Apa Itu Customer Retention Dalam Bisnis? Ini Strateginya!

apa itu customer retention

Dalam dunia bisnis, customer retention adalah salah satu hal yang bisa memajukan usaha Anda. Dengan adanya itu, pembeli bisa menjadi pelanggan setia usaha Anda. Lalu, bagaimana strategi meningkatkan mutu retensi pembeli untuk bisnis Anda? Apa juga manfaat dari retensi pembeli ini? Temukan semua jawabannya di sini!

Apa Itu Customer Retention?

Secara sederhana, customer retention merupakan upaya perusahaan dalam membujuk pembeli untuk melakukan pembelian berulang dan menjadi pelanggan tetap. Upaya ini juga bertujuan untuk menghindari pelanggan beralih ke kompetitor lain.

Meningkatkan mutu retensi pelanggan sangat penting untuk keberlangsungan bisnis Anda. Mengutip dari techtarget.com, sebanyak 65% penghasilan perusahaan berasal dari pelanggan tetap. Ini karena pembeli tetap cenderung memiliki frekuensi pembelian kembali yang lebih sering daripada pembeli baru. 

Selain itu, peningkatan rasio sebesar 5% saja pada retensi pelanggan bisa meningkatkan pendapat sebesar 25%–95% untuk perusahaan. Terlebih lagi, biaya untuk menarik minat pelanggan tetap lebih murah daripada biaya untuk menarik pelanggan baru. 

4 Manfaat Customers Retention

Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan dari upaya retensi pembeli ini, seperti: 

manfaat customer retention
Customer Service

1. Meningkatkan Kesetiaan Pelanggan

Salah satu tujuan utama dari retensi pelanggan adalah meningkatkan kesetiaan pembeli. Seperti yang sudah dijelaskan, pelanggan tetap cenderung akan membeli produk di tempat yang sama. Mereka juga kurang tertarik untuk membeli pada kompetitor lain, karena lebih mempercayai produk langganan mereka.

2. Membangun Brand Awareness 

Berkaitan dengan poin sebelumnya, customer retention bisa membantu untuk membangun brand image bagi perusahaan Anda. Retensi ini juga memungkinkan Anda memperoleh promosi word-of-mouth dari pelanggan Anda. 

Sederhananya, pelanggan yang puas tidak ragu untuk merekomendasikan bisnis Anda kepada teman, keluarga, atau bahkan orang-orang di internet. Dengan begitu, Anda dapat membangun kredibilitas serta reputasi positif melalui ulasan pelanggan. 

Baca Juga: Brand Awareness: Tujuan, Contoh, & Cara Meningkatkannya

3. Mempercepat Pengembangan Produk

Manfaat lain dari retention dalam bisnis adalah untuk mengembangkan produk. Kita anggap bahwa Anda mempunyai hubungan baik dengan pelanggan dan mereka telah mengenal baik perusahaan Anda. Maka, Anda bisa memanfaat kesempatan itu untuk mengenalkan produk baru kepada mereka. 

Anda dapat menerapkan strategi up-selling dan crossing-selling pada pelanggan. Up-selling merupakan upaya menawarkan produk lain kepada pembeli. Karena pembeli lama telah memiliki wawasan tentang produk, Anda jadi tidak perlu mengenalkan produk dari awal.

Sementara itu, cross-selling merupakan strategi menawarkan produk yang sama, namun dengan mutu dan keunggulan yang berbeda. Hal ini bertujuan untuk membujuk pelanggan membeli produk yang lebih mahal serta meningkatkan rasio dari retensi pembeli.  

4. Menghemat Biaya Pengeluaran 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, biaya untuk retensi pembeli lama lebih murah daripada biaya untuk promosi kepada pembeli baru. Anda jadi lebih bisa berhemat, karena pelanggan lama yang sudah akrab dengan brand Anda. Dengan demikian, Anda jadi bisa mengalokasikan dana dengan lebih tepat dan efisien.

Rumus Perhitungan Customer Retention Rate

Untuk mengkalkulasi tingkat retensi pada pelanggan, Anda dapat menggunakan rumus berikut:

Retention Rate=(E-N/S)x100

Keterangan:

E: Jumlah pelanggan pada akhir periode.

N: Jumlah pelanggan yang didapat selama periode tersebut.

S: Jumlah pelanggan pada awal periode.

Contoh customer retention adalah sebagai berikut:

Pada awal bulan, bisnis Anda memiliki jumlah pelanggan sebanyak 130 orang. Selama bulan itu, Anda kehilangan 9 pelanggan dan mendapatkan 23 orang pelanggan baru. Maka:

  • Jumlah pelanggan pada awal bulan: 130 orang.
  • Jumlah pelanggan pada akhir bulan: 144 orang.

 Retention Rate=(144-23/130)x100=93%

Secara umum, Anda harus mendapat rasio retensi setidaknya 85% atau lebih untuk mendapatkan performa yang baik.

6 Strategi Customer Retention yang Bisa Anda Lakukan pada Bisnis Anda

Berikut ini adalah strategi yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan rasio retensi pembeli:

strategi customer retention
Ilustrasi penilaian dari pelanggan

1. Meningkatkan Mutu Produk dan Layanan

Peningkatan mutu produk dan pelayanan adalah langkah pertama untuk menarik minat pelanggan. Misalnya, Anda bisa menjamin data pelanggan saat bertransaksi dengan menyediakan ID check atau verifikasi. Dengan begitu, Anda tak hanya bisa mengumpulkan data pelanggan, tapi juga menjamin keamanan saat bertransaksi.

