Verihubs Logo
Home Blog Fungsi Firewall dalam Cybersecurity dan Pencegahan Fraud AI
7 min read Deepfake Detection Published on February 23, 2026

Fungsi Firewall dalam Cybersecurity dan Pencegahan Fraud AI

Fungsi Firewall dalam Cybersecurity dan Pencegahan Fraud AI

Seiring percepatan transformasi digital di Indonesia, keamanan siber telah menjadi kebutuhan utama. Banyak perusahaan masih mengandalkan firewall sebagai lini pertahanan awal terhadap serangan siber. Namun, apakah firewall saja memadai untuk menghadapi ancaman modern seperti deepfake, identity spoofing, dan synthetic identity attack?

Teknologi Artificial Intelligence (AI) menawarkan banyak manfaat, namun juga memunculkan jenis fraud baru yang lebih kompleks. Memahami fungsi dan keterbatasan firewall menjadi langkah awal dalam membangun sistem keamanan digital yang kuat.

Key Highlights

  • Firewall tetap menjadi fondasi keamanan jaringan dalam melindungi sistem dari akses tidak sah.
  • Fraud berbasis AI tidak dapat dicegah hanya dengan firewall, karena menyerang pada level identitas, bukan jaringan.
  • Integrasi AI Verification seperti Face Recognition dan Liveness Detection menjadi solusi keamanan modern.

Apa Itu Firewall dan Mengapa Masih Digunakan Saat Ini

Firewall adalah sistem keamanan jaringan yang memantau dan mengontrol lalu lintas data masuk dan keluar berdasarkan aturan yang telah ditetapkan. Firewall menentukan akses yang diizinkan maupun yang ditolak.

Di Indonesia, penggunaan firewall masih sangat relevan karena:

  • Banyak perusahaan masih bergantung pada sistem berbasis jaringan internal.
  • Serangan seperti malware, ransomware, dan port scanning masih umum terjadi.
  • Regulasi perlindungan data semakin ketat, termasuk UU PDP (Perlindungan Data Pribadi).

Firewall bekerja dengan cara:

  1. Menginspeksi paket data.
  2. Membandingkannya dengan rule security.
  3. Mengizinkan atau memblokir koneksi berdasarkan kebijakan.

Walaupun teknologi terus berkembang, firewall tetap menjadi bagian dasar dari arsitektur keamanan jaringan modern. Hal ini didukung oleh data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang melaporkan lebih dari 400 juta anomali traffic jaringan pada tahun 2023, dengan sebagian besar serangan masih menargetkan celah keamanan pada level jaringan.

Selain itu, regulasi seperti Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik menegaskan keharusan perlindungan berlapis, termasuk firewall, dalam sistem TI perusahaan di Indonesia.

Fungsi Firewall dalam Cybersecurity Modern

1. Blocking Unauthorized Access

Salah satu fungsi utama firewall adalah memblokir akses tidak sah dari luar jaringan. Firewall berfungsi sebagai filter yang mencegah hacker mengakses server, database, atau sistem internal perusahaan.

Contohnya:

  • Mencegah brute force attack pada server.
  • Menutup port yang tidak digunakan.
  • Memblokir IP address mencurigakan.

Tanpa firewall, sistem internal menjadi sangat rentan terhadap akses tidak sah.

2. Filtering Network Traffic

Firewall juga berperan dalam menyaring lalu lintas data yang masuk dan keluar dari jaringan.

Berikut perbandingan fungsi filtering firewall:

Fungsi FilteringPenjelasanManfaat
Packet FilteringMemeriksa paket data berdasarkan IP dan portMencegah koneksi ilegal
Stateful InspectionMelacak status koneksi aktifDeteksi aktivitas mencurigakan
Application FilteringMengontrol aplikasi tertentuMembatasi penggunaan aplikasi berisiko

Proses filtering ini membantu perusahaan menjaga integritas sistem dan mencegah kebocoran data.

