Verihubs Logo
Home Blog Video KYC Adalah: Cara Kerja & Regulasi OJK 2026
8 min read KYC Published on August 4, 2026

Video KYC Adalah: Cara Kerja & Regulasi OJK 2026

Video KYC Adalah: Cara Kerja & Regulasi OJK 2026

Video KYC adalah metode verifikasi identitas jarak jauh yang menggunakan sesi video secara real-time untuk memastikan orang yang melakukan verifikasi benar-benar sesuai dengan identitas pada dokumen. Berbeda dengan eKYC yang mengandalkan unggah foto dokumen dan swafoto, video KYC menambahkan liveness detection dan pengecekan langsung untuk membantu mencegah penggunaan foto, video replay, hingga deepfake.

Video KYC merupakan salah satu metode dalam ekosistem KYC. Untuk memahami konsep verifikasi identitas digital secara lebih luas, lihat artikel tentang e-KYC. Artikel ini secara khusus membahas proses verifikasi berbasis video secara real-time.

Apa Itu Video KYC dan Mengapa Berbeda dari eKYC Biasa?

Video KYC adalah proses verifikasi identitas yang dilakukan dari jarak jauh melalui sesi video. Dalam proses ini, pengguna diminta menunjukkan dokumen identitas dan wajahnya di depan kamera. Sistem kemudian memeriksa apakah dokumen tersebut valid, apakah wajah pengguna sesuai dengan foto pada dokumen, dan apakah orang di depan kamera benar-benar hadir secara langsung.

Prosesnya bisa dilakukan dengan bantuan petugas melalui video call atau secara otomatis menggunakan sistem berbasis AI. Pada alur otomatis, beberapa teknologi seperti OCR, face matching, liveness detection, dan deepfake detection dapat berjalan dalam satu sesi verifikasi.

Perbedaan utama video KYC dengan eKYC berbasis foto ada pada cara membuktikan kehadiran pengguna.

Pada eKYC yang hanya meminta pengguna mengunggah dokumen dan swafoto, sistem memiliki lebih sedikit informasi untuk memastikan bahwa wajah yang diperiksa benar-benar berasal dari orang yang sedang melakukan verifikasi. Foto curian, hasil manipulasi, atau wajah sintetis dapat menjadi celah jika tidak ada lapisan keamanan tambahan.

Video KYC menambahkan pemeriksaan secara real-time. Liveness detection digunakan untuk memastikan pengguna benar-benar berada di depan kamera, bukan hanya menunjukkan foto atau memutar ulang video.

Cara Kerja Video KYC: Pipeline Verifikasi 4 Lapis

Video KYC bekerja melalui empat lapisan yang berjalan berurutan dalam satu sesi. Setiap lapisan menutup celah yang ditinggalkan lapisan sebelumnya, sehingga verifikasi tahan terhadap pemalsuan dokumen maupun manipulasi wajah.

1. Liveness Detection Aktif dan Pasif

Liveness detection memastikan subjek adalah orang hidup yang hadir. Liveness pasif menganalisis sinyal keaslian dari satu bingkai tanpa instruksi, sementara liveness aktif meminta gerakan sederhana seperti menoleh atau berkedip. Kombinasi keduanya mencegah penggunaan foto, video replay, dan masker.

2. OCR KTP untuk Membaca Data Dokumen

Lapisan OCR KTP membaca dan menyalin data dari dokumen identitas secara otomatis, termasuk NIK, nama, dan tanggal lahir. OCR yang matang mampu menangani gambar miring, buram, atau pencahayaan buruk, lalu menolak dokumen yang bukan KTP.

3. Face Matching dengan Foto pada Dokumen

Face matching mencocokkan wajah pada sesi video dengan foto pada dokumen identitas. Sistem menghitung tingkat kemiripan dan menetapkan ambang keputusan, sehingga hanya kecocokan di atas ambang yang diloloskan.

4. Deepfake Detection untuk Mendeteksi Wajah Sintetis

Lapisan anti-deepfake mendeteksi wajah hasil rekayasa AI yang berupaya melewati liveness dan face matching. Lapisan ini menjadi krusial seiring meningkatnya serangan berbasis deepfake pada proses onboarding digital.