Contoh lain, Anda bisa meningkatkan pelayanan customer service. Ini karena pengalaman positif dengan layanan customer service, 85% bisa membuat pelanggan menjadi pelanggan loyal. 

Peningkatan layanan ini bisa Anda lakukan dengan bersikap cepat dan tanggap saat pelanggan bertanya, serta memberikan solusi yang terbaik pada mereka. Selain itu, bersikap responsif dan proaktif kepada ulasan pembeli juga bisa membuat mereka lebih mempercayai bisnis Anda.  

2. Meningkatkan Pelayanan Pelanggan yang Lebih Personal

Setiap pembeli memiliki tujuan, karakteristik, serta cara pendekatan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, menyeleksi dan mengkategorikan data pelanggan dalam kelompok-kelompok bisa memudahkan Anda mengenal pelanggan Anda.

Dengan begitu, Anda bisa memberikan pelayanan yang lebih personal kepada pelanggan. Anda juga bisa memberikan penawaran yang sesuai dengan minat dan kebutuhan tiap pelanggan.

3. Melakukan Survei dan Evaluasi untuk Perbaikan Bisnis Anda

Melakukan evaluasi dan perbaikan pada kualitas layanan Anda adalah salah satu upaya peningkatan rasio customer retention. Feedback dan hasil survei dari pelanggan bisa Anda jadikan acuan untuk mengembangkan diri.  

Peningkatan kualitas tersebut juga bisa membuat pelanggan menghargai usaha Anda dan menjadi pembeli loyal.

4. Menggaet Kembali Pelanggan dengan WhatsApp Business

meningkatkan pelanggan dengan wa bisnis
Promo lewat WA Business untuk menarik kembali pelanggan

Pelanggan yang berhenti berminat pada bisnis Anda adalah sebuah tantangan dalam menjalankan bisnis. Anda mesti menarik kembali mereka agar tetap menjadi pelanggan. Caranya adalah dengan meningkatkan engagement dengan promosi melalui WA Business

Dengan WA Business, Anda bisa mengirimkan pesan yang informatif, notifikasi pengingat, hingga penawaran-penawaran yang menarik bagi mereka. 

Baca Juga: Ini 3 Langkah Mudah Cara Mendaftar WA Bisnis!

5. Menawarkan Promosi dan Diskon yang Menarik

promo untuk customer retention
Penawaran Diskon oleh Grobmart

Pemberian diskon dan promosi yang menarik adalah salah satu cara mendorong pembeli untuk membeli kembali produk Anda. Penyampaian promosi ini Anda lakukan melalui berbagai media, baik email maupun media sosial. 

Oleh karena itu, ada baiknya Anda juga menggunakan banyak media yang relevan supaya bisa menjangkau pelanggan. 

6. Menyelenggarakan Loyalty Customer Program 

Loyalty program juga salah satu langkah efektif mempertahankan pelanggan. Program ini merupakan bentuk apresiasi atas kesetiaan pelanggan pada bisnis Anda. Jadi, Anda bisa memberikan reward atau hadiah tertentu kepada pelanggan setia yang berpartisipasi pada program ini.

Baca Juga: Kepuasan Pelanggan: Cara Meningkatkan Hingga Indikatornya

Tingkatkan Potensi Customer Retention Anda dengan Verihubs!

Penerapan customer retention bisa berdampak besar pada bisnis Anda. Oleh karena itu, Anda harus memperhitungkan strategi dalam peningkatan retensi pelanggan. Anda bisa memulai dari meningkatkan pelayanan customer service serta menjalin hubungan baik dengan pelanggan. 

e-kyc verification
e-KYC verification Verihubs

Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan kepercayaan pelanggan dengan menjamin keamanan verifikasi pelanggan. Kini, Verihubs hadir menawarkan solusi terbaik yang membantu Anda melakukan e-KYC verification dengan cepat dan akurat.

Tidak hanya itu, ID Check Verihubs juga memiliki keunggulan lain, seperti:

  • Tercatat resmi dalam OJK.
  • Tersertifikasi dalam standar keamanan informasi internasional ISO 27001, sehingga menjamin keamanan data perusahaan.
  • Tersertifikasi NIST dengan tingkat akurasi dan kecepatan mendeteksi terbaik di Indonesia.
  • Kemampuan mendeteksi biometrik dalam banyak jenis media, seperti foto, video, dan topeng 2D/3D.
  • Fitur OCR untuk kemudahan memasukan data.
  • Format API agar memudahkan Anda menerapkan ID Checker pada website maupun aplikasi Anda.

Raih potensi bisnis Anda dengan memfasilitasi pelayanan verifikasi terbaik dengan Verihubs. Maka, Anda bisa membuka peluang untuk membangun kepercayaan dengan pelanggan Anda serta menjadikan mereka pelanggan setia Anda.

Artikel Terbaru Kami

jenis jenis pelanggan dalam bisnis

12 Jenis Pelanggan Dalam Bisnis & Cara Tepat Menghadapinya

apa itu customer retention

Apa Itu Customer Retention Dalam Bisnis? Ini Strateginya!

perbedaan spamming snooping spoofing phising

Apa Perbedaan Spamming, Snooping, Phishing, dan Spoofing?