3. Mencegah Serangan Dasar pada Sistem Digital

Firewall efektif dalam menangani serangan dasar, seperti:

  • Malware berbasis jaringan
  • Port scanning
  • Distributed Denial of Service (DDoS) sederhana

Namun, perlu diingat bahwa firewall beroperasi pada level jaringan, bukan pada level identitas pengguna.

Mengapa Firewall Tidak Cukup untuk Mengatasi Fraud Modern

Perkembangan AI telah mengubah bentuk ancaman digital. Sekarang, serangan tidak hanya berasal dari luar jaringan, tetapi juga lewat manipulasi identitas.

Deepfake Tidak Bisa Dicegah Firewall

Deepfake memakai teknologi AI untuk memanipulasi wajah atau suara seseorang agar tampak asli. Firewall tidak bisa mendeteksi apakah wajah yang login benar-benar asli atau hasil rekayasa AI.

Firewall hanya memantau lalu lintas data, bukan memverifikasi keaslian identitas.

Identity Spoofing Dapat Lolos dari Sistem Firewall

Identity spoofing terjadi ketika pelaku menggunakan data curian untuk menyamar sebagai pengguna sah.

Karena login dilakukan dengan kredensial yang valid seperti username dan password yang benar, firewall tidak menganggapnya sebagai ancaman.

Synthetic Identity Attack dan Risiko Baru di Era AI

Synthetic identity attack adalah kombinasi data asli dan palsu untuk menciptakan identitas baru.

Contohnya:

  • Nomor KTP asli dengan nama palsu.
  • Wajah hasil AI dengan data identitas valid.

Firewall tidak dirancang untuk mendeteksi manipulasi identitas seperti ini.

Layer Keamanan Baru: AI Verification untuk Pencegahan Fraud

Untuk menghadapi ancaman modern, perusahaan perlu menambah lapisan keamanan baru, yaitu AI Verification.

Face Recognition untuk Verifikasi Identitas Pengguna

Face recognition memungkinkan sistem mencocokkan wajah pengguna dengan data identitas resmi yang dimiliki.

Manfaatnya:

  • Mengurangi risiko account takeover.
  • Memastikan hanya pemilik akun yang bisa login.
  • Meningkatkan keamanan onboarding digital.

Di Indonesia, solusi seperti Verihubs Face Recognition membantu perusahaan fintech, perbankan, dan e-commerce melakukan verifikasi identitas secara langsung dan real-time.

Liveness Detection untuk Mencegah Pemalsuan Wajah

Liveness detection memastikan bahwa wajah yang dipindai benar-benar milik manusia asli, bukan foto, video, atau deepfake.

Teknologi ini mendeteksi:

  • Gerakan alami wajah
  • Kedalaman wajah (3D mapping)
  • Respons terhadap instruksi tertentu

Tanpa liveness detection, sistem face recognition rentan ditipu menggunakan foto.

Deepfake Detection untuk Mengidentifikasi Manipulasi AI

Deepfake detection adalah teknologi AI yang dirancang untuk mendeteksi manipulasi wajah berbasis AI.

Teknologi ini menganalisis:

  • Pola piksel
  • Sinkronisasi gerakan bibir
  • Inkonsistensi cahaya dan bayangan

Di era AI generatif, lapisan keamanan ini semakin penting.

Contoh Kasus: Login Aman Tidak Cukup dengan Firewall

Banyak perusahaan merasa aman dengan penggunaan firewall dan sistem login berbasis password atau OTP.

Namun, data menunjukkan bahwa hingga 60% serangan siber yang berhasil justru terjadi setelah proses login, ketika pelaku menggunakan kredensial yang valid atau hasil pencurian data untuk mengakses akun secara sah.

Hal ini menunjukkan bahwa perlindungan dengan password atau OTP sering kali menimbulkan rasa aman palsu dan tidak sepenuhnya menutup celah identitas.

