4 Tahapan dalam Proses Verifikasi Biometrik User

proses verifikasi adlaah

Proses verifikasi adalah sebuah proses untuk mencocokan data yang dimasukkan user sebuah sistem atau layanan, dengan data yang sebelumnya telah disimpan, baik dalam perangkat, dalam sistem, atau dalam database. Meski terasa singkat, sebenarnya proses ini melalui cukup banyak tahapan dalam kerjanya.

Kali ini, mari bahas lebih lanjut mengenai bagaimana proses verifikasi bekerja dalam metode verifikasi identitas biometrik. Seperti yang sudah Anda pahami, identitas biometrik adalah ciri fisik yang dimiliki oleh seorang manusia, yang sifatnya khas dan unik.

Baca Juga: 5 Keuntungan Penerapan Verifikasi Biometrik untuk Proses Boarding Penumpang

Data Utama yang Dijadikan Acuan Verifikasi

proses verifikasi adlaah
Sumber: freepik.com

Dalam verifikasi biometrik, banyak hal yang bisa dijadikan data utama untuk acuan. Mulai dari sidik jari, retina mata, suara, DNA, wajah, dan sebagainya. Meski baru populer beberapa tahun belakangan, sejatinya sistem ini telah diterapkan sejak cukup lama.

Penggunaan sidik jari sebagai sebuah acuan pengenalan identitas seseorang telah lama digunakan dalam sistem absensi, hingga pendataan setiap masyarakat melalui pembuatan berbagai berkas identitas legal.

Hanya saja, frasa verifikasi biometrik sepertinya memang lebih identik dengan pengenalan wajah, yang kemudian populer dan digunakan oleh banyak sistem sebagai salah satu metode pengamanan akses dan pengenalan user oleh sistem.

Lalu Bagaimana Cara Kerja dan Proses Verifikasi Biometrik Ini?

proses verifikasi adlaah
Sumber: freepik.com

Setiap data biometrik yang digunakan sebagai acuan, idealnya memiliki proses kerja yang serupa. Sederhananya, proses akan dibagi ke dalam empat tahap utama. Pertama adalah input data biometrik, kemudian kedua pencocokan dengan data yang telah dimiliki sebelumnya, ketiga konfirmasi kecocokan atau ketidakcocokan data, keempat pemberitahuan pada user.

Tahap Masukan Data Biometrik

Data biometrik yang akan digunakan, ambil contoh data biometrik wajah, akan dipindai oleh sistem untuk dijadikan serangkaian data numerik yang dapat diidentifikasi oleh sistem. Data ini kemudian diolah menjadi faceprint oleh sistem tersebut guna dicocokkan pada proses selanjutnya.

Kedua, Pencocokan Data

Tahap kedua adalah tahap dimana faceprint yang telah dibuat akan dicocokkan dengan data yang tersedia di database atau di perangkat pengguna. Pencarian ini dilakukan dengan bantuan AI, sehingga prosesnya hanya berlangsung beberapa detik saja.

Ketiga, Konfirmasi Hasil Pencocokan Data

Setelah pencarian dan pencocokan dilakukan, sistem dapat mengenali ada atau tidaknya data yang cocok. Informasi ini kemudian menjadi hasil dari proses.

Jika ditemukan data yang cocok, maka proses penggunaan layanan dapat dilanjutkan. Sebaliknya, jika tidak ditemukan data yang cocok, maka proses tidak dapat dilanjutkan karena sistem tidak dapat ‘mengenali’ user yang meminta akses atas akun terkait.

Terakhir, Notifikasi User

Dari hasil pencocokan akan diteruskan pada notifikasi ke user yang tengah memasukkan data. Proses berhasil jika ditemukan data yang cocok dengan data masukan, dan proses akan berhenti jika tidak ditemukan data yang cocok dengan data masukan.

Meski proses ini terasa cukup bertahap, namun pada faktanya proses verifikasi adalah proses yang sangat singkat dan cepat. Hal ini, terjadi karena dukungan dari kecerdasan buatan dan sistem algoritma yang mampu memindai, memetakan ciri fisik, mencocokkan, dan menemukan hasilnya dalam waktu yang sangat singkat. Dengan begini user tidak perlu menunggu lama untuk proses verifikasi tersebut.

Mengapa Proses Verifikasi Biometrik Banyak Dijadikan Pilihan?

proses verifikasi adlaah
Sumber: freepik.com

Beberapa tahun belakangan, proses verifikasi biometrik banyak dijadikan pilihan yang dianggap handal oleh banyak perusahaan. Jelas, ini terjadi bukan tanpa alasan. Selain tentu keunikan yang dimiliki pada ciri fisik setiap orang, beberapa alasan lain yang membuat metode ini dipilih adalah sebagai berikut.

  • Proses verifikasi yang terjadi dapat dilakukan secara masif dalam waktu singkat, sehingga cocok untuk penerapan di industri komersial
  • Memiliki akurasi serta konsistensi yang tinggi pada proses pencocokan data yang terjadi
  • Lebih efisien dari segi biaya dan waktu, karena proses verifikasi berjalan cepat dan ringkas
  • Tidak memerlukan alat bantu tambahan, karena dapat memanfaatkan perangkat kamera pada gadget yang digunakan user
  • Tidak mungkin dilupakan oleh user, karena menempel pada user
  • User lebih mudah menggunakannya karena tidak diperlukan ingatan yang kuat dan cara yang cenderung mudah dalam penggunaannya
  • Akuntabilitas yang tinggi
  • Sumber data yang digunakan untuk proses verifikasi bersifat permanen, dan tidak mudah rusak
  • Seiring berjalannya waktu dan perubahan fisik dari user, sistem dapat terus mengenali user dengan masukan data yang terus menerus sehingga ciri fisik yang ada bisa terus diperbarui

Cukup banyak bukan alasannya?

Baca Juga: Mengenal Jenis dan 4 Manfaat Identitas Biometrik bagi Bisnis

Proses verifikasi adalah sebuah proses kompleks yang dilakukan secara terus menerus oleh setiap user yang Anda miliki. Maka dari itu, penting untuk memastikan proses ini berjalan semudah mungkin, namun tanpa mengesampingkan akurasi pencocokan yang dilakukan.

Verihubs dengan Biometric Verification yang Dimilikinya

Verihubs kemudian hadir dengan produk Biometric Verification yang dimilikinya. Produk ini dapat membantu proses verifikasi menggunakan acuan biometrik user dengan cepat, akurat, dan efisien. Tentu, Verihubs paham benar proses verifikasi adalah proses yang krusial dalam bisnis. Ini mengapa fokus dari setiap produk yang dimiliki Verihubs berada di sektor ini. Segera hubungi layanan pelanggan kami, dan gunakan produk Verihubs sekarang juga!

Artikel Terbaru Kami

biometrik inklusif

Biometrik Inklusif: Memperkuat Keamanan Industri Keuangan

Mengenal Apa Itu CFT dalam Melawan Pendanaan Terorisme

modus penipuan terbaru

Waspada! 5 Modus Penipuan Terbaru Salah Satunya dari WA!