5 Cara Sederhana Penerapan Fraud Risk Assessment pada Bisnis

fraud risk assessment

Fraud risk assessment,  menjadi topik yang menarik dibedah jika melihat kondisi perkembangan teknologi kekinian. Anda yang memiliki perusahaan atau layanan digital, wajib menyadari pentingnya melaksanakan hal ini di dalam perusahaan Anda.

Jika melihat definisinya, fraud risk assessment merupakan upaya yang dilakukan oleh perusahaan untuk dapat menerapkan sistem mitigasi pada risiko terjadinya fraud, baik yang berasal dari internal perusahaan atau dari sisi eksternal perusahaan Anda.

Penerapannya dapat dilakukan secara khusus, menyesuaikan dengan kondisi sistem bisnis yang Anda miliki. Setiap manajer di bagian-bagian yang ada wajib memetakan risiko atau celah yang memungkinkan terjadinya fraud, sehingga dapat disusun langkah pencegahan pelebaran masalah dan penanganannya dengan secepat mungkin.

Baca Juga: Kenapa Verifikasi Digital Penting bagi Keamanan Bisnis?

Mengapa Perusahaan Membutuhkan Fraud Risk Assessment?

Sumber: freepik.com

Menerapkan langkah sederhana mitigasi risiko terjadinya fraud akan jauh lebih ekonomis jika mempertimbangkan risiko besar yang mengancam sistem perusahaan ketika masalah yang seharusnya sudah diprediksi benar-benar terjadi.

Jika melihat data yang disajikan pada ACFE’s 2020 Global Fraud Study, secara global skema fraud menyebabkan kerugian lebih dari US$3,6 miliar dalam tempo waktu satu tahun saja. Bukan angka yang kecil bukan?

Namun risiko kerugian tersebut dapat dikurangi, dicegah, bahkan dinihilkan, jika perusahaan memiliki langkah penanganan dan mitigasi fraud yang cermat. Langkah ini secara esensial dapat membantu bisnis secara proaktif mengidentifikasi risiko yang muncul dari sisi internal dan eksternal yang dapat berdampak buruk pada reputasi, citra, keamanan aset dan data, serta kepercayaan publik yang telah diperoleh bisnis.

Cermati 4 Aspek Ini dalam Penerapannya

Sumber: freepik.com

Dalam penerapan konsep ini di bisnis Anda, sedikitnya ada empat aspek yang wajib diperhatikan.

1. Assets Misappropriation

Atau dalam terjemahan bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan penyalahgunaan aset. Pada umumnya, uang kas, persediaan, dan aset perusahaan adalah bagian dari penyalahgunaan ini, dan wajib dipetakan risiko skimming atau penyalahgunaannya.

Staf atau karyawan yang melakukan penyalahgunaan aset bisa masuk dalam kategori fraud, yang dapat membawa kerugian bernilai besar pada perusahaan, baik secara fisik atau secara citra yang dimiliki. Terlebih jika materi yang disalahgunakan adalah aset berupa data pelanggan.

2. Pelaporan Finansial dan Nonfinansial

Pelaksanaan pelaporan ini harus berjalan konsisten dari waktu ke waktu. Ketika terdapat inkonsistensi dari keduanya, maka dapat menjadi indikasi terjadinya fraud dari sisi internal perusahaan. Fraud pada sektor ini dapat berupa pelaporan keuntungan yang dilebih-lebihkan, dan pelaporan biaya yang ditekan sehingga terdapat margin yang tidak wajar dan selaras ketika dipadankan dengan keadaan riil.

Pembatasan akses dan keterbukaan sistem di setiap sektor bisa menjadi solusi untuk aspek kedua dalam pon penting fraud risk assessment ini.

3. Kepatuhan Regulasi

Hal ini harus lebih diperhatikan terlebih saat terjadi kondisi makro yang berpengaruh pada keadaan global. Contoh paling nyata adalah terjadinya pandemi beberapa waktu yang lalu, yang ternyata juga memicu terjadinya banyak kasus fraud karena lemahnya proses audit yang dijalankan.

