Produk
Phone Number Verification
Phone Number Verification
Verifikasi nomor telepon pengguna secara real-time.
Phone Number Verification
Phone Number Verification
Identity Verification
Identity Verification
Verifikasi Identitas Pengguna dengan sumber data yang terpercaya.
Identity Verification
Identity Verification
Biometric Verification
Biometric Verification
Kenali identitas wajah pengguna dengan teknologi Artificial Intelligence.
Biometric Verification
Biometric Verification
Business Verification
Business Verification
Hindari risiko bisnis dengan mengenali rekan bisnis anda.
Business Verification
Business Verification
Employee Verification
Employee Verification
Verifikasi identitas lengkap untuk calon karyawan.

Kenali 6 Jenis Produk Fintech yang Berkembang di Indonesia

produk fintech

Pertumbuhan layanan financial technology (fintech) di Indonesia bisa dibilang sangat pesat, di mana setiap tahunnya ada saja lembaga pembiayaan baru yang bermunculan guna membantu memenuhi kebutuhan dana bagi masyarakat. Sederhananya, fintech adalah sebuah layanan yang bergerak di bidang jasa keuangan berbasis teknologi, di mana lembaga pembiayaan ini semakin unggul karena suguhan fiturnya yang dapat diakses secara online. Alhasil, tidak sedikit masyarakat Indonesia yang akhirnya mulai tertarik untuk mencoba layanan atau produk fintech, terutama para millennials generation yang melek finansial.

Bicara soal jenis-jenis produk fintech yang berkembang di Indonesia, kurang afdal rasanya kalau belum memaparkan tentang manfaat dari layanan ini. Ya, meskipun masih ada sebagian masyarakat yang kurang yakin akan layanan fintech karena takut tertipu. Selama sudah mengantongi izin dari OJK, dan memiliki informasi yang pasti mengenai lembaganya hingga besaran biaya layanannya, sebetulnya menggunakan produk fintech untuk mendapatkan kucuran dana segar rasanya bukanlah hal yang salah.

Beberapa manfaat dari produk fintech yang paling utama adalah perannya dalam membantu inklusi keuangan. Adanya jenis-jenis produk fintech di Indonesia diharapkan dapat mendukung inklusi keuangan nasional supaya bisa mencapai target yang ditetapkan oleh Dewan Nasional Keuangan Inklusi, yaitu sebesar 75 persen. Dari tujuan tersebut, maka layanan fintech  diharapkan dapat berkembang pesat dan memenuhi target, mengingat basis layanan dari lembaga pembiayaan yang satu ini adalah online.

Kemudian, layanan keuangan online dinilai jauh lebih efektif dan mudah untuk menjangkau hampir seluruh masyarakat, terutama para millennials generation. Tidak perlu lagi repot mendatangi bank, masyarakat sudah bisa mengirimkan uang atau bahkan mendapatkan dana tunai dari perusahaan fintech. Selain itu, keberadaan fintech juga dapat membantu masyarakat mendapatkan pinjaman berbunga rendah.

Menilik Ciri-Ciri Fintech Legal

Meskipun memiliki banyak manfaat, namun masyarakat harus tetap memperhatikan kembali layanan dari perusahaan fintech yang akan mereka gunakan, mengingat akhir-akhir ini ada banyak sekali kasus penipuan berkedok lembaga pembiayaan, yang justru membuat para debitur merugi karena beban bunganya yang terlampau besar. Oleh karena itu, sebelum menggunakan layanan fintech, setidaknya ketahui dulu beberapa ciri-ciri fintech legal yang pasti aman dan terdaftar di OJK. Berikut di antaranya:

  1. Perusahaan fintech akan menyertakan persyaratan pengajuan yang masuk akal, seperti melampirkan KTP, NPWP, bukti riwayat kredit, hingga SIUP bagi para pebisnis.
  2. Ada transparansi dalam hal biaya dan bunga.
  3. Memiliki situs resmi yang dapat diakses oleh pengguna atau nasabah.
  4. Menyediakan kontak yang jelas dan dapat dihubungi kapan saja sesuai jam kerja.

Produk Fintech yang Berkembang di Indonesia

produk fintech
Sumber: Freepik

Jenis produk fintech di Indonesia dapat dibedakan berdasarkan proses dan tujuan transaksi keuangan yang dilakukan oleh pengguna atau nasabah. Aktivitas masyarakat yang memanfaatkan fintech di antaranya adalah belanja online, investasi online, pinjaman online, pembayaran online, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah beberapa jenis produk fintech yang tengah berkembang pesat di Indonesia saat ini:

1. Peer to Peer Lending (P2P)

Peer to Peer Lending (P2P) adalah jenis layanan fintech yang mempertemukan secara langsung antara pemberi pinjaman dan penerima pinjaman uang. Singkatnya, P2P lending ini merupakan marketplace untuk kegiatan pinjam-meminjam uang. Cara kerja dari jenis fintech yang satu ini mirip seperti koperasi simpan pinjam, di mana dalam hal ini P2P lending dilakukan melalui sebuah platform. Beberapa perusahaan fintech jenis Peer to Peer Lending di antaranya adalah:

  • Amartha
  • Investree
  • KoinWorks
  • Modalku
  • Klik ACC
  • Danamas
  • DanaKita
  • Akseleran

