Facial Verification untuk Bisnis, Ini 5 Manfaatnya

facial verification

Mungkin untuk Anda yang bekerja di industri yang banyak berurusan dengan data sensitif, akses terhadap sebuah informasi, atau akun, facial verification tidak lagi jadi istilah yang asing. Namun demikian, cukup banyak juga yang masih mencari penjelasan terkait teknologi ini, dan bagaimana manfaatnya bagi bisnis yang dimiliki.

Facial verification jelas berbeda dengan facial recognition. Keduanya menjadi segmen yang saling bersinggungan, namun wajib dipahami bahwa terdapat perbedaan mendasar yang sangat jelas. Sekilas, akan dibahas terkait perbedaan, sekaligus mengenai definisi dari facial verification.

Baca Juga: Foto Biometrik untuk Otentikasi, Bagaimana Cara Kerjanya?

Definisi Facial Verification dan Facial Recognition

facial verification

Teknologi facial recognition ditujukan untuk menangkan citra wajah seseorang, untuk mengumpulkan informasi yang digunakan dalam mengenali identitasnya. Gambar yang dikumpulkan atau diambil ini akan secara otomatis diproses ke dalam bentuk data tertentu, dan di-breakdown lagi dengan sistem yang ada. Hasil breakdown-nya benar-benar detail sehingga sistem dapat mengidentifikasi seseorang dan membedakannya dengan orang lain.

Lalu bagaimana dengan facial verification?

Teknologi ini sendiri lebih fokus pada pencocokan dan proses verifikasi antara wajah asli yang dimiliki user dengan wajah yang ada pada dokumen yang disertakannya. Misalnya saja, pencocokan antara wajah asli dengan foto wajah yang ada di KTP.

Konfirmasi akan diberikan ketika sistem mendeteksi kecocokan antara wajah user dengan wajah yang ada pada berkas identitas yang dimilikinya, sehingga memastikan pemilik berkas dan user adalah orang yang sama.

Bagaimana Cara Kerjanya secara Umum?

facial verification

Cara kerja dari teknologi ini pada dasarnya sangat sederhana, namun melihatkan artificial intelligence, sehingga kualitas pencocokan dan verifikasinya dapat benar-benar diandalkan. Secara umum, berikut cara kerjanya.

  • Langkah pertama, user akan diminta memasukkan foto atau gambar wajah dengan metode selfie, sehingga profil wajah tampak jelas pada perangkat pemindai
  • Kedua, user akan diminta memasukkan foto KTP atau berkas identitas lain yang memiliki foto wajah di dalam berkas tersebut
  • Ketiga, sistem akan menganalisis kecocokan antara foto selfie yang diambil pada tahap pertama, dan foto yang ada pada berkas di langkah kedua
  • Keempat, jika ternyata wajah yang dimasukkan pada dua langkah pertama cocok, maka sistem akan mengkonfirmasi hal ini

Meski sedikitnya terdapat empat langkah berbeda, tapi sebenarnya proses dan cara kerja facial verification terbilang cepat. Hitungan yang digunakan hanya beberapa detik saja, berkat adanya kecerdasan buatan yang mendukung proses pencocokan antara data yang dimasukkan ini.

Keterlibatan AI dalam proses tersebut sangat membantu menghemat waktu dari kerja layanan dan waktu yang dimiliki user, tanpa mengesampingkan akurasi pencocokan yang dilakukan. Keuntungan dapat diperoleh dari sisi user dan sistem atau layanan yang Anda sediakan.

Manfaat dari Penerapan Teknologi Ini pada Bisnis

facial verification

Beberapa manfaat bisa didapatkan oleh bisnis ketika menggunakan sistem facial verification yang solid.

1. Akurasi Pencocokan yang Terjamin

Dengan dukungan teknologi AI, akurasi pencocokan dan verifikasi yang dilakukan oleh sistem jelas akan semakin solid. Anda tak lagi perlu berhadapan dengan kesalahan verifikasi, karena AI mampu memastikan proses ini berjalan dengan akurat seperti yang seharusnya.

Sistem bahkan dapat memberikan notifikasi untuk user jika masih menggunakan aksesoris bagian wajah atau kepala, sehingga dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dari sistem.

2. Memudahkan User

Ketika pengambilan gambar wajah dilakukan dengan psoso yang terbalik, sistem yang handal juga bisa membalikkan hasil gambar secara otomatis. Hal sederhana ini akan memudahkan user dalam proses input data, sehingga proses berjalan dengan nyaman.

Tidak hanya itu saja, Anda juga dapat menyematkan petunjuk pengambilan gambar ideal yang dibutuhkan sistem sehingga proses verifikasi berjalan lebih cepat.

3. Pencocokan Data Cepat

Pada beberapa sistem yang benar-benar solid, proses verifikasi hanya berlangsung sekitar satu detik saja. Pencocokan data yang dimasukkan berjalan demikian cepat tanpa mengesampingkan tingkat akurasi yang tinggi, karena didukung teknologi yang canggih.

4. Proteksi pada User

Isu higienitas dalam proses verifikasi menjadi salah satu yang menjadi pertimbangan utama pada beberapa tahun lalu, ketika pandemi melanda seluruh dunia. Tidak perlu cemas, sebab facial verification kekinian telah menerapkan sistem touchless sehingga membantu memberikan perlindungan pada user dari risiko infeksi virus atau bakteri jahat.

5. Terhubung dengan Database Valid

Jika Anda cermat, layanan facial verification yang digunakan juga dapat terhubung dengan database yang terpercaya. Hal ini penting untuk turut memastikan bahwa identitas yang digunakan juga merupakan identitas yang sah dan masih berlaku, untuk user yang melakukan verifikasi.

Baca Juga: Mengenal 5 Jenis Biometrik pada Konteks Verifikasi Identitas 

Pada akhirnya facial verification menjadi hal yang fundamental dalam bisnis dan layanan kekinian. Dengan teknologi ini, sistem dapat melakukan verifikasi dengan cepat, sehingga pelanggan juga merasakan kenyamanan dan kecepatan proses yang diperlukan.

Untuk mendapatkan produk facial verification yang handal, Verihubs menyediakan Biometric Verification. Dengan sistem yang solid serta proses yang cepat, Verihubs berkomitmen memberikan dukungan penuh pada jenis bisnis apapun yang Anda miliki, dalam bidang verifikasi menggunakan ciri biometrik ini. Segera hubungi layanan pelanggan kami sekarang, dan dapatkan informasi lengkap terkait produk andalan ini!

Artikel Terbaru Kami

biometrik inklusif

Biometrik Inklusif: Memperkuat Keamanan Industri Keuangan

Mengenal Apa Itu CFT dalam Melawan Pendanaan Terorisme

modus penipuan terbaru

Waspada! 5 Modus Penipuan Terbaru Salah Satunya dari WA!