Ketika terdapat celah seperti ini, perusahaan wajib meningkatkan kewaspadaannya pada setiap indikasi dan risiko yang ada. Dengan perencanaan matang, indikasi fraud dapat segera dideteksi, dan disikapi dengan bijak agar tidak membawa kerugian besar.

4. Tindakan Ilegal

Memahami seluk beluk fraud menjadi hal yang wajib bagi pengelola perusahaan atau auditor yang ditugaskan untuk menjaga kondisi bisnis Anda. Pemahaman pada indikasi, motivasi pelaku, metode yang digunakan, dan penggunaan tools yang dapat membantu pencegahannya harus senantiasa dipastikan.

Sederhana saja, tujuannya untuk mencegah terjadinya fraud, dan langkah risk assessment dapat berjalan dengan baik.

Cermati 5 Langkah Penerapan Fraud Risk Assessment dalam Bisnis Berikut

Sumber: freepik.com

Ada lima langkah sederhana penerapan konsep ini di dalam perusahaan, yang secara umum, efektif untuk  berbagai jenis bisnis. Nantinya Anda hanya perlu melakukan adaptasi pada kelima poin ini, disesuaikan dengan jenis dan konteks bisnis Anda.

  • Pertama, identifikasi risiko yang ada. Proses ini adalah tahap yang penting dilakukan sebagai kunci untuk menyusun fraud risk assessment yang baik. Faktor yang harus dipertimbangkan adalah ekosistem dan pola bisnis yang dimiliki, efektivitas kontrol internal, dan aturan serta value yang diterapkan oleh bisnis pada karyawannya.
  • Kedua, hitung jumlah risiko yang ada. Cermati risiko yang ada, lakukan perhitungan detail menggunakan kategori yang jelas, dan perkirakan efek yang ditimbulkan.
  • Ketiga, berikan respon pada risiko yang berhasil diidentifikasi dan dipetakan. Respon yang diberikan dapat berupa menghindari risiko, memindahkan dampak risiko ke bagian yang dinilai lebih kuat, melakukan langkah pencegahan, dan penanganan bilamana risiko benar-benar terjadi.
  • Keempat, terus lakukan peninjauan pada risiko ini. Seiring berjalannya waktu, risiko yang telah diprediksi harus terus ditinjau. Adakah indikasi yang muncul dan harus diwaspadai? Atau semuanya masih dalam tahap yang dapat ditangani dengan baik?
  • Kelima, laporkan secara berkala. Dengan menggunakan matriks yang jelas untuk setiap risiko yang ada, Anda dapat membuat laporan atas pengamatan yang dilakukan selama ini.

Baca Juga: Teknologi Biometrics NFC, Akurasi Verifikasi yang Solid! 

Penerapan konsep fraud risk assessment dapat membantu perusahaan terhindar dari berbagai jenis masalah yang mungkin muncul. Salah satu langkah yang dapat dilakukan, adalah dengan membuat kategorisasi akses informasi dan fasilitas yang dimiliki, serta integrasi sistem dengan model terbuka sehingga secara empirik dapat dilihat siapa saja yang mengakses data dan melakukan perubahan.

Untuk urusan kategorisasi akses, Anda dapat menggunakan produk verifikasi yang disediakan oleh Verihubs.

Verihubs, untuk Bisnis yang Lebih Aman

Dengan produk verifikasi yang dimiliki Verihubs, Anda dapat mengatur hak akses setiap staf yang ada di perusahaan. Masuk dalam langkah penerapan fraud risk assessment dalam rangka pencegahan terjadinya fraud, sistem yang solid dari Verihubs siap membantu Anda dalam mengurangi risiko terjadinya fraud. Segera hubungi layanan pelanggan kami, dan dapatkan informasi lengkapnya sekarang juga!

Artikel Terbaru Kami

ikd digital

Apa Itu IKD Digital? Verifikasi Identitas dengan Mudah!

pemasaran digital

Pemasaran Digital (Digital Marketing): Strategi dan Jenisnya

absensi digital sekolah

Studi Kasus: 4 Peranan Absensi Digital Sekolah dan Contohnya