2. Pinjaman Online

Pinjaman Online alias pinjol adalah jenis fintech yang memberikan layanan fasilitas kredit atau pinjaman uang yang prosesnya dapat dilakukan secara online. Dari sisi prosedurnya, pengajuan pinjaman uang secara online memang jauh lebih mudah dibandingkan dengan pengajuan kredit tanpa agunan (KTA) atau personal loans lainnya yang ditawarkan oleh Bank atau lembaga keuangan lainnya. Inilah yang membuat produk fintech berupa pinjaman online mengalami pertumbuhan yang sangat pesat di Indonesia. Beberapa fintech pinjaman online yang populer di antaranya adalah:

  • Kredit Cepat
  • Kredit Pintar
  • Kredivo
  • Uang Teman
  • Tunaiku
  • Tokopedia
  • Cash Wagon
  • Finmas
  • Pinjam Duit
  • ShopeePinjam

3. Crowdfunding

Crowdfunding adalah praktik penggalangan dana secara online dari banyak orang untuk membantu keperluan dana suatu proyek atau usaha. Jenis produk fintech ini adalah salah satu yang sangat populer di Indonesia karena mirip seperti marketplace. Beberapa contoh perusahaan di bidang Crowdfunding di antaranya adalah:

  • Kitabisa.com
  • Kolase.com
  • Gandengtangan.co.id
  • Indiegogo.com
  • Kickstarter.com

4. Payment, Clearing, dan Settlement

Payment, Clearing, dan Settlement adalah jenis fintech yang memberikan layanan sistem pembayaran, baik yang diselenggarakan oleh industri Perbankan maupun Bank Indonesia. Salah satu produk yang sangat populer dari jenis fintech yang satu ini adalah dompet elektronik atau e-wallet. E-wallet ini akan memungkinkan seseorang untuk menyimpan dana secara digital dan melakukan transaksi dengan mudah, baik secara online maupun offline melalui smartphone. Beberapa perusahaan yang termasuk dalam jenis fintech ini di antaranya adalah:

  • Gopay
  • Ovo
  • Paytren
  • LinkAja
  • ShopeePay
  • iPaymu
  • Doku
  • Xendit
  • Kartuku
  • Finnet

5. E-Aggregator

E-Aggregator adalah jenis fintech yang mengumpulkan dan mengolah berbagai data atau informasi keuangan yang bisa dimanfaatkan konsumen untuk mengambil keputusan. Dalam hal ini, para pengguna atau konsumen bisa melihat informasi berbagai platform keuangan sebelum memilihnya. Dengan begitu, para konsumen pemula juga dapat mengetahui dan membandingkan harga, fitur, hingga manfaat suatu produk sebelum memilih layanan. Beberapa fintech yang termasuk e-Aggregator di antaranya adalah:

  • Lifepal
  • Cermati
  • Cekaja
  • KreditGogo
  • Tunaiku

6. Manajemen Risiko dan Investasi

Jenis fintech yang satu ini merupakan jasa robo advisor, yaitu sebuah software yang dapat memberikan layanan perencanaan keuangan serta platform e-trading dan e-insurance. Fintech jenis ini fokus pada layanan perencanaan investasi, seperti saham, emas, dan lain sebagainya. Dengan begitu, para pemula di bidang investasi akan lebih mudah dalam melakukan investasi. Beberapa yang termasuk dalam jenis fintech ini di antaranya adalah:

  • Bareksa
  • Rajapremi
  • Cekpremi

Baca juga: Memahami Riwayat Transaksi dalam Proses e-KYC Pengguna Fintech

Infrastruktur untuk Membangun Fintech yang Aman

produk fintech
Sumber: Freepik

Ekosistem fintech di Indonesia dapat diperkuat melalui utilisasi infrastruktur secara maksimal, terutama, dalam infrastruktur pembayaran digital sebagai basis kekuatan industri fintech di Indonesia. Maka dari itu, diperlukan adanya rencana yang matang dalam membangun infrastruktur digital apabila fintech ingin terus berkembang di Indonesia. Salah satu contoh infrastruktur digital yang dimaksud, adalah pemanfaatan KTP elektronik dari Dukcapil dalam layanan fintech di mana hal itu dapat mengurangi risiko konsumen fiktif dalam pelaksanaan layanan. Verifikasi identitas konsumen juga akan semakin optimal dengan integrasi data KTP elektronik Dukcapil.

Anda bisa memanfaatkan fitur dan layanan dari Verihubs, salah satunya adalah ID Check Verihubs. Dengan ID Check Verihubs, maka identitas user dapat langsung dilakukan pengecekan dengan data KTP yang sudah terintegrasi dengan database pemerintah. ID Check Verihubs akan melakukan verifikasi data di KTP dari NIK, nama, tempat tanggal lahir, hingga foto dan mengembalikannya dalam bentuk approval data dan persentase kemiripan foto user. Anda tidak perlu khawatir, karena ID Check Verihubs terintegrasi dengan database Dukcapil Indonesia.

Dengan akses data yang terpercaya, tentu saja proses verifikasi user akan jauh lebih aman dan akurat. Silakan menghubungi kontak layanan Verihubs, klik di sini!