Tanpa lapisan verifikasi tambahan, perusahaan tetap rentan terhadap berbagai bentuk penipuan digital setelah proses login.

Mengapa Sistem Login Membutuhkan Identity Verification Layer

Login hanya memverifikasi kredensial, bukan identitas asli pengguna.

Perbandingan sederhana:

Sistem KeamananApa yang DiverifikasiRisiko
FirewallLalu lintas jaringanTidak cek identitas
Password/OTPKredensialBisa dicuri
Face Recognition + LivenessIdentitas asliLebih aman

Dengan lapisan identity verification, sistem tidak hanya memeriksa siapa yang login, tetapi juga memastikan bahwa pengguna adalah pemilik akun yang sah.

Kombinasi Firewall dan AI Verification dalam Sistem Keamanan Modern

Strategi keamanan terbaik saat ini adalah menggunakan pendekatan layered security atau keamanan berlapis:

  1. Firewall untuk proteksi jaringan
  2. Encryption untuk proteksi data
  3. AI Verification untuk proteksi identitas

Pendekatan ini membantu perusahaan secara signifikan mengurangi risiko fraud.

Untuk solusi komprehensif, Verihubs menyediakan:

  • Face Recognition API
  • Liveness Detection
  • Identity Verification
  • Deepfake Detection

Anda dapat mempelajari lebih lanjut di https://verihubs.com/kontak/

Kesimpulan: Firewall Tetap Penting, Tapi Perlu Layer Verifikasi AI

Fungsi firewall tetap relevan sebagai fondasi keamanan jaringan di era cybersecurity modern. Firewall efektif untuk memblokir akses ilegal, menyaring lalu lintas data, dan mencegah serangan dasar.

Namun, di era AI dan digital onboarding, ancaman tidak lagi hanya ada di jaringan, tetapi juga pada identitas pengguna. Deepfake, identity spoofing, dan synthetic identity attack tidak bisa dicegah hanya dengan firewall.

Oleh karena itu, kombinasi firewall dan AI Verification seperti Face Recognition, Liveness Detection, dan Deepfake Detection menawarkan solusi keamanan yang lebih komprehensif. Jika bisnis Anda ingin meningkatkan keamanan digital dan mencegah fraud berbasis AI, pertimbangkan untuk mengintegrasikan solusi identity verification dari Verihubs sebagai lapisan perlindungan tambahan.

Namun, ancaman di dunia digital terus berkembang seiring kemajuan teknologi AI. Apa bentuk serangan berikutnya yang perlu diwaspadai? Sudahkah sistem keamanan Anda siap menghadapi inovasi AI di masa depan? Inilah tantangan berkelanjutan yang harus dihadapi setiap perusahaan untuk tetap selangkah lebih maju dari ancaman baru.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apakah firewall masih relevan di era AI?

Ya, firewall tetap relevan untuk melindungi jaringan, tetapi perlu dikombinasikan dengan teknologi verifikasi identitas berbasis AI.

2. Apakah firewall bisa mencegah deepfake?

Tidak. Firewall tidak dirancang untuk mendeteksi manipulasi wajah atau suara berbasis AI.

3. Apa perbedaan firewall dan identity verification?

Firewall melindungi jaringan, sedangkan identity verification memastikan keaslian pengguna.

4. Mengapa face recognition penting dalam sistem login?

Karena password dan OTP bisa dicuri, sedangkan biometrik wajah lebih sulit dipalsukan.

5. Apa itu liveness detection?

Teknologi yang memastikan wajah yang dipindai adalah manusia nyata, bukan foto atau video.

6. Bagaimana cara perusahaan di Indonesia mencegah fraud AI?

Dengan menggabungkan firewall, enkripsi, dan solusi AI verification seperti yang disediakan Verihubs.

Client Verihubs
Deteksi Face Swap dengan Deepfake Detection Verihubs
Coba GRATIS Sekarang
Lihat Blog