hukum, keamanan gedung, dan masih banyak lagi lainnya.

Menilik Cara Kerja Face Detection

face detection
Sumber: Freepik

Teknologi face detection menggunakan pembelajaran mesin dan algoritma untuk mengekstraksi wajah manusia dari gambar yang lebih besar. Gambar seperti itu biasanya akan berisi banyak objek non-wajah, seperti bangunan, lanskap, dan berbagai bagian tubuh lainnya.

Algoritma deteksi wajah biasanya akan dimulai dengan mencari mata manusia, yang merupakan salah satu fitur wajah yang paling mudah dideteksi. Kemudian selanjutnya, algoritma mungkin mencoba menemukan mulut, hidung, alis, hingga iris mata. Setelah mengidentifikasi fitur wajah ini, dan algoritma menyimpulkan bahwa ia telah mengekstraksi wajah, maka ia kemudian menjalani tes tambahan untuk mengonfirmasi bahwa itu memang wajah.

Mari kenalan dengan jenis-jenis algoritma!

  • Machine Learning (ML). Algoritma ML menggunakan statistik untuk menemukan pola dalam sejumlah besar data, di mana data ini dapat mencakup kata, angka, gambar, klik, dan lainnya. ML merupakan suatu proses di balik banyak layanan modern, seperti asisten suara (Siri dan Alexa), mesin pencari (Google dan Baidu), dan sistem rekomendasi (Spotify dan Netflix).
  • Artificial Intelligence (AI). Sistem yang menggunakan AI menunjukkan perilaku yang mirip dengan kecerdasan manusia, misalnya pemecahan masalah, perencanaan, pembelajaran, persepsi, manipulasi, dan penalaran.
  • Deep Learning. Algoritma ini merupakan bagian dari pembelajaran mesin, dan inilah yang membentuk jaringan saraf dalam. Pada dasarnya, mesin diberi kemampuan yang lebih besar untuk menemukan dan memperkuat pola-pola kecil. Jaringan tersebut memiliki lapisan node komputasi yang berkolaborasi untuk menyaring data, serta memberikan prediksi.

Metode Face Detection yang Perlu Diketahui

Tiga peneliti dari University of California, yaitu David Kriegman, Ming-Hsuan Yang, dan Narendra Ahuja, menerbitkan klasifikasi metode face detection, yaitu:

1. Feature-Based Method

Metode ini mampu menemukan wajah dengan mengekstraksi fitur struktural. Pertama, sebuah algoritma akan dilatih sebagai classifier, lalu digunakan untuk mengurutkan daerah wajah dari daerah non-wajah. Anggota tubuh seperti hidung atau mata seseorang akan digunakan untuk mendeteksi wajah.

2. Knowledge-Based Method

Algoritma berbasis pengetahuan akan sangat bergantung pada seperangkat aturan, dan dibangun di atas pengetahuan manusia. Misalnya, sebuah aturan bahwa wajah harus memiliki mata, hidung, dan mulut dalam posisi tertentu, yang relatif sama terhadap satu sama lain. Namun, metode semacam ini memiliki satu tantangan besar yaitu sangat sulit untuk membangun seperangkat aturan yang sesuai. Jika aturan terlalu umum, maka kemungkinan akan ada banyak kesalahan positif. Dan sebaliknya, jika aturan terlalu rinci, maka sistem dapat menghasilkan banyak kesalahan negatif.

3. Template Matching Method

Dengan algoritma pencocokan template, template dengan parameter atau yang telah ditentukan sebelumnya akan digunakan untuk menemukan atau mendeteksi wajah. Sistem akan mengukur korelasi antara foto yang dikirim dan template. Misalnya, template dapat menunjukkan bahwa wajah manusia dibagi menjadi daerah kontur hidung, mulut, mata, dan wajah. Selain itu, model wajah dapat terdiri dari tepi saja dan menggunakan metode deteksi tepi. Perlu diketahui, bahwa penerapan pendekatan ini mudah, tetapi tidak cukup untuk deteksi wajah.

4. Appearance-Based Method

Algoritma berbasis penampilan menggunakan serangkaian gambar pelatihan untuk “mempelajari” seperti apa wajah yang seharusnya. Secara umum, metode ini akan mengandalkan pembelajaran mesin dan analisis statistik untuk menentukan karakteristik wajah yang relevan. Pendekatan berbasis penampilan ini, pada umumnya dianggap lebih kuat daripada metode-metode yang disebutkan sebelumnya.

Apa Saja Keuntungan Sistem Face Detection

face detection
Sumber: Freepik

Mari lihat kelebihan atau keuntungan dari penerapan sistem deteksi wajah ini;

  • Keamanan yang lebih baik, di mana sistem deteksi wajah menambah taktik pengawasan dan menjadi dasar proses identifikasi teroris dan penjahat.
  • Mudah diintegrasikan, karena sebagian besar solusi deteksi wajah kompatibel dengan perangkat lunak keamanan.
  • Proses identifikasi otomatis, sehingga meningkatkan efisiensi di samping tingkat akurasi yang tinggi.

Baca juga: Memahami Face Recognition dan Perbedaannya dengan Face Detection

Sistem deteksi wajah atau face detection memang menjadi semakin umum di lingkungan online. Misalnya untuk memverifikasi identitas user yang masuk ke situs website dan aplikasi, untuk mengautentikasi user saat mereka melakukan pembelian, hingga untuk mengamankan informasi pribadi seperti kata sandi, dan lainnya.

Sistem face detection kian berkembang, dan menjadi semakin akurat dari waktu ke waktu. Anda pun bisa memanfaatkannya untuk bisnis atau perusahaan Anda. Dalam hal ini, Anda bisa memilih Verihubs sebagai partner yang terbaik.

Verihubs hadir menawarkan berbagai kemudahan dalam sistem verifikasi serta autentikasi yang terintegrasi, salah satu teknologi terbaiknya adalah Biometric Verification. Dapatkan informasi lebih lanjut apa saja keunggulan dari teknologi termutakhir ini, dengan menghubungi kontak layanan Verihubs.

Bersama dengan Verihubs, dijamin pengalaman user akan menjadi lebih lancar, operasional lebih efisien, dan keamanan data bisnis Anda akan lebih terjaga. Verihubs telah dipercaya oleh banyak pelaku bisnis di Indonesia. Kini tiba giliran Anda!