Video KYC vs eKYC Konvensional

Video KYC dan eKYC sama-sama memverifikasi identitas jarak jauh, tetapi berbeda pada kemampuan mencegah fraud. Tabel berikut merangkum pembedanya.

AspekeKYC KonvensionalVideo KYC
Metode inputFoto dokumen dan swafotoSesi video secara real-time
Bukti kehadiranTerbatasLiveness aktif dan pasif
Face matchingUmumnya digunakanDigunakan dalam sesi video
Risiko deepfakeBergantung pada teknologi yang digunakanDapat ditambahkan deepfake detection
Risiko foto curianSignifikanDitekan oleh deteksi keaslian
Cocok untukOnboarding dengan tingkat risiko sesuai kebutuhanKasus yang membutuhkan pemeriksaan identitas lebih kuat

Yang perlu diperhatikan, video KYC tidak otomatis lebih aman hanya karena menggunakan video. Tingkat keamanannya tetap bergantung pada kualitas liveness detection, face matching, deepfake detection, document verification, serta konfigurasi risk engine yang digunakan.

Ancaman Deepfake yang Membuat Video KYC Semakin Penting

Video KYC menjadi standar karena ancaman terhadap verifikasi identitas berubah cepat. Kementerian Komdigi melaporkan serangan deepfake melonjak sekitar 1.400 persen secara tahunan dari 2024 ke 2025. Gartner memperkirakan lebih dari 30 persen insiden penipuan identitas akan melibatkan deepfake pada 2026. Tanpa liveness dan anti-deepfake, verifikasi berbasis foto tidak lagi memadai menghadapi wajah sintetis.

Regulasi Video KYC di Indonesia

Penerapan video KYC di Indonesia perlu dilihat sebagai bagian dari proses customer due diligence dan verifikasi identitas secara elektronik, bukan sebagai kategori regulasi yang berdiri sendiri.

Untuk sektor jasa keuangan, POJK Nomor 8 Tahun 2023 mengatur penerapan program Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal atau APU, PPT, dan PPPSPM. Regulasi ini menjadi salah satu dasar bagi penyelenggara jasa keuangan dalam menjalankan proses customer due diligence secara elektronik.

Untuk sektor aset keuangan digital termasuk aset kripto, POJK Nomor 27 Tahun 2024 mengatur penyelenggaraan perdagangan aset keuangan digital, termasuk kewajiban terkait identifikasi dan verifikasi pengguna.

Selain kewajiban KYC dan APU, PPT, penyelenggara juga perlu memperhatikan perlindungan data pribadi. Data biometrik termasuk data pribadi yang bersifat spesifik berdasarkan UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.

Artinya, penggunaan teknologi seperti face recognition, liveness detection, dan video KYC perlu memperhatikan dasar pemrosesan, keamanan, penyimpanan, serta pengelolaan data pribadi sesuai ketentuan yang berlaku.

Use Case Video KYC di Berbagai Sektor

Video KYC paling relevan untuk bisnis yang melakukan onboarding jarak jauh dan perlu memastikan identitas pengguna dengan tingkat assurance yang lebih tinggi.

SektorPenerapan Video KYC
Perbankan digitalPembukaan rekening dan verifikasi nasabah secara online
MultifinanceVerifikasi calon nasabah sebelum pengajuan pembiayaan
P2P lendingVerifikasi identitas peminjam untuk mengurangi risiko identitas palsu
Aset kriptoVerifikasi pengguna sesuai kewajiban KYC dan APU, PPT
AsuransiVerifikasi pemegang polis dan klaim jarak jauh
FintechOnboarding pengguna untuk layanan keuangan digital

Pemilihan video KYC tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing bisnis. Tidak semua proses onboarding membutuhkan tingkat pemeriksaan yang sama.

Untuk pengguna dengan risiko rendah, eKYC dengan document verification dan face matching mungkin sudah mencukupi. Untuk proses dengan risiko lebih tinggi, bisnis dapat menambahkan liveness, deepfake detection, atau pemeriksaan tambahan lainnya.

Bagaimana Verihubs Mendukung Video KYC Enterprise

Verihubs menyediakan komponen inti pipeline video KYC dalam satu platform verifikasi identitas. Liveness detection Verihubs menghadirkan mode aktif dan pasif dengan fitur anti-spoofing, dilengkapi Deepfake Detection yang bekerja pada tingkat keberhasilan 95% sebagai satu-satunya penyedia deteksi deepfake lokal di Indonesia. Face Recognition Verihubs tercatat berakurasi 99,9% dan diakui NIST sebagai peringkat pertama di Indonesia.

Rangkaian ini dilengkapi OCR KTP untuk ekstraksi dokumen dan pengecekan data ke Dukcapil. Teknologi Verihubs melayani lebih dari 400 klien dengan rata-rata 500.000 verifikasi per hari, serta direkomendasikan OJK sebagai Inovasi Teknologi Sektor Keuangan. Kombinasi liveness, anti-deepfake, dan face matching memenuhi kebutuhan onboarding sektor teregulasi tanpa mengorbankan kecepatan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Video KYC

Apa itu video KYC?

Video KYC adalah metode verifikasi identitas jarak jauh yang mencocokkan wajah pengguna secara real-time melalui sesi video dengan dokumen resminya, dilengkapi liveness detection untuk memastikan subjek adalah orang asli yang hadir.

Apa beda video KYC dan eKYC?

eKYC umumnya mengandalkan unggah foto dokumen dan swafoto, sedangkan video KYC menambahkan sesi video real-time dengan liveness aktif dan pasif serta anti-deepfake, sehingga jauh lebih tahan terhadap foto curian dan wajah sintetis.

Apakah video KYC aman dari deepfake?

Video KYC yang dilengkapi lapisan anti-deepfake dan liveness detection dirancang untuk mendeteksi wajah hasil rekayasa AI. Keamanannya bergantung pada kualitas deteksi keaslian yang digunakan penyedia teknologinya.

Ya. Verifikasi identitas elektronik termasuk video KYC berpijak pada POJK Nomor 8 Tahun 2023 tentang APU, PPT, dan PPPSPM, serta wajib mematuhi UU Perlindungan Data Pribadi Nomor 27 Tahun 2022 untuk pemrosesan data biometrik.

Sektor apa yang paling membutuhkan video KYC?

Perbankan digital, multifinance, P2P lending, aset kripto, dan asuransi paling membutuhkan video KYC karena risiko fraud dan tuntutan kepatuhannya tinggi, terutama untuk onboarding tanpa tatap muka.

Berapa lama proses video KYC berlangsung?

Video KYC otomatis umumnya selesai dalam hitungan detik hingga menit karena liveness, OCR, dan face matching berjalan dalam satu sesi. Durasinya bergantung pada desain alur dan kualitas jaringan pengguna.

Mengapa Video KYC Semakin Penting untuk Onboarding Fintech Indonesia?

Video KYC semakin penting bukan sekadar karena proses onboarding digital terus berkembang. Cara fraud menyerang sistem verifikasi juga ikut berubah.

Foto curian, dokumen palsu, replay attack, dan deepfake dapat digunakan untuk mencoba melewati proses verifikasi identitas. Karena itu, mengandalkan satu metode pemeriksaan saja semakin berisiko.

Pendekatan yang lebih kuat adalah menggabungkan beberapa lapisan keamanan dalam satu alur. Liveness detection memastikan pengguna benar-benar hadir di depan kamera. Face matching memastikan wajah sesuai dengan identitas pada dokumen. Sementara itu, deepfake detection membantu mendeteksi manipulasi wajah berbasis AI.

Bagi fintech, bank, dan perusahaan di sektor teregulasi, kombinasi tersebut membantu membangun proses onboarding yang tetap praktis bagi pengguna sekaligus memiliki kontrol risiko yang lebih kuat.

Jika bisnis Anda membutuhkan solusi video KYC untuk onboarding dengan tingkat keamanan dan compliance yang lebih tinggi, Verihubs menyediakan komponen liveness detection, face recognition, deepfake detection, dan OCR dalam satu platform verifikasi identitas.

Lihat Blog