Verihubs Logo
HomeBlogIdentitas Digital: Pengertian, Komponen, dan Contoh
10 min read•ID Check•Published on July 25, 2022

Identitas Digital: Pengertian, Komponen, dan Contoh

Identitas Digital: Pengertian, Komponen, dan Contoh

Identitas digital adalah representasi unik seseorang saat ia bertransaksi atau memakai layanan online. Isinya mencakup penanda seperti NIK atau email, atribut seperti nama dan tanggal lahir, serta kredensial seperti kata sandi atau wajah. Bisnis hanya bisa mempercayai identitas digital setelah identitas itu terbukti milik orang yang nyata.

Apa Itu Identitas Digital?

Identitas digital adalah kumpulan data yang mewakili seseorang di dunia digital. Lembaga standar AS, NIST, merumuskannya sebagai representasi unik dari subjek yang terlibat dalam transaksi online. Jadi, identitas digital bukan sekadar akun. Ia adalah cara sebuah sistem mengenali bahwa pihak di balik layar adalah orang tertentu.

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang punya banyak identitas digital sekaligus. Akun mobile banking, akun e-commerce, dan akun media sosial masing-masing menyimpan versi diri yang berbeda. Namun kekuatan semua akun itu tidak sama, karena hanya sebagian yang terhubung dengan data kependudukan resmi.

Identitas Digital dan Identitas Fisik: Apa Bedanya?

Dokumen seperti KTP-el, paspor, atau SIM adalah identitas fisik karena bisa dipegang. Sementara itu, identitas digital adalah data yang mewakili orang itu di sistem elektronik. Keduanya saling terkait, tetapi cara memeriksanya sangat berbeda.

AspekIdentitas FisikIdentitas Digital
BentukKartu atau buku dokumenData, akun, dan kredensial elektronik
Cara memeriksaPetugas melihat dokumen dan wajah secara langsungSistem mencocokkan data dan biometrik dari jarak jauh
Jumlah per orangTerbatas, sesuai dokumen resmiBisa puluhan, satu untuk setiap layanan
Risiko utamaPemalsuan dokumenPencurian data, akun palsu, dan deepfake

Karena pemeriksaannya berjalan tanpa tatap muka, identitas digital membutuhkan pembuktian tambahan. Petugas bank bisa langsung melihat bahwa wajah nasabah sama dengan foto KTP. Sebaliknya, sistem online harus membuktikan hal yang sama lewat pencocokan wajah dan liveness.

Komponen Identitas Digital: Penanda, Atribut, dan Kredensial

Secara teknis, identitas digital tersusun dari tiga lapis. Ketiganya sering tercampur dalam percakapan, padahal fungsinya berbeda.

KomponenFungsiContoh
Penanda (identifier)Membedakan satu orang dari orang lain dalam satu sistemNIK, nomor rekening, alamat email, nomor ponsel
AtributMenjelaskan siapa orang ituNama, tanggal lahir, alamat, pekerjaan
KredensialMembuktikan bahwa yang mengakses adalah pemilik identitasKata sandi, PIN, OTP, sidik jari, wajah

Pembedaan ini juga penting saat mengevaluasi risiko. Penanda dan atribut relatif mudah bocor, misalnya lewat foto KTP yang tersebar. Kredensial yang kuat, terutama biometrik yang sistem cocokkan secara real-time, jauh lebih sulit pelaku tiru. Karena itu, sistem yang hanya memeriksa atribut tanpa memeriksa kredensial mudah tertipu identitas curian.

Contoh Identitas Digital di Indonesia

Contoh identitas digital di Indonesia bisa berasal dari pemerintah, lembaga keuangan, maupun platform swasta. Masing-masing punya tingkat kepercayaan yang berbeda.

  • Identitas Kependudukan Digital (IKD): KTP-el versi digital yang Dukcapil terbitkan lewat aplikasi resmi.
  • NIK dalam layanan online: NIK yang pengguna masukkan saat membuka rekening, mendaftar layanan kesehatan, atau mengurus pajak.
  • Akun keuangan digital: akun mobile banking dan dompet digital yang sudah melewati eKYC.
  • Data biometrik: template wajah atau sidik jari yang sistem simpan untuk login dan otorisasi transaksi.
  • Akun email dan media sosial: identitas digital paling umum, tetapi biasanya tanpa pembuktian identitas.

Namun perbedaan terbesar ada pada pembuktiannya. Akun dompet digital yang sudah lolos proses eKYC terhubung dengan orang yang nyata. Sebaliknya, akun media sosial bisa siapa saja buat dengan nama apa saja.

Identitas Digital Tidak Sama dengan Akun Online

Banyak orang menyamakan identitas digital dengan akun. Padahal akun hanyalah wadah. Seseorang bisa membuat akun dalam satu menit dengan nama palsu, dan sistem tetap menerimanya.

Identitas digital baru bernilai bagi bisnis ketika ada bukti bahwa akun itu milik orang tertentu. Ambil contoh layanan pinjaman online. Akun yang hanya berisi nama dan nomor ponsel belum cukup untuk mencairkan dana, karena lembaga belum tahu siapa orang di baliknya. Setelah NIK, foto wajah, dan liveness terverifikasi, barulah akun itu menjadi identitas digital yang bisa lembaga pertanggungjawabkan.

Tingkat Jaminan: Kapan Identitas Digital Bisa Dipercaya?

NIST memakai konsep tingkat jaminan untuk menilai seberapa kuat sebuah identitas digital. Dalam pedoman SP 800-63-4, NIST memisahkan dua pertanyaan: seberapa ketat identitas seseorang terbukti saat pendaftaran (identity assurance level atau IAL), dan seberapa kuat cara ia login setelahnya (authenticator assurance level atau AAL).

LevelPembuktian Identitas (IAL)Kekuatan Login (AAL)
1Ada dukungan bahwa identitas itu memang ada dan terkait dengan pemohonKeyakinan dasar bahwa pengguna menguasai satu autentikator
2Bukti tambahan dan verifikasi yang lebih ketatKeyakinan tinggi dengan dua faktor berbeda
3Sesi tatap muka dengan petugas terlatih dan minimal satu biometrikKeyakinan sangat tinggi dengan autentikator kriptografis yang tahan phishing

Indonesia tidak memakai level NIST secara resmi, tetapi logikanya tetap berguna. Bank yang membuka rekening jarak jauh, misalnya, membutuhkan pembuktian setara level tinggi: data kependudukan yang cocok, foto wajah yang sesuai, dan liveness. Sementara itu, aplikasi yang hanya menyimpan preferensi belanja cukup memakai level dasar.

Cara Bisnis Membuktikan Identitas Digital saat Onboarding

Proses pembuktian ini biasa praktisi sebut identity proofing. Di Indonesia, alurnya umumnya terdiri dari tiga pemeriksaan.

  1. Data identitas: sistem memeriksa kecocokan NIK, nama, dan tanggal lahir terhadap data kependudukan.
  2. Kecocokan wajah: sistem membandingkan selfie pengguna dengan foto di dokumen atau database.
  3. Liveness: sistem memeriksa bahwa wajah di kamera berasal dari orang hidup, bukan foto, video, atau topeng.

Ketiga langkah ini menutup celah yang berbeda, sehingga urutannya penting. Pemeriksaan data menolak NIK fiktif, tetapi tidak menolak NIK curian. Kecocokan wajah menolak NIK curian, tetapi bisa tertipu foto korban. Liveness menutup celah terakhir itu, sehingga ketiganya perlu berjalan bersama.

IKD: Identitas Digital Resmi dari Pemerintah

Pemerintah juga menerbitkan identitas digital sendiri. Menurut Pasal 13 Permendagri Nomor 72 Tahun 2022, KTP-el bisa berbentuk fisik dan/atau digital, dan bentuk digitalnya tersimpan dalam Identitas Kependudukan Digital. Pasal 15 aturan yang sama menetapkan tiga fungsi IKD: pembuktian identitas, autentikasi identitas, dan otorisasi identitas.

Untuk autentikasi, IKD juga memakai beberapa cara. Pasal 15 ayat (3) menyebut verifikasi biometrik, data identitas, kode verifikasi, dan QR code. Syarat dan langkah aktivasinya kami bahas terpisah di panduan aplikasi IKD.

Manfaat dan Risiko Identitas Digital bagi Bisnis

Manfaat utamanya adalah kecepatan. Identitas digital yang terverifikasi memungkinkan nasabah membuka rekening, mengajukan pinjaman, atau menandatangani dokumen tanpa datang ke kantor cabang. Bagi bisnis, biaya akuisisi pengguna turun karena prosesnya tidak lagi bergantung pada petugas.

Tapi kemudahan yang sama juga membuka celah. Pelaku penipuan memakai data curian, menggabungkan data asli dan palsu menjadi identitas sintetis, atau memakai deepfake untuk melewati pemeriksaan wajah. Daftar ancaman dan cara menanganinya ada di artikel keamanan identitas digital.

Ada pula kewajiban hukum. Menurut Pasal 4 UU Nomor 27 Tahun 2022, data biometrik termasuk data pribadi yang bersifat spesifik. Jadi, bisnis yang menyimpan foto wajah atau sidik jari pengguna menanggung kewajiban pelindungan yang lebih berat, seperti yang kami uraikan di artikel UU PDP.

Verifikasi Identitas Digital dengan Verihubs

Verihubs membantu bisnis menjalankan dua pemeriksaan terpenting dalam pembuktian identitas digital. Pertama, layanan verifikasi NIK menguji apakah NIK, nama, dan tanggal lahir yang pengguna isi sesuai dengan catatan resmi, lalu menandai setiap kolom sebagai cocok atau tidak.

Kedua, liveness detection memeriksa bahwa wajah di depan kamera berasal dari orang hidup. Versi API memakai pemeriksaan pasif dari satu gambar, sedangkan Web SDK menambahkan gerakan aktif seperti menoleh. Kombinasi keduanya membantu bisnis memastikan identitas digital di platformnya memang milik orang yang mendaftar.

Pertanyaan Umum tentang Identitas Digital

Apa yang dimaksud dengan identitas digital?

Identitas digital adalah representasi unik seseorang dalam transaksi atau layanan online. Isinya mencakup penanda seperti NIK atau email, atribut seperti nama dan tanggal lahir, serta kredensial seperti kata sandi, OTP, atau wajah.

Apa saja contoh identitas digital?

Contohnya antara lain IKD dari Dukcapil, NIK yang terhubung ke layanan online, akun mobile banking dan dompet digital yang sudah lolos eKYC, data biometrik wajah atau sidik jari, serta akun email dan media sosial.

Apa perbedaan identitas digital dan IKD?

Identitas digital adalah konsep umum untuk semua representasi seseorang di dunia digital. IKD adalah satu jenis identitas digital, yaitu KTP-el versi digital yang Dukcapil terbitkan berdasarkan Permendagri Nomor 72 Tahun 2022.

Mengapa identitas digital penting untuk dijaga?

Karena data identitas yang bocor bisa pelaku pakai untuk membuka rekening, mengajukan pinjaman, atau mengambil alih akun atas nama korban. Kerugiannya sering baru terlihat setelah tagihan atau penagihan muncul.

Apakah akun media sosial termasuk identitas digital?

Ya, tetapi tingkat jaminannya rendah. Akun media sosial umumnya tidak melalui pembuktian identitas, sehingga siapa pun bisa membuatnya dengan nama apa pun. Bisnis keuangan tidak bisa memakai akun seperti ini sebagai bukti identitas.

Bagaimana cara memverifikasi identitas digital seseorang?

Bisnis umumnya menggabungkan tiga pemeriksaan: mencocokkan NIK dan data diri dengan sumber resmi, membandingkan selfie dengan foto identitas, lalu memeriksa liveness agar wajah yang tampil bukan foto atau video.

Identitas Digital Bernilai Sejauh Pembuktiannya

Setiap orang kini punya puluhan identitas digital. Namun bagi bisnis, jumlahnya tidak penting. Yang menentukan adalah seberapa kuat bukti bahwa identitas itu milik orang yang nyata.

Ukuran yang lebih tepat adalah kedalaman verifikasi saat pendaftaran. Konsultasikan alur verifikasi identitas Anda bersama tim Verihubs untuk menentukan pemeriksaan yang tepat bagi produk Anda.

facebooktwitterlinkedinwhatsapp
Client Verihubs
Lebih dari 400+ klien mempercayai kami untuk verifikasi yang cepat dan akurat
Coba GRATIS Sekarang
Lihat Blog