5 Contoh Penerapan User Authentication yang Paling Umum

user authentication

Semakin mendigitalkan dan mengotomatiskan aktivitas Anda, maka Anda akan semakin rentan terhadap pelanggaran data? Sebagian besar dari kita tentu sudah tahu bahwa sekarang ini peretas sering menargetkan perusahaan terkenal untuk mencuri data pribadi jutaan pelanggan. Dan inilah mengapa Anda perlu mengambil tindakan ekstra untuk melindungi akun online Anda, dengan menerapkan user authentication.

Untuk itu, mari membahas user authentication dan bagaimana Anda dapat menggunakannya untuk memperkuat keamanan siber Anda.

Apa Itu User Authentication?

user authentication
Sumber: Freepik

User authentication merupakan suatu proses mengidentifikasi pengguna yang meminta akses ke sistem, jaringan, atau perangkat. Kontrol akses ini seringkali menentukan identitas pengguna berdasarkan kredensial seperti nama pengguna dan kata sandi. Teknologi autentikasi lain seperti biometrik dan juga aplikasi autentikasi juga digunakan untuk mengautentikasi identitas pengguna.

Memangnya, mengapa user authentication itu penting?

User authentication adalah suatu metode yang dapat mencegah pengguna yang tidak sah mengakses informasi sensitif, misalnya pengguna A hanya memiliki akses ke informasi yang relevan dan tidak dapat melihat informasi sensitif pengguna B.

Para penjahat dunia maya dapat memperoleh akses ke sistem dan mencuri informasi saat user authentication tidak aman. Pelanggaran data yang dihadapi oleh perusahaan seperti Adobe, Equifax, dan Yahoo bisa menjadi contoh dari apa yang terjadi ketika organisasi atau perusahaan gagal dalam mengamankan user authentication mereka.

Peretas memperoleh akses ke akun pengguna Yahoo untuk mencuri kontak, kalender, hingga email pribadi antara 2012 dan 2016 lalu. Sementara itu, pelanggaran data Equifax pada 2017 mengungkap data kartu kredit lebih dari 147 juta konsumen. Tanpa proses otentikasi yang aman, maka organisasi mana pun bisa menghadapi risiko semacam itu.

Contoh Penerapan User Authentication yang Paling Umum

user authentication
Sumber: Freepik

Para penjahat dunia maya selalu meningkatkan serangan mereka, sehingga akibatnya, tim keamanan menghadapi banyak tantangan terkait otentikasi. Inilah mengapa semakin banyak perusahaan yang mulai menerapkan strategi yang lebih canggih, termasuk user authentication sebagai bagian dari prosesnya.

Di bawah ini adalah beberapa contoh penerapan user authentication umum yang digunakan untuk mengamankan sistem modern.

1. Otentikasi Berbasis Kata Sandi

Kata sandi merupakan sebuah metode otentikasi yang paling umum, yaitu berupa rangkaian huruf, angka, atau karakter khusus. Untuk melindungi diri Anda sendiri, maka Anda perlu membuat kata sandi yang kuat yang menyertakan kombinasi dari semua opsi yang memungkinkan.

Namun sayangnya, kata sandi ini rentan terhadap serangan phishing dan kebersihan yang buruk yang melemahkan keefektifannya. Rata-rata orang memiliki banyak akun online yang berbeda, namun hanya sebagian saja yang menggunakan kata sandi berbeda di seluruh akun mereka.

Karena ada banyak kata sandi yang harus diingat, akibatnya banyak orang memilih kenyamanan daripada keamanan. Kebanyakan orang menggunakan kata sandi yang sederhana daripada membuat kata sandi yang andal karena lebih mudah diingat. Intinya, kata sandi memiliki banyak kelemahan dan tidak cukup untuk melindungi informasi online. Peretas bisa dengan mudah menebak kredensial pengguna dengan menelusuri semua kemungkinan kombinasi hingga mereka dapat menemukan kecocokan.

2. Otentikasi Multi-Faktor

Otentikasi Multi-faktor (MFA) adalah metode otentikasi yang memerlukan dua atau lebih cara independen untuk mengidentifikasi pengguna. Contohnya termasuk kode yang dihasilkan dari ponsel cerdas pengguna, tes captcha, sidik jari, biometrik suara, hingga pengenalan wajah.

Metode dan teknologi otentikasi MFA ini mampu meningkatkan kepercayaan pengguna dengan menambahkan beberapa lapisan keamanan. MFA juga bisa menjadi pertahanan yang baik terhadap sebagian besar peretasan akun, tetapi MFA ini masih memiliki kekurangan. Yaitu, orang mungkin saja kehilangan ponsel atau kartu SIM mereka dan tidak bisa membuat kode otentikasi.

Baca juga: Apa Itu Sistem Biometrik KTP dan Bagaimana Cara Kerjanya?

3. Otentikasi Berbasis Sertifikat

Teknologi otentikasi berbasis sertifikat mengidentifikasi pengguna, mesin, atau perangkat dengan menggunakan sertifikat digital. Sertifikat digital ini adalah dokumen elektronik berdasarkan ide SIM atau paspor, yang berisi identitas digital pengguna termasuk kunci publik, dan tanda tangan digital dari otoritas sertifikasi. Sertifikat digital akan membuktikan kepemilikan kunci publik dan hanya dikeluarkan oleh otoritas sertifikasi.

Para pengguna memberikan sertifikat digital mereka saat masuk ke server, dan server memverifikasi kredibilitas tanda tangan digital serta otoritas sertifikat. Server kemudian akan menggunakan kriptografi untuk mengonfirmasi bahwa pengguna memiliki kunci privat yang benar terkait dengan sertifikat.

4. Otentikasi Berbasis Token

Teknologi otentikasi berbasis token memungkinkan pengguna untuk memasukkan kredensial mereka satu kali dan menerima string karakter acak terenkripsi yang unik sebagai gantinya. Anda kemudian bisa menggunakan token ini untuk mengakses sistem yang dilindungi alih-alih memasukkan kredensial Anda lagi.

5. Otentikasi Biometrik

Otentikasi biometrik merupakan sebuah proses keamanan yang mengandalkan karakteristik biologis unik dari seorang individu. Berikut ini adalah sederet keuntungan utama menggunakan teknologi otentikasi biometrik:

  • Karakteristik biologis bisa dengan mudah dibandingkan dengan fitur resmi yang disimpan di dalam database.
  • Otentikasi biometrik bisa mengontrol akses fisik saat dipasang di gerbang dan pintu.
  • Anda bisa menambahkan biometrik ke dalam proses otentikasi multifaktor Anda.
  • Teknologi otentikasi biometrik bisa digunakan oleh konsumen, pemerintah, dan perusahaan swasta.

Teknologi biometrik semakin diadopsi karena kemampuannya untuk mencapai tingkat keamanan yang tinggi tanpa menimbulkan gesekan bagi pengguna. 

Baca juga: Foto Biometrik untuk Otentikasi Data, Bagaimana Cara Kerjanya?

Metode user authentication seperti biometrik menghilangkan kebutuhan untuk mengingat kata sandi yang panjang dan rumit. Sebagai hasil dari peningkatan metode dan teknologi otentikasi, penyerang tidak akan dapat mengeksploitasi kata sandi, dan pelanggaran data akan bisa dicegah.

Verihubs hadir menawarkan solusi yang paling tepat untuk kebutuhan bisnis Anda dalam hal user authentication. Dengan produk Biometric Verification yang ada, proses verifikasi menggunakan acuan biometrik user akan berjalan dengan cepat, akurat, dan efisien.

Produk Biometric Verification akan memberikan Anda dua fitur utama, yaitu Face Recognition dan Liveness Detection. Segera hubungi kontak layanan pelanggan, dan pilihlah produk Verihubs yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

Artikel Terbaru Kami

insurance fraud

Mengenal Apa Itu Insurance Fraud dan Cara Mencegahnya

10 Perkembangan Teknologi Asuransi Beserta Pemanfaatannya

ikd digital

Apa Itu IKD Digital? Verifikasi Identitas dengan Mudah!