3 Alasan Utama Kenapa Validasi Data Pelanggan Diperlukan

validasi data

Pada saat melakukan transaksi, para pelanggan pasti sering diminta untuk melakukan verifikasi atau validasi data terlebih dahulu. Tujuan dilakukannya validasi data adalah untuk melindungi transaksi yang dilakukan, serta mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan terjadi. Selain itu, validasi juga berguna bagi bisnis untuk melindungi para pelanggannya dari risiko kejahatan yang dapat terjadi.

Di dalam dunia bisnis, validasi data menjadi bagian dari proses pengelolaan data yang baik. Penanganan data yang baik merupakan satu hal yang sangat penting bagi perusahaan karena data yang tidak terverifikasi dengan benar dapat menyebabkan kerugian secara finansial maupun sosial. Keputusan bisnis yang diambil berdasarkan dari data yang tidak akurat juga akan berisiko kerugian, dan bahkan bisa membuat perusahaan jatuh bangkrut. Risiko dan ancaman yang sangat menakutkan, bukan?

Bagaimana Validasi Data Dapat Dilakukan?

Validasi data bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti mengecek kembali data tersebut dengan sumber yang terpercaya. Atau dengan mencocokkan data dengan sumber lain yang telah terverifikasi sebelumnya. Selain itu, validasi juga dilakukan dengan memastikan bahwa data tersebut sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Alasan Pentingnya Melakukan Validasi Data

validasi data
Sumber: Freepik

Ada banyak sekali alasan kenapa setiap bisnis perlu melakukan validasi data pelanggan, baik untuk kepentingan pelanggan maupun perusahaan. Berikut ini adalah beberapa tujuan validasi data pelanggan yang perlu dipahami:

1. Verifikasi Akan Memberikan Perlindungan Lebih Terhadap Para Pelanggan

Verifikasi data pelanggan wajib dilakukan oleh semua bisnis untuk memberikan perlindungan terhadap para pelanggan atau penggunanya. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa data yang ada sudah benar dan akurat, sehingga dapat digunakan untuk keperluan yang sesuai. Apabila data yang ada tidak terverifikasi dengan benar, maka ada kemungkinan data itu bisa disalahgunakan atau dijadikan alat untuk merugikan pengguna.

Contohnya dalam konteks keamanan online, validasi atau verifikasi data bisa digunakan untuk memastikan bahwa data yang digunakan untuk login ke akun pengguna sudah benar dan hanya dimiliki oleh pengguna tersebut. Jika data login yang ada tidak terverifikasi dengan benar, maka ada kemungkinan akun pengguna disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Verifikasi data akan membantu memberikan perlindungan terhadap pengguna dengan menghindari kemungkinan penyalahgunaan data tersebut.

2. Verifikasi Dapat Menghentikan Percobaan Pembobolan Akun

Verifikasi data adalah proses yang dilakukan dengan cepat dan akurat untuk memastikan bahwa pengguna yang mencoba mengakses akun, transaksi, atau proses keuangan lainnya adalah benar-benar pengguna yang berhak atas akun tersebut. Hal ini dilakukan dengan bantuan sistem teknologi dan informasi yang sudah terintegrasi.

Apabila sampai terdeteksi adanya ketidakcocokan yang mengenai data yang dimasukkan, maka sistem dapat menganggapnya sebagai upaya fraud oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kemudian, sistem keamanan tidak akan memberikan akses masuk, sehingga akun pengguna akan tetap aman.

3. Verifikasi Dapat Melakukan Pencocokan Data

Verifikasi data menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencocokkan data. Pencocokan data dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai cara, seperti membandingkan data secara manual dengan data lain yang telah terverifikasi. Atau dengan menggunakan sistem yang secara otomatis dapat membandingkan data dengan data lain yang telah terverifikasi.

Baca juga: Proses Validasi Data adalah Hal Penting dalam bisnis Fintech, Simak di Sini!

Contoh Penerapan Validasi Data

validasi data
Sumber: Freepik

Validasi atau verifikasi data dapat diterapkan dalam berbagai industri untuk memastikan bahwa data yang diterima, diproses, dan disimpan adalah akurat dan dapat dipercaya. Berikut ini adalah beberapa contoh penerapan validasi data dalam berbagai industri:

  • Bisnis. Beberapa contoh penerapan verifikasi data di berbagai bidang dalam bisnis adalah Inventaris, Keuangan, Manufaktur, Pemasaran, Logistik, dan Transaksi.
  • Kesehatan. Beberapa contoh penerapan verifikasi data dalam bidang kesehatan adalah Verifikasi data pasien, Verifikasi data obat, Verifikasi data prosedur medis, hingga Verifikasi data pembayaran.

Baca juga: Mengenal Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaat Autentikasi dalam Sistem Perusahaan

Sekarang, melakukan verifikasi data sudah jauh lebih mudah. Verihubs hadir sebagai solusi dalam bidang verifikasi dan validasi data pengguna. Dengan berbagai fitur yang tersedia dan didukung oleh teknologi AI dalam melakukan pencocokan data, Verihubs bisa menjadi partner terbaik untuk bisnis Anda.

Terdapat tiga fitur utama yang dapat Anda gunakan untuk mendukung proses validasi data dari pelanggan yang Anda miliki, di antaranya adalah Phone Number Verification, Identity Verification, dan Biometric Verification.

  1. Phone Number Verification: Fitur ini memungkinkan proses verifikasi transaksi dan akses melalui SMS Global OTP atau menggunakan WhatsApp Global OTP. OTP yang dikirimkan langsung ke nomor milik pengguna, sehingga dapat memastikan validitas akses yang dimintanya.
  2. Identity Verification: Fitur ini terdiri dari OCR for ID Card yang memudahkan pengguna dalam proses input data KTP dengan pemindaian langsung, dan ID Check untuk memvalidasi data yang sudah terbaca dari KTP tadi.
  3. Biometric Verification: Didukung dengan teknologi AI yang memiliki akurasi tinggi, hasil dari pemindaian benar-benar valid dengan data pembanding yang tersedia.

Dengan penerapan fitur-fitur dari Verihubs seperti yang telah disebutkan di atas, dijamin perusahaan Anda bisa benar-benar melakukan validasi dengan akurat, cepat, dan terjamin. Segera hubungi kontak layanan pelanggan Verihubs sekarang, dan gunakan produk Verihubs untuk menunjang proses validasi data bisnis Anda.

Artikel Terbaru Kami

ikd digital

Apa Itu IKD Digital? Verifikasi Identitas dengan Mudah!

pemasaran digital

Pemasaran Digital (Digital Marketing): Strategi dan Jenisnya

absensi digital sekolah

Studi Kasus: 4 Peranan Absensi Digital Sekolah dan Contohnya