Untung-Rugi AI Fraud Prevention, Begini Cara Kerjanya!

ai fraud prevention

Ancaman dan risiko fraud akan muncul setiap saat, selama Anda terhubung di dalam sebuah sistem atau layanan. Hal ini perlu menjadi perhatian agar apa yang Anda miliki sekarang terlindung. Manfaat dari AI fraud prevention menjadi penting untuk dipahami agar Anda dapat mengoptimalkannya.

Bagi pebisnis, pemasangan sistem seperti ini dapat membantu banyak hal dalam rangka melindungi akses dan data yang dimiliki, baik data user atau data penting perusahaan. Ketika terjadi indikasi fraud, sistem dapat memberikan peringatan dan langkah strategis segera dapat diambil.

Dalam membantu mencegah terjadinya fraud, teknologi AI kemudian dikembangkan secara spesifik untuk tujuan ini, dan dikenal dengan sebutan sistem AI fraud prevention.

Baca Juga: Liveness Check API, Solusi Verifikasi User dengan Akurat!

Perannya dalam Bisnis dan Pencegahan Fraud

ai fraud prevention

Sumber: freepik.com

Di dalam sebuah industri yang aktivitasnya berkenaan dengan data berharga, proteksi pada akses dan data ini perlu selalu dipastikan. AI fraud prevention kemudian memiliki peran untuk dapat mengenali aktivitas mencurigakan yang dilakukan terkait data dan akses, dan mengidentifikasinya sebagai sebuah ancaman pada keamanan data tersebut.

Sistem akan menggunakan machine learning dalam ‘mempelajari’ skenario yang telah disiapkan terkait hal-hal yang masuk dalam kategori fraud. Seiring berjalannya waktu, sistem akan terus belajar dari apa yang dimasukkan ke dalamnya, apa yang dianalisis, dan apa yang kemudian memenuhi syarat sebagai fraud dari karakter yang diperoleh melalui skenario yang diberikan ini.

Untung-Rugi Penggunaan Teknologi AI Fraud Prevention

ai fraud prevention

Sumber: freepik.com

Banyak keuntungan yang sebenarnya disajikan oleh model sistem ini. Setidaknya, terdapat empat poin utama yang dapat Anda peroleh ketika menggunakan teknologi pencegahan fraud berbasis AI di dalam sistem yang Anda miliki.

  • Lebih cepat dan efisien dalam mendeteksi adanya indikasi fraud di dalam sistem. Sistem memiliki kecepatan yang mumpuni dalam mengidentifikasi adanya tanda-tanda fraud dan aktivitas yang mencurigakan terkait data yang ada.
  • Mengurangi waktu yang diperlukan untuk peninjauan data. Terkait dengan deteksi ini, data yang tersaji adalah aktivitas yang dilakukan user terkait akun yang dimilikinya. Karena sistem telah mengenali berbagai skenario, maka Anda sebagai penyedia sistem tidak perlu melakukan review dengan waktu yang terlalu lama.
  • Prediksi yang lebih baik dengan sejumlah besar dataset. Kemampuan AI dalam memproses data tidak lagi perlu dilakukan. Dalam waktu yang singkat, dataset yang tersedia akan menjadi pembanding utama. Kemampuannya memprediksi adanya fraud menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.
  • Dari segi biaya, lebih efektif. Alih-alih merekrut bagian tersendiri yang harus terus melakukan peninjauan dan review pada aktivitas mencurigakan, Anda hanya perlu memberikan dataset pada sistem AI fraud prevention yang digunakan untuk dapat melaksanakan fungsi ini.

Namun demikian sistem ini juga bukan tanpa tantangan yang harus dihadapi. Beberapa tantangan atau kekurangan dari sistem pencegahan fraud berbasis AI adalah sebagai berikut.

  • Kurangnya kontrol. Pada beberapa jenis AI, kontrol yang kurang menjadi tantangannya. Tak jarang proses ‘belajar’ yang berjalan justru berbalik menjadi masalah karena AI tidak dapat dikendalikan.
  • False positives. Hal ini terjadi ketika AI gagal mempelajari dataset yang disajikan, dan tidak dapat mengidentifikasi dengan benar terkait kategori fraud. Aktivitas legal dapat dilabeli sebagai fraud, dan sistem akan menjadi kurang akurat.
  • Tidak adanya logika manusia. Pada akhirnya AI merupakan mesin yang dibuat untuk dapat menirukan cara kerja otak manusia. Namun untuk urusan logika, teknologi klasik tetap menjadi yang utama meski memang harus berhadapan dengan proses yang cukup lama.

Sekilas Cara Kerja dari Teknologi Ini

ai fraud prevention

Sumber: freepik.com

Pada proses kerjanya sendiri, AI fraud detection memerlukan tahap persiapan yang tidak sedikit. Setidaknya, terdapat lima langkah utama yang harus dipahami sebagai proses persiapan, yang ditutup dengan pengetesan pada kemampuan AI.

1. Memasukkan Data

Langkah pertama adalah proses memasukkan data, AI memerlukan data untuk memulai aktivitasnya. Pada skenario pencegahan fraud maka sederet data transaksi akan dimasukkan, seperti misalnya nilai transaksi, SKU produk, tipe kartu kredit, dan sebagainya.

Di luar data utama terkait transaksi, akan dimasukkan pula data mengenai alamat IP perangkat, jenis perangkat, VPN, proxy, penggunaan Tor, dan lain sebagainya.

2. Menciptakan Aturan

Setelah data dimasukkan langkah berikutnya adalah menghasilkan aturan yang akan digunakan. Terdapat dua aturan utama yang akan digunakan, pertama disebut single parameter rules yang akan melakukan eksekusi linear (misal ketika IP terdeteksi X, maka output-nya adalah pemblokiran).

Yang kedua adalah complex rule, yang melibatkan beberapa parameter sekaligus,

3. Review dan Aktivitas Aturan

Sebelum digunakan, akan dilakukan proses review pada aturan yang telah ditetapkan sebelumnya. Semua akan dianalisis dengan sistem yang lebih besar, untuk dapat memperkirakan akurasi dan perhitungannya ketika nantinya digunakan.

4. ‘Melatih’ Algoritma

Menyediakan data feedback menjadi kunci dalam menguji aturan yang telah ditetapkan, dan mendapatkan akurasi yang lebih baik. Semua aturan akan mulai dilatih dengan menggunakan input data dan skenario yang ditentukan, sehingga dapat diperoleh hasil pasti terkait pemberlakuan aturan di kasus-kasus tersebut.

5. Tahap Pengujian

Setelah setelah ‘dilatih’, maka AI fraud prevention akan menjalani tahap pengujian. Semua skenario yang mungkin dihadapi akan disajikan pada sistem fraud prevention yang sudah diciptakan untuk melihat bagaimana aktivitasnya pada kasus-kasus riil.

Anda juga dapat menambahkan berbagai kasus lain yang lebih aktual, dengan mencarinya pada riwayat kasus yang pernah terjadi terkait fraud.

Baca Juga: Mengenal 5 Jenis Biometrik pada Konteks Verifikasi Identitas 

Setelah semua tahapan dilakukan, AI fraud prevention kemudian akan diluncurkan dan diaplikasikan pada sistem yang Anda miliki. Dengan demikian, metode yang ada akan dapat membantu Anda mencegah terjadinya fraud pada sistem yang dapat mengganggu operasional bisnis.

Verihubs, dalam hal ini, juga memiliki berbagai produk yang dapat masuk ke kategori AI fraud prevention. Produk ini berjenis produk autentikasi, yang dapat membantu Anda mencegah terjadinya fraud yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggungjawab. Berbasis AI, akurasi dari produk Verihubs tidak perlu diragukan lagi. Segera hubungi layanan pelanggan kami sekarang, dan dapatkan informasi lengkap terkait setiap produknya

Artikel Terbaru Kami

biometrik inklusif

Biometrik Inklusif: Memperkuat Keamanan Industri Keuangan

Mengenal Apa Itu CFT dalam Melawan Pendanaan Terorisme

modus penipuan terbaru

Waspada! 5 Modus Penipuan Terbaru Salah Satunya